Showing posts with label mimpi. Show all posts
Showing posts with label mimpi. Show all posts

Sunday, 15 June 2014

Nyata vs Abstrak

"Sepertinya sudah hilang minat di bidang itu :)))) Mari move on."

Saya suka bangettt belajar tentang kejiwaan. Psikopatologi, mood, afek, ppdgj, kepribadian. Sudah sejak jaman perkuliahan. Tapi entah kenapa sekarang minat itu seperti menghilang. Ya, hilang minat. Selain kasusnya jarang ditemukan di praktek sehari-hari (kalo setiap hari ada pasien ini, saya jadi parno dengan lingkungan sekitar, jangan-jangan....... :-S), penegakan penyakit apanya juga abstrak dibanding bidang lain yang bisa kita dengar lihat raba rasakan :-p Saking terpaparnya dengan kasus fisik yang nyata, saking jarangnya ketemu orang dengan jiwa terganggu & nyata terlihat gejalanya, hmmm. Saya jadi berpikir ulang untuk lebih mendalami bidang ini.

Kejiwaan seharusnya jadi hal yang spesial. Ia jarang dikuasai banyak para spesialis. Jika ada apa-apa mengenai hal ini, insyaa Allah jadi orang nomer 1 yang pertama dicari. Lalu, selain praktek, hal lain yang bisa saya lakukan adalah mengajar. Sebuah impian masa lalu yang sampe sekarang masih ingin direalisasikan! Tapi (lagi), kasus nyata & bisa terdeteksi semua anggota panca indera sepertinya lebih menarik.

Istikharah kah? Kita lihat saja nanti.

Monday, 19 October 2009

Tentang Cinta

Cinta emosional kawan,
membuat kita nyaman berada dalam lingkaran syaithan
mencecap banyak haq
tanpa berani mengambil kewajiban yang (harusnya) menjadi bayaran atasnya
maka ia hanya kan jadi bayang-bayang tanpa iman,
yang menunggu datangnya kekecewaan


Namun cinta rasional,
Ia peka. Ia gelisah. Ia tak nyaman dengan segala ketergantungan.
Ia takut pada Rabbnya.
Maka ia bergerak, berderap, melaju
melesat melebihi tenaga yang ia miliki
karna yang ia tahu hanya satu,
Di jalan cinta para pejuang,
kita belajar untuk bertanggungjawab atas setiap perasaan kita..




Sumber: note seorang ukhti

Friday, 21 August 2009

"Andai... Andai..." Lagi, Kapan "Akhirnya!"??..

Hiks...
Ampuni hamba ya Allah ='( Tadi hamba & sahabat hamba naik taksi ke Gramedia Matraman. Ngga disangka. Ternyata kami melewati SMA D!

o_O

Ya Allah!

Itu kan SMA favoritku dulu!

Memang sih ngga bisa melihat area dalamnya, tapi walau dilihat dari luar, bangunan SMA tersebut begitu megah. Subhanallah! Bagus banget! >.<>.<>.<~ =')
200809; 23.19 WIB
~traffic jam city~

Surat untuk mbak Asma

Mbak Asma...
Terima kasih atas tulisan-tulisannya...
Sangat menginspirasi diriku...

Allah SWT membuatku jadi senang menulis lewat mbak Asma. Aku meringankan beban hatiku dengan menulis. Aku menumpahkan keluh kesahku melaluinya. Aku juga ingin seperti mbak, menulis agar orang-orang lain juga dapat terinspirasi. Tapi bukan karena aku. Tapi karena Allah SWT yang sayang dengan kita semua, melalui cobaan senang maupun susah-Nya.

Terima kasih mbak Asma.
Aku akan sangat senang banget kalau aku bisa bertemu mbak ^_^

Aamiin...

Teruslah menulis, dan membuat orang terinspirasi, mbak...




~23.05 WIB~

Wednesday, 1 July 2009

Aku Ya Aku




Aku...
Ingin menjadi...
Seorang yg pemberani...
Tak takut hadapi yg salah...
Karna yg benar pasti menang...


Aku...
Ingin menjadi...
Seorang pendekar...
Menebas benalu kemunafikan...
Hingga sampai di puncak kejujuran...


Dunia...
Panggung sandiwara...
Seperti kata almarhummah Nike Ardilla...
Di manakah dunia nyata...
yg sebenar-benarnya berita?
Ke manakah...
kaki ini harus melangkah?
Ke lubang buaya...
atau ke lubang hitam?


Aku...
Ingin menjadi...
Seorang pemberani...
Berjuang tegakkan keadilan...
Menghapus yg tak pada tempatnya...


Aku...
Sang pemberani...
Menang karena benar...
Tak takut pada yg salah...


Aku...
Ya aku...



010709; 17.57 WIB
~Kota Mie Celor~
It is dedicated to all of us who still have afraid feeling
We can do it :)

Wednesday, 24 June 2009

Dari Biola Hingga Keranda, Kenapa Ya?


Ingin mengeluarkan uneg-uneg sedikit, mumpung ini sepertinya bukan mimpi yg buruk, jadi ingin kuceritakan.


Akhir-akhir ini aku sering dengar MP3 permainan biola.
Ada Vanessa Mae dengan Contradanza-nya.
Ada juga Eine Kleine Nachtmusik K 525, tapi aku lupa ini dimainin sama Mozart atau Beethoven.
Terus juga ada Susumu Ueda dengan instrumental menyedihkannya 1 Litre of Tears, dorama Jepang yg pernah diputar di Indos**r.


Hiksss…. MP3nya keren-keren nian!!! Salut sama yg main! MP3-MP3 itu aku dapat dari seorang sahabat. Bagus2 banget mainnya. Pantas sahabatku itu jadi senang dengan musik klasik, musik yg juga kusukai, padahal tadinya ia tak suka.


Ok back to the mesin tik. Jadinya kemarin aku mimpi 2x, pas tidur siang & pas tidur malam.


Mimpi yg pertama ada hubungannya sama hobi akhir-ahir ini. Aku mimpi bermain biola, hmmm padahal aku ga bisa lho mainnya. Saat itu kebetulan ada teman yg bawa biola punya dia. Jadi aku pinjem deh itu biola.


Mainnya lagu apa?


Titanic!


Whoaaa… film ini punya backsound yg oke banget pas kapal super besar itu mau tenggelam di samudra yg super dingin, yaitu backsound permainan biola perpaduan 4-5 orang. Entah deh namanya apa, mungkin yg besar & harus didiriin di lantai itu namanya bass. Yg bisa disandar di pundak itu biolanya. Hmmm aku ga terlalu mahir & ga akrab dengan alat musik itu, tapi aku seneng sama musik-musik itu.


Mimpi yg kedua ga ada hubungannya sama main biola ataupun Titanic. Di mimpi yg ini ada aku yg ingin bepergian tapi entah lupa entah sengaja, aku malah ga izin sama orang-orang rumah. Perginya naik kereta api. Kereta apinya baaaggguuussssss banget! Kaya naik kereta api yg relnya ada di atas, kaya di TMII itu tuh. Dan aneehhhnnyaaa…… saat sampai di tempat tujuan, aku turun di pelabuhan kapal laut. Itu lho yg banyak jangkarnya & di mana-mana dikelilingi laut (ya iya lah!). Aneh… aneh… naik kereta api tahu-tahu kaya turun dari kapal laut.


Hmmm…. kalau ga salah saat itu tujuanku mau ke rumah teman, memang rumahnya agak jauh. Eh tau-tau malah ke rumah ortu aku (yg memang bener-bener di seberang samudra, haha lebaayyyy!). Dan aku bilang ke ortu, “maaf ma, aku ke rumah ga bilang-bilang sama kakek nenek (tempat aku tinggal sekarang)”. Hmmm ibuku memakluminya, koq bisa ya??? Dan di saat aku ingin pulang lagi ke kota tempat aku kuliah (kembali ke asal), tahu-tahu ada rombongan/orang-orang yg membawa keranda jenazah!


Apa??


Aku tertarik melihatnya, di dalamnya terdapat sebuah jenazah terbalut kain kafan, tapi bentuknya gepeng, melebar seperti keripik Palembang alias kemplang (yg udah pernah coba kemplang pasti tau gimana bentuknya. Gepeng & agak lebar gitu)!


Seperti di film-film misteri, keranda itu dibawa beberapa orang dengan mengucap “laa ilaaha illallah”, dengan rombongan orang lain yg mengikutinya. Dengan keingintahuan besar aku ikuti rombongan itu, sambil terengah-engah, kaya orang disuruh lari keliling lapangan kaya waktu sekolah dulu. Udah gitu telanjang kaki pula, jalannya di pinggir-pinggir petak sawah pula. Hmmmm film misteri di TV banget!


Tapi, ga sampai setengah perjalanan, entah dengan alasan apa aku menghentikan perjalananku mengikuti rombongan itu. Dan………….. lupa kelanjutannya apa.


Toweeenngggggg….


Masa ini gara-gara aku yg udah terlalu kangen sama ortu?


Hmmmm…..


Hmmmm… kalau dipikir-pikir sepertinya bukan mimpi buruk ya. Atau memang iya?


Hmmmm….


Entah itu mau mimpi apa, gimana akhir mimpinya, dll, yg jelas jangan lupa baca do’a sebelum & sesudah bangun tidur. Ingat, kematian bisa datang kapan aja. Dan mimpi yg kedua inilah yg membuatku sekali lagi ingat. Ingat bahwa kegemerlapan dunia itu sementara. Ingat apa-apa yg ada di dunia itu pasti kembali pada-Nya. Ingat kalau amal itu satu-satunya penyelamat kita di kubur sana. Ingat kalau wajah cantik, tubuh semampai, otak brilian, baju sutra terhalus, kemahiran bermain biola, ataupun sepatu yg lembut & chic ga bisa temenin kita saat itu.


So, mulailah kumpulkan amal sebanyak-banyaknya, mumpung belum waktunya *mengingatkan diri sendiri & kita semua*.





020609; 13.14 WIB
~kota Ampera~