Bismillah..
Finally I'm coming back yeay!
Sekarang aku seneng banget dengan skin care 3 biji ini. So excited!
1) Innisfree Green Tea Sleeping Pack
Yep sleeping pack ini mungkin di aku tidak membuat kenyal tapi wanginya wuenak! Sebenarnya menurut reiew orang tentang sleepingpack/mask, banyak yang mnjatuhkan pilihan ke Laneige Water Sleeping Mask. Tapi karna suatu & lain hal, aku belum bisa pakai itu & wanginya green tea yang enak & seger, makanya jadilah aku memilih ini. Very relaxing! Tapi teteup, someday aku pengen bisa pake Laneige. Semoga suatu saat bisa. Satu lagi yang aku suka bangettttt pakainya yaitu Innisfree Gree Tea Seed Serum (tapi fotonya ga ada di sini). Formulanya rich, lumayan thick. Cukup pakai 1 pump/sedikit aja, udah bisa untuk diratakan ke seluruh wajah. Wanginya juga seger, bikin rileks banget. Di beberapa bagian wajahku yang kering tak jelas sebabnya (misalnya di sudut bibir), langsung lembab lagi. Pokoknya I love it :-)
2) Innisfree Orchid Enriched Cream
Very like this sama cream ini! Wanginya lembut walaupun bukan wangi kesukaanku, tapi hasil akhir setelah pakai ini, wajah jadi kenyal & menurutku terasa banget terhidrasinya. Secara goal jaman now wanita itu wajah yang glowing, lembut, & awet muda (jaman dulu juga kali yea). Dibanding cream-cream lainnya (termasuk Innisfree Green Tea cream biasa), ini hasilnya begitu nyata di aku. Aku belum nyoba Green Tea series yang deep cream jadi belum tahu hasil akhirnya sama dengan yang orchid ini atau ngga. Sejujurnya kalo hasil akhirnya sama, aku lebih pilih Green Tea series. Orchid cream ini pertama kali dapet karna gift belanja sekian rupiah di Innisfree. Saat dicoba aku suka banget. Dan setelah diselidiki, pantas saja kulit jadi plumpy-plumpy gimana gitu, karna cream ini punya fungsi untuk anti-aging & ada asam hyaluronatnya. Hmmm menarique..
3) Safi White Expert Purifying Cleanser, 2 in 1 Cleanser & Toner.
Setelah pakai cleansing/micellar water, kupakai ini wiihhh seger bangettt! Ada butiran-butiran birunya. Cara pakainya dipencet 2 pump sudah cukup banget, lalu dikasi air dikit aja, gosokkan ke wajah, langsung sensasi dinginnya kerasa. I love it! Setelah pakai ini, ku ga perlu pakai face wash lagi.
Sekian dulu mungkin dari saya. Kamu punya rekomendasi skin care yang lain ga? See you again :-)
Thursday, 2 May 2019
Monday, 26 February 2018
Tips Daftar PPDS FK UGM
Bismillah...
Alhamdulillah. Sebuah kelulusan ujian masuk PPDS FK Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah salah 1 hadiah terindah yang pernah saya miliki.
Berikut tips dari saya tentang proses pendaftaran:
Tes TOEFL saya lakukan di kota saya bertempat tinggal. Wajib diingat, bahwa TIDAK SEMUA sertifikat tes TOEFL bisa dipakai untuk mendaftar PPDS. Cermati lagi di kota mana saja dan lembaga-lembaga mana saja yang dapat dipakai sertifikatnya untuk mendaftar di universitas tujuan kamu. Karena tes TOEFL itu sendiri muahal cyint~ Sedih aja kalo udah bayar mahal-mahal eh rupanya tidak bisa dipakai :')
Syarat-syarat administrasi pendaftaran PPDS FK UGM dapat dilihat di sini dan di sini
Tips: jangan mepet-mepet ya uploadnya. Karena bila sedang banyak orang yang mengakses website tsb di hari-hari terakhir, loadingnya akan sangat lama dan akan nyesek kalo ga jadi daftar hanya gara-gara hal tsb :-) Jangan lupa juga bahwa tidak ada berkas yang bisa disusulkan.
Selamat mendaftar!
- Baca semua keterangan di website dengan cermat dan teliti.
- Daftar akun di um dot ugm dot ac dot id
- Siapkan file-file yang diperlukan untuk diupload.
Tes TOEFL saya lakukan di kota saya bertempat tinggal. Wajib diingat, bahwa TIDAK SEMUA sertifikat tes TOEFL bisa dipakai untuk mendaftar PPDS. Cermati lagi di kota mana saja dan lembaga-lembaga mana saja yang dapat dipakai sertifikatnya untuk mendaftar di universitas tujuan kamu. Karena tes TOEFL itu sendiri muahal cyint~ Sedih aja kalo udah bayar mahal-mahal eh rupanya tidak bisa dipakai :')
Syarat-syarat administrasi pendaftaran PPDS FK UGM dapat dilihat di sini dan di sini
- Upload dokumen di akun UGM secara bertahap
Tips: jangan mepet-mepet ya uploadnya. Karena bila sedang banyak orang yang mengakses website tsb di hari-hari terakhir, loadingnya akan sangat lama dan akan nyesek kalo ga jadi daftar hanya gara-gara hal tsb :-) Jangan lupa juga bahwa tidak ada berkas yang bisa disusulkan.
Selamat mendaftar!
Jangan menyerah sebelum mencoba.
Impossible is... I'm possible!
Tidak ada kata "terlambat" untuk belajar :-)
Saturday, 3 June 2017
[Bongkar Muatan] Night Skin Care Routine
Bismillah...
Alhamdulillah. Yeayness! Belakangan ini saya lagi seneng banget sama skin care routine Korea alias K-Beauty, mulai dari step-stepnya yang nyampe 10 buah (baw!), produk-produknya, dos & donts nya, sampe terbengong-bengong nonton salah 1 video di Youtube kinclongnya wajah orang koreanya sendiri, tampilan before afternya mereka, which means kinclong itu bisa diusahakan! Yosh! Semangat! Excitedddd *ala-ala geraldytan x'p
Jreng jreng! Ini adalah sederet skin care routine saya untuk malam hari sebelum tidur. Banyak juga ya :') Kalo dihitung-hitung ada 8 langkah yang harus dijalani *harap bersabar ini ujian :"P Saya sebenernya bener-bener pemula sepemula-pemulanya (apa coba ^^i), langsung excited gitu lihat skin care routine orang Korea, apalagi umur udah di daerah perbatasan-perbatasan NKRI gitu (artiin sendiri aja lah ya) jadi harus ekstra ngebut mulainya, because time is wrinkle *lahhh #qotd #quoteoftheday :"D
| Ki-Ka: micellar water, facial wash, toner, essence, serum, lotion, sleeping pack, eye cream |
1. Cleansing
| Ki-Ka: Garnier Micellar Water, Wardah Lightening Creamy Foam |
1ST CLEANSING
Langkah pertama saya pakai micellar water untuk menghapus make up sebagai langkah pembersihan awal sebelum facial wash. Micellar water di sini saya pakai dari Garnier yang tutup botolnya warna pink. Kulit saya sebenarnya normal-normal aja, ga mudah muncul jerawat, ga berminyak lebay-lebay amat tapi juga ga kering-kering banget kecuali di beberapa tempat seperti pinggiran hidung bawah di kanan kirinya, jadi saya pengen pake yang tutup botolnya pink. Kenapa pakai micellar water? Karena noda make up itu, ternyata oh ternyata, seringkali belum bersih benar kalo langsung cuci muka dengan facial wash, masih bersisa-sisa tipis. Lagipula micellar water itu lembut untuk di area mata & bibir (kecuali kalo pake make up water proof lebih disaranin pake eye & lip make up remover khusus ya, itu lho yang cairannya suka kepisah jadi 2 lapisan). Garnier Micellar Water ini saya senengnya karena terjangkau baik di kantong :"" maupun daerah peredarannya, bisa diketemukan di minimarket terdekat, ga perlu ngemall dulu.
Micellar water ini hampir ga ada wanginya, salah 1 yang saya sukai. Harganya lebih terjangkau dibanding Bi*d*rm* (udah tau lah ya) jadi ga nyesek-nyesek banget.
2ND CLEANSING
Langkah kedua dari cleansing saya pakai facial wash dari Wardah yang Lightening Creamy Foam. Untuk facial wash Wardah saya kadang suka ganti-ganti, kadang pake yang warna biru muda polos (namanya lupa apa), kadang pakai yang ini. Sejauh ini saya ga mudah alergi & cocok-cocok aja, tergantung lagi pengen pake jenis yang mana, ga ada kebutuhan khusus banget. Facial wash ini ga membentuk busa berlebihan. Wanginya sedang-sedang aja, ga menyengat tapi juga bukan bau yang saya tidak sukai.
2. Toner & Essence
| Ki-Ka: The Face Shop Chia Seed Soothing Mist Toner, SK II First Treatment Essence |
Toner yang saya pakai adalah The Face Shop Chia Seed Soothing Mist Toner. Jadi toner ini berbentuk spray. Botolnya ringan dari plastik. Sebenernya saya baru mulai pakai toner Face Shop ini jadi belum bisa bicara banyak. Sejauh ini tonernya enak, konsistensinya hampir seperti air, bukan yang sticky annoying gitu. Wanginya samar, hampir seperti ga ada wangi. Menurut beauty adviser (BA) counternya, mist toner ini juga bisa dipakai seperti face mist. Chia Seed ini pernah dilakukan percobaan bahwa ia bisa menahan air sehingga dianggap baik untuk mempertahankan hidrasi kulit.
Baru-baru ini saya tahu ada tren yang lagi hits di Korea mengenai pemakaian toner sampai 7 lapis! Wew! Saya udah pernah coba 2x momen. Memang dikatakan toner jadi agak boros pemakaiannya, namun setelahnya jadi tidak perlu memakai lotion, cream dst dsb karena kulit sudah terhidrasi dengan baik. Saya cukup puas setelah bereksprimen pakai toner 7 lapis. Tapi untuk beberapa momen seperti sebelum berangkat kerja, saya lebih memilih pakai step biasa aja. Pemakaian toner 7 lapis bisa dipertimbangkan di saat melakukan night skin care karena waktu lebih leluasa. Tapi saya tetep ga mau skip step selanjutnya. Serum, dst dsb teteup saya pakai hehe..
Lanjut ke essence. Yang saya pakai adalah SK II First Treatment Essence (FTE). Gemes banget botolnya bunga sakura gitu x-D Ini baru pertama kali saya gunakan juga, udah sekitar 2 mingguan. So belum bisa berkata banyak juga. Menurut banyak (banget) review, hasil pemakaian SK II ini memuaskan banget. Walaupun ga sedikit juga yang muncul beruntusan. Tergantung kulit masing-masing, cocok atau ga nya. Untuk wangi, agak asem-asem gimana gitu, karena kandungan Piteranya itu kali ya. Saya di awal memang sedikit terganggu. Tapi selanjutnya udah terbiasa jadi oke-oke aja.
Berhubung harganya yang sangat pricey, saya pake dikit-dikit aja, 3-4 tetes tiap pemakaian. Dan kalo pertama kali pakai, buat lebih amannya, beli size kecil aja dulu misalnya yang 30mL atau 75mL jadi kalo di kulit ga cocok (alhamdulillah di saya sampe sekarang cocok-cocok aja) ga bakal nyesek-nyesek banget. Lalu saya juga jadi mikir beribu-ribu kali buat repurchase ini (kalo ada yang mau ngadoin boleh banget hahahhh) :""" Intinya kalo ada hasil yang bermakna, saya akan repurchase setelah mikir berpuluh-puluh kali (lebih kecil dari beratus-ratus kali ;-D).
3. Serum, Cream, Sleeping Pack
| Ki-Ka: Innisfree Green Tea Seed Serum, Innisfree Green Tea Seed Cream, Innisfree Green Tea Sleeping Pack |
Kali ini saya pakai green tea series dari Innisfree ^_^
Lalu Green Tea Seed Cream yang saya tampilkan di foto adalah yang travel size. Saya sayang-sayang pakenya karena enak & sepertinya udah mau habis :""" Sebelum cari pengganti ini atau nerusin cream green tea ukuran wadah normal, saya hemat-hematin aja deh pakenya.
Untuk sleeping pack, saya pakai yang green tea juga. Wanginya juga enakkkkk, bikin rileks, lembut di wajah. Ada beads nya juga yaitu butiran-butiran kecil yang hancur saat kita gosokkan di wajah. Segera post pemakaian, ada terasa sensasi dingin. Bikin tenang deh pokoknya. Paginya saya cuci bersih dengan air. Wajah jadi kenyal & lembut. Oya sleeping pack ini saya pakai berselang-seling dengan green tea cream. Misal malam ini pakai sleeping pack, besok malam gantian pakai yang cream, dst dst. Lebih sering sih saya pakai sleeping pack karena lebih segar & dingin aja ^_^ Suka deh!
4. Eye cream
| Solusi Eye Cream with Grape Seeds & Licorice Extract |
Eye cream yang saya gunakan adalah merek lokal yaitu Solusi Eye Cream with Grape Seeds & Licorice Extract, keluaran Martha Tilaar. Berhubung ini merek yang saya baru tahu (ini kapan keluarnya ya? Perasaan tahun 2016 lalu belum ada), saya belum nemu banyak review yang membahas ini. Untuk pemakaian, before & afternya saya belum bisa melihat perubahan. Namun saat ini fokus saya adalah untuk menghidrasi daerah sekitar mata agar waktu depannya tidak cepat keriput. Yang saya suka dari Solusi Eye Cream ini, konsistensinya ga terlalu thick jadi gampang untuk diapply. Ada krim Biokos keluaran Martha Tilaar juga sebenernya, yang sempat saya tertarik untuk beli wanignya enak bangettttt, tapi ternyata saat coba tester, konsistensinya thick & agak susah disebarin di kulit. Berhubung kulit sekitar mata tipis, sensitif & ga bisa sembarangan dikucek-kucek, jadi lah saya pilih eye cream dari Solusi ini.
Solusi Eye Cream ini punya wangi anggur yang lembut. Kalo digabung sama Innisfree Green Tea Series di atas, wanginya ga match ya. Saya kurang sreg sebenernya :""" Tapi berhubung adanya ini, pengen saya habiskan dulu, jadi ya udah it's okay lah masih bisa saya tolerir.
***
Jadi sekian itu aja night skin routine-nya. Kalo kamu punya kesan post pemakaian produk-produk di atas, saran-saran, atau punya rekomendasi produk lain, share di komen ya. Trims :)
Thursday, 4 May 2017
[Bongkar Muatan] Innisfree Haul
Bismillah...
Finally saya balik lagi di blog yang udah berdebu ini. Kali ini saya mau ngebahas produk kecantikan dari Korea yang baru-baru ini saya buru di stand pertamanya di Indonesia, yaitu Mall Central Park, Jakarta Barat. Fyi, standnya ini baru buka bulan Maret akhir tahun 2017. Saat di mall saya berniat untuk berkeliling dulu dari lantai bawah. Ga disangka ternyata stand Innisfree memang ada di LG floor. Daripada keliling ga jelas, langsung saya cus buat ngisi energi di salah 1 resto burger, lalu langsung liat-liat dimari x-D
Btw kenapa saya pilih Innisfree? Karena kandungan Innisfree ini terdiri dari bahan alami, bebas paraben (yang mana harus banget dihindari oleh ibu hamil karena diperkirakan menyebabkan kelahiran prematur), kandungan hewan, saya jadi makin excited (halah! :p) buat nyobain produk-produknya. Lagipula jarang saya beli produk kecantikan, dari luar ngeri terutama dari Korea yang notabene hampir ga pernah saya lirik. Saya suka paper bagnya yang terbuat dari kertas, berasa natural membumi gitu.
| Innisfree Haul #menujukinclong2017 :-d |
![]() |
| 5 Free system : bebas paraben, pewarna artifisial, minyak mineral, bahan hewani, urea imidazolidinil |
1) Green Tea Seed Serum Special Kit
| Innisfree Green Tea Seed Serum Special Kit |
| Ki-Ka: Serum, Cleansing Foam, Cream |
Saya mau beli Innisfree Green Tea Seed Serum yang merupakan salah 1 produk bestseller, ternyata ada mba-mba yang baik ngasi tau kalo ternyata ada special kitnya. Jadi beli idr 340k serumnya gratis dapat cleansing foam & creamnya. Gimana ga happy kalo beli idr 340k bisa dapet 3 buah produk begini? :"D Walaupun kemasannya ga gitu besar, tapi lumayanlah. Untuk dibawa travelling juga ga terlalu besar & ngabisin tempat. Beberapa hari lalu saya searching lagi di website olshop & juga althea, harga 1 botol green tea serum saja sekitaran idr 260k. Jadi saya merasa lumayan beruntung bisa dapat bonus 2 produk begini,
Kesan setelah pemakaian
Sampai postingan ini saya buat, saya udah coba serum 2x & cream 1x. Wanginya ga menyengat, khas green tea. Kalo baru 1-2x coba memang belum nampak perbedaan dibanding awal. Goal saya sementara ini agar kulit lebih sehat & terawat dibanding sebelumnya. Lebih bagus lagi kalo kulit jadi lebih cerah, halus & kenyal seperti p*nt*t bayi #eaaaa :-P
2) Innisfree It's Real Squeeze Mask
| Innisfree It's Real Squeee Mask |
Saya beli 9 buah, 3 di antaranya adalah green tea (saya begitu excited dengan produk yang ada grinti-grintiannya x-D). Rasa (((((RASA))))) lain yang saya beli adalah rose, black berry, kiwi, aloe, strawberry, shea butter (yang jelas bukan rasa yang dulu pernah ada *ehhh :D). Beberapa hari setelah ke Central Park, saya baru lihat review orang lagi, ternyata yang rose & rice adalah produk favorit pemirsa. Saya jadi agak sedih :') Tapi gapapa, nanti dicobain satu persatu aja, mana tau ada rasa lain yang bikin nyantol.
Mask sheet ini kemasannya halus seperti bahan dove gitu. Tampilannya segar & menarik hati, rasanya pengen nyoba semua rasa tapi apa daya masih shanggup untuk segini dulu aja. Di Central Park saat itu harganya idr 19k per kemasannya. Saya lihat di website olshop ada yang jual idr 18k bahkan idr 15k! Hmmmm ya uwis gapapa lah, kalo di website olshop belum lagi termasuk ongkirnya ye kan...
Kesan setelah pemakaian
Sampai postingan ini dibuat, saya belum cobain 1 pun mask sheetnya karena sayang & pengen ngabisin stok mask sheet lain dulu, baru coba ini :"D
![]() |
| Tampilan belakang Innisfree Its Real Sueeze Mask rasa rose |
3) Innisfree No-Sebum Mineral Pact
| Innisfree No-Sebum Mineral Pact tampak depan |
![]() |
| Kotak kemasan tampak belakang |
Produk bestseller lainnya adalah Innisfree No-Sebum Mineral Pact, yang mana bisa mengontrol sebum di wajah. Di kemasan bedak ini terdapat tulisan 6 Free System, 1 laginya adalah free talc. Bedak ini ada 1 bentuk lagi yaitu loose powder. Karena agak berantakan, saya lebih memilih mineral pact ini sehingga lebih praktis, walaupun harganya lebih mahal yaitu idr 180k kalo ga salah. Bedak ini berwarna putih, namun kalo diaplikasikan ke wajah, ia menjadi transparan. Wanginya sedikit terasa seperti wangi herbal,
Kesan setelah pemakaian
Di saya hampir tidak tercium wangi tsb sehingga di saya nyaman saja pemakaiannya. Di suatu momen, wajah saya sangat berminyak kalo pakai mineral pact ini tanpa dialasi dengan foundation apa-apa. Di lain waktu lagi, saya pernah coba pakai DD cream merek lain + mineral pact ini, hasilnya tidak terlalu berminyak dibandingkan DD cream + loose powder merek lain (tidak pakai mineral pact). Saat ini saya masih di tahap eksperimen, Saya ingin mencoba bagaimana kalo pakai compact powder merek lain yang saya punya, lalu ditimpa dengan no-sebum mineral pact.
4) Innisfree Cushion Case & Refill
| Innisfree Cushion Case |
![]() |
| Tampak belakang refill Innisfree Water Fit Cushion |
Cushion case Innisfree udah banyak kita tahu kalo motifnya lucu-lucu & beragam pilihan pula, sampe bingung mau yang mana. Akhirnya pilihan jatuh ke motif polkadot. Langkah pembeliannya ada 3: beli cushion case, beli isi cushionnya, beli cushion puffnya. Di sini saya ga beli cushion puffnya karena di rumah ada 1 yang punya cushion merek lain & bakal dicuci nantinya haha *hemat mode on. Untuk cushion refillnya saya beli yang Water Fit cushion warna pertengahan, N23 atau true beige. Idah ada SPFnya sebesar 34.
Water Fit Cushion ini berfungsi untuk melembabkan, cocok untuk kulit normal sampai kering. Sayangnya sepertinya saya salah beli, harusnya saya beli yang long wear saja yang ga gampang luntur kalo cuaca lagi terik, secara Indonesia ini negara dengan iklim tropis, berbeda dengan Korea yang 4 musim, mayoritas musim bersuhu sejuk sampai dingin. Beberapa waktu lalu pernah beli BB cushion merek lain, sering bermasalah karena gampang luntur di cuaca terik. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, mungkin Innisfree (atau BB cushion lain) menyesuaikan dengan cuaca di negara mereka yang dingin & kering sehingga butuh BB cushion yang melembabkan/moisturized.
Kesan setelah pemakaian
Sampai postingan ini dibuat, saya belum nyobain BB cushion ini jadi belum bisa kasih opini hehehe...
5) Innisfree Green Tea Fresh Special Kit
| Innisfree Green Tea Fresh Special Kit tampak depan |
| Ki-Ka: toner, essence, cream |
Target saya ke stand Innisfree sebenarnya cuma beli ke-4 jenis barang di atas. Ternyata ini adalah bonus kit kalo belanja dengan total sebesar idr 600k. Sebenarnya ada 1 pilihan bonus lagi kalo belanja sebesar idr 600k yaitu 2 buah sheet mask. Cuma saya lebih memilih bonus yang Fresh Special Kit ini saja. Ada lagi bonus belanja idr 900k bisa dapat poster Lee Min Ho atau Lim Yoo Na (brand ambassadornya Innisfree) + tas khusus, ternyata lagi habis jadi saya ga bisa dapat tasnya. Kalo posternya sih saya kurang minat, hehehe...
Ada lagi berbelanja idr 300k berapa gitu, bisa dapat bonus juga. Tapi saya ga tau dapat bonus apa & angka belanja saya ga nyampe angka idr 300k sekian itu. Pulang dari sini saya baru nyesel kenapa saya ga beli Green Tea Sleeping Mask & Jeju Volcanic Pore Clay Mask (yang merupakan produk bestseller juga). Hiks... :"D Ya udah gapapah.
Balik lagi ke bonus tadi, jadi ternyata Green Tea Fresh Special Kit ini adalah untuk jenis wajah berminyak. Kalo tipe wajah lain beda lagi namanya (wajah kering pakai yang Moisture series, untuk wajah kombinasi pakai yang Balancing series).
Jadi special kit ini terdiri dari toner, essence & cream; yang mana saya masih belum mengerti apa perbedaan antara essence & cream. Ada yang bisa menjawab? Hehe. Kemasannya kecil, travel friendly gitu, bisa dibawa ke mana-mana.
Kesan setelah pemakaian
Saya masih sayang untuk pakainya kalo belum perlu atau pengen betul, sambil mencari tahu juga apa beda essence & cream tsb, haha. Yang jelas, dapat bonus begini, saya happy! :-D
***
Sebenarnya dengan total pembelanjaan sekitar idr 900k, ini sesuatu yang wah buat saya sebagai orang yang baru kali ini aware dengan perawatan wajah & make up, apalagi beli produk yang katanya bagus macam SKII atau Kiehls, dsb. Tapi menurut para beauty blogger, Innisfree ini termasuk murah & bahannya alami pula. Yang saya salutnya, kemasan Innisfree ini bisa direcycle, lalu kotak produknya dicetak dengan tinta kedelai (soy ink)!
Belanja langsung di stand Innisfree vs di olshop memang ada kelebihan & kekurangannya masing-masing. Misalnya kayak saya tadi, pas beli Green Tea Serum ternyata idr 340k bisa dapat bonus 2 produk lainnya (yang saya ga tau sampai kapan promo ini berakhir). Terus produk di stand bisa langsung kita coba dari sampelnya, kita rasain wanginya, konsistensinya, liat dengan mata langsung memang lebih memuaskan hati. Lalu kalo belanja di olshop, ga usah susah-susah ke mall, terutama yang di luar Jakarta ga usah susah-susah terbang ke Jakarta buat ke sini. Tinggal klik sambil duduk manis di rumah (atau di manapun), barangnya langsung dikirim sampe ke rumah deh. Harga produk di olshop ada beberapa yang lebih murah, misalnya sheet mask di olshop ada yang idr 18k bahkan 15k, tapi di stand langsungnya idr 19k. Tinggal kitanya aja yang milih mana cara pembelian yang kita sukai.
Kalo ada pembaca yang punya komen tentang Innisfree, gimana kesan setelah pemakaian produknya dll dkk, bisa langsung komen di bawah ini. Thx ya :-)
Thursday, 9 March 2017
Tentang Kerajaan Arab
Bismillah.
Saya dapat tulisan ini copas dari fb. Wajib baca pakai banget. Saya berharap Indonesia bisa seperti ini suatu hari nanti, entah kapan.
*****
Tulisan seorang teman, tentang pengalaman pribadinya selama di KSA (KINGDOM SAUDI ARABIA), panjang, tapi menambah wawasan dan sangat inspiratif, ditulis atas permintaan teman jg 😄
Dear Bu Wigati, Pak Benny, sesuai janji saya, saya buat tulisan tentang pengalaman saya tinggal di Saudi Arabia, beberapa hal yang membuat saya jadi tahu islam yang sunnah. Tentunya ini hanya pengalaman pribadi dan sangat mungkin subjective, dan ini hanyalah sebagian kecil contoh saja. Jangan terlalu digeneralisai dan diperdebatkan.
Assalamu Alaikum warohmatullohi Wabarokatuh.
Tulisan ini saya buat bukan karena euforia kedatangan Raja Salman ke Indonesia, tapi mungkin sebagai renungan dan pengingat untuk saya, sebenarnya islam seperti apakah yang rahmatan lil Alamin itu..
Saya hanya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya selama hidup di KSA (Kingdom Saudi Arabia) kurun waktu 2008 - 2012. Semoga menjadi bahan pencerahan buat yang membacanya, seperti apakah sebenarnya KSA itu.
Sebenarnya sama sekali tidak ada pikiran atau niatan saya, untuk tinggal di KSA, sampai pada suatu saat saya mendapat tawaran kerja di Jeddah, KSA, sebagai seorang IT Manager di sebuah perusahaan FCMG, perusahaan yg cukup besar dan memiliki banyak kantor cabang di KSA. Waktu itu perasaaan saya biasa2 aja, seperti seorang yang mendapat pekerjaan di LN, gaji gede, bebas pajak, dll. Hanya untuk perbaikan kehidupan, itu saja. Tidak lebih.
Saya sendiri bukanlah seorang yang sangat agamis, malah lebih cenderung moderat. Waktu itu saya tidak tau apa itu Wahabi, apa itu Sunnah, Syiah.. saya bener2 buta soal itu, karena selama bekerja di Indonesia tidak ada pikiran tentang itu, yang saya tau, sebagai muslim, ya sholat, puasa, zakat, haji..pengajian, zikir akbar dsb.
Dalam segala kebutaan soal-soal islami itu, saya berangkat ke KSA untuk bekerja, saya berangkat terlebih dahulu, keluarga menyusul setelah saya merasa settle di sana.
Selama tinggal di KSA, saya mulai merasakan ada sesuatu, ada sesuatu yang saya sendiri ga tau itu apa, yang kadang membuat saya terheran2, terpana, merenung tentang kehidupan Islami orang2 arab saudi ini.., untuk lebih singkatnya saya akan buat menjadi beberapa point, di mana setiap point itu yang membuat saya berusaha menjadi seorang yang menjalankan sunnah. Walaupun prosesnya tidak serta merta, tetapi melalui pemahaman yang panjang, hidayah yang turun naik, saya menganalisa dari point2 pengalaman saya dihubungkan dengan dalil dalil sunnah yang baru saya pelajari dikemudian hari.
Semoga cerita menjadi petunjuk untuk yang mengerti, seperti inilah kalau mau jadi kaya, baik dalam lingkup individu dan lingkup negara. Negara tandus yang diberkahi Allah Subhana Wata Ala, sudah sukup menjadi contoh dan bukti kebenaran akan janji Allah.
1. Orang Arab bodoh2 dan malas
Stigma ini sudah saya dengar sejak lama, itu juga yang jadi pegangan saya waktu berangkat, makanya kenapa banyak tenaga kerja asing, karena mereka malas2.. katanya, geblek, ngeyel, susah dll.... sampai saya melihat sendiri betapa santai dan malas nya mereka, jam 9 masuk kerja, jam 10 sudah keluar kantor, ngopi2 dulu, kerjaan bisa berhari hari selesai, dan lain lain.
Tapi..
Yang saya heran didalam kemalasan dan santai nya hidup mereka, tapi saat Dhuha dan adzan sholat berkumandang, mereka bergegas untuk pergi ke Masjid, tidak ada kompromi, walaupan sedang rapat/meeting, mengerjakan sesuatu, pokoknya tidak ada tawar menawar, saat waktu sholat, orang2 arab sudah menghilang, hanya 1 -2 pekerja yang tinggal di kantor dan kebanyakan mereka bukan orang Arab, seperti India, Pakistan, Philipine..
Dari renungan saya, ternyata..
Al Qur’an surat At-Thalaaq: 2-3: “…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada diduga-duga…”
Pekerjaan bukanlah sesuatu yang utama buat mereka, mereka sangat meyakini sekali rezeki itu dari Allah, kadang bekerja itu buat mereka hanyalah sesuatu yang dilakukan untuk menunggu waktu sholat, sangat kental sekali bagaimana mereka itu benar2 mengutamakan sholat.
Kenapa Arab Saudi, negeri gurun tandus, kering, tetapi penduduknya kaya2 semua? Hidup mereka sangat terjamin, walaupun mereka tidak memiliki skill yang tinggi, pekerjaan yang biasa2 saja, tapi tetap saja hidup mereka lebih baik. Bicara soal kekayaan Alam, seperti minyak bumi, Negri (indonesia) kita juga ada minyak, ada emas, ada batubara, ada hutan, ada kayu, ada hujan, ada pertanian, tetapi kenapa orang2 arab saudi ini tetap lebih kaya, hidup lebih santai, dari mana mereka dapat uang? Aneh kan?
bandingkan dengan kita di Indonesia, semua orang bekerja keras untuk bisa mendapatkan uang, berangkat kerja pagi2 buta, malah ada yang baru azan subuh sudah berangkat, semata2 hanya untuk mengejar rezeki.
Orang2 arab ini, tidak harus berangkat kerja subuh, subuh waktunya sholat, jadi kadang mereka tertawa kalo saya cerita di jakarta, banyak orang yang sudah jalan kerja lepas subuh...
Di sini saya semakin penasaran, apa sih sebenarnya rahasia hidup mereka?
Di balik santai nya mereka, yang kita sebut malas, ternyata mereka adalah orang2 bertaqwa, pemerintahnya juga pemerintah yang bertaqwa, mejalankan hukum2 syariah, bayangkan orang yang bertqwa saja akan mendapatkan rezeki yang tak terduga, bagaimana kalau pemerintahan yang bertaqwa? rezeki bangsa lebih banyak dan tak terduga, siapa yang menduga, Arab Saudi bisa punya banyak minyak? yang menemukan minyak juga orang Amerika di sana, bukan arab, yang susah payah cari minyak itu orang2 kafir, si Muslim bertaqwa ini hanya menikmati hasil nya..., hebat bukan? saya rasa ini janji Allah sesuai surat di atas,
Nah, kalo ada minyak pasti ada uang, uang yang sangat banyak, uang nya untuk siapa? ya untuk penguasa Arab ya? Tapi alhamdulillah, karena penguasa Arab ini (Keluarga Saud) adalah orang2 yang sangat menghormati Ulama, pengelolaan uang di atur sesuai hukum syariah, ada Zakat, tidak ada pajak, ada tunjangan untuk rakyat miskin, pembangunan Masjid Haram, dan semakin mudahlah rakyat mereka mendapatkan uang. Dari uang ini juga, ummat islam memiliki tempat ibadah suci yang paling moderen di dunia, bandingkan dengan tempat suci agama2 lain..
Arab saudi sangat melindungi warga aslinya, gaji pegawai negri, minimal 8000 riyal untuk tingkatan paling rendah, gaji standard guru biasa, bisa 2x nya, saya pernah tanya petugas telkom yang benerin kabel di depan apartemen saya, orang Saudi, saya tanya gajinya..,dia bilang gaji saya kecil, cuma 8000 riyal..., weleh..., untuk seorang pengangguran warga Saudi Asli, akan mendapat tunjangan 3000-4000 riyal tergantung kondisi mereka, punya anak atau tidak. Asal tau saja satndard gaji pembantu indonesia, itu 800 riyal (sebenarnya 1500, tapi dipotong asuransi dll) .., jadi bisa bayangkan tidak, seorang pengangguran di saudi bisa dan mampu membayar pembantu.
Kembali ke masalah kerja, saya merasa ada yang salah dengan kehidupan kita, berangkat pagi2 subuh tapi rezeki ko cuma segitu2 aja.., kenapa?
Saya membaca buku Satanic Finance, Tulisan A Riawan Amin, mantan direktur bank Muammalat, mungkin bisa membuka pikiran kita, dari buku ini saya baru menyadari "Riba/interest/Bunga" akan mengakibatkan "orang2 akan bekerja lebih keras, lebih giat, karena mereka harus mendapatkan uang lebih untuk membayar bunga hutang-hutang mereka".
Bisa kita bayangkan, di Indonesa, Suami kerja, Istri kerja, berangkat pagi2, bermacet macet dimotor, berjejal jejal di KRL dan Busway, untuk apa? hanya untuk mendapatkan uang untuk membayar cicilan rumah, cicilan mobil, asuransi, kartu kredit, dan hutang-hutang lainnya. Bertahun2 mereka melakukan itu supaya lunas, tapi apakah seperti itu tujuan hidup kita, setelah hutang lunas, kita terkena sakit, tua dan akhirnya di wariskan, syukur kalo sudah lunas, kalo belum, kasihan anak2 kita...
Itulah jahatnya riba, saya baru mengerti kenapa Allah sangat mengharamkan riba, dosa besar.
Di Arab Saudi, praktik Riba sangat dilarang, baik di bank2 maupun di tempat lain, mereka memang menawarkan juga kredit2 untuk rumah dan lain2, tapi tetap dalam koridor syariah yang murni. Saya pernah mendengar berita ada sebuah bank Asing, ketahuan melakukan praktik riba, oleh pemerintah Saudi bank tersebut ditutup selama 2 bulan, untuk dilakukan audit dan pemeriksaan, dan mereka memberikan denda sebagi sanksi. begitulah cara Pemerintah Saudi melindungi rakyatnya agar tetap Syarii.
Di Indonesia? ga usah warganya, pemerintahnya saja sudah banyak hutang dan ribanya harus di bayar bertahun tahun.., gimana mau jadi thoyibatun marobun gofur..?
Surga di telapak Kaki ibu.
Orang Arab itu bodoh..., itu stigma yang saya dapat sebelumnya, point ini juga yang membuat saya terbuka hati dan iman saya mengenal rahasia hidup sunnah. Sebagai seorang manajer, saya tentunya mempunyai beberapa orang staff, ada orang Yaman, Ada India, ada Arab. Tentunya yang saya ceritakan adalah staf yang orang Arab ini, masih muda, tinggal bersama orang tua nya. Suatu hari dia tidak masuk, tanpa kabar yang jelas, padahal saya perlu dia. Kemudian saya telpon dia untuk menanyakan kenapa dia tidak masuk hari ini. Dia bilang badan nya agak kurang sehat, tapi di menjelaskan walaupun kurang sehat sebenarnya masih kuat untuk ke kantor. So saya bilang kenapa ga ke kantor saja?, saya perlu kamu. Agak kesal juga saya mendengarnya (dasar Arab males..). Dengan sangat sopan tapi yakin dia menjawab, tidak di izinkan oleh "ibunya". WOW.. makin kesel saya, agak sedikit mengancam saya memaksa dia untuk masuk.., Dan ini jawaban anak Arab itu yang membuat saya terpana... " Malis Mudir" (Maaf Boss), saya lebih baik dipecat sama anda, daripada saya melawan keinginan ibu saya, beliau memaksa saya untuk istirahat dan tidak berangkat, buat apa kerja kalau tidak didoakan ibu saya... PLAK.. serasa ditampar muka saya. Ummi is everything, ummi is the boss.. Hanya orang yang beriman tinggi yang meyakini sunnah dan hukum Allah yang berani bicara seperti ini, dia masih jauh lebih muda dari saya. Allahu akbar, saya jadi ingat sama ibu saya, kalau kita di Indonesa, permintaan ibu seperti itu tidak akan kita anggap, malah kita akan memarahi ibu kita, atau protes atau menentang nya, "Kalo ibu larang, saya pasti dipecat dong bu..." atau semacam nya... , Masya Allah.
Anak muda Arab ini sangat yakin, bahwa ibunya lah, doa ibunya lah yang akan bisa menyelamatkan dia, bukan si Boss dikantor.
Kadang dari sudut pandang orang sekuler, menuruti keinginan ibu yang ga jelas itu, adalah suatu kebodohan, ya kebodohan, spt bayangan saya terhadap anak Arab itu, bego banget sih?. Setelah sekian tahun saya menyadari, ternyata kebodohan yang fatal sebenarnya adalah melawan dan menyakiti ibu.
Banyak anak2 zaman sekarang yang hidupnya hancur, berantakan, karena melawan dan menyakiti ibunya, atau ibunya tidak mampu mendoakan anak2 nya, karena buta agama.
Di Arab, saya bisa melihat begitu besar bakti anak kepada ibunya, pada saat umroh, saya pernah melihat seorang laki2 yang mendorong ibunya dengan kursi roda melawan arus jalan orang yang ramai, laki2 itu di marahi oleh orang2 yang lewat, tapi dia tetap tidak peduli, dia hanya ingin menuruti keinginan ibunya untuk didorong ke arah yang berlawanan. Demi seorang ibu dia ikhlas dimarahi orang2, yang penting keinginan ibunya terpenuhi... Masya Allah.
Kotak Amal..?
Di Indonesia, kalo kita sholat jum'at, atau ada majelis dll, pasti didedarkan sebuah kotak, kotak yang ada lubang nya seperti celengan, itulah kotak amal. Pertama kali saya jumatan di sebuah mesjid di Jeddah, saya juga berpikir akan mengalami hal yang sama, saya sudah menyiapkan beberapa lembar uang riyal untuk saya masukkan nantinya kekotak amal. Setelah sholat jumat, saya baru sadar ternyata tidak ada kotak amal, padahal saya sudah niat sedekah. Saya clingak clinguk mencari kotak, tapi sama sekali tidak ada. Alhasil, saya bertanya kepada seorang jemaah Arab, saya mau sedekah ke mesjid, dia sambil tersenyum menjelaskan, ga perlu, masjid2 di sini sudah ditanggung operasionalnya oleh orang2 kaya arab, mereka tidak perlu lagi meminta uang ke jemaah. Kalaupun ada malah masjid yang memberi uang kepada jemaah yang membutuhkan, jadi mesjid di sana biasanya menjadi tempat mengadu dan tempat memohoh bantuan. Dan menurut mereka, untuk ukuran pekerja asing spt kita, kita tidak diwajibkan bayar zakat, malah harusnya diberi infaq dan sedekah. Bayangkan, kita ini orang2 asing yang harus diberi sedekah, karena yang "berhak" memberi sedekah dan zakat adalah orang Arab si tuan rumah. WOW..
Ulama-ulama pun, kehidupannya dijamin oleh pemerintah, tidak harus menerima dari jemaah, jadi tugas mereka penuh hanya untuk mendidik rakyat dan ummat untuk menjadi muslim yang sunnah dan syarii..
=Alhamdulillah ke banjiran..dan kecopetan.
Orang Arab yang Aneh.. mungkin kita berpikir seperti itu.
Salah satu ke-Ihsanan yang tinggi adalah menyikapi musibah dengan bersyukur (ini saya dapat dari salah satu Ustadz Sunnah di Jakarta baru2 ini).
Saya benar2 mengalami hal di atas saat dulu waktu di Arab, dan belum menyadari ilmu ini.
Saat itu saya ingat banjir besar di Jeddah, tahun 2011 awal, beberapa rumah dan apartement terendam banjir, mobil2 terbawa arus, buat mereka ini sesuatu yang luar biasa.
Salah satu orang Arab kenalan saya, rumahnya juga hancur terendam banjir, sebagai teman saya ingin menyampaikan keprihatinan saya. Yang saya heran dia hanya mengucapkan 'Alhamdulillah, Alhamdulillah', berulang ulang. Waktu saya berpikir apa mungkin dia menjadi stress ya?.. aneh juga ...
Kejadian ke dua, saat istri saya mengalami musibah kecopetan.
Karena yang hilang adalah surat2 penting, seperti ID-Card maka kami harus melaporkan ke Polisi.
Setelah membuat laporan dihadapan Kepala Polisi tersebut hanya mengatakan, 'Alhamdulillah, Alhamdulillah'. Saya masih belum mengerti apa maksudnya, istri saya juga, dia menjadi kesal karena kita mendapat musibah ko dia malah bilang Alhamdulillah...
Ya begitulah, cara2 islami orang Arab dalam mensikapi musibah. Mereka selalu menunjukan dengan rasa syukur bukan minta dikasihani dan berlarut larut dalam kesedihan.
=Doa untuk jenazah.
Beberapa kali saya mendatangi kerabat yng meninggal di Arab, pernah orang indonesia, pernah juga orang Arab. Jarang sekali saya dapati, ada jenazah disemayamkan di rumah, prosesi pemandian, pengkafanan tidak dilakukan dirumah/ apartemen. Tapi ditempat khusus. kemudian langsung di bawa ke masjid untuk di sholatkan, lalu dimakamkan. Untuk beberapa orang Arab yg khusus, ada yang sengaja dibawa ke Masjidil Haram untuk disholatkan di sana. Kebetulan ada orang tua pemilik perusahaan tempat saya bekerja meninggal dan kami turut pergi ke Mekkah untuk mensholatkan orang tua beliau di Masjidil Haram. Pada waktu sholat, ternyata ada beberapa jenazah lain yang akan disholatkan juga didepan ka'bah. Yang menarik pada waktu jenazah akau diletakkan di depan Ka'bah, ratusan jemaah berebutan untuk mengusung jenazah2 tersebut, kita tidak mengenal siapa mereka, dan merekapun tidak mengenal siapa jenazah yang mereka usung. Saya merasa agak aneh, saya pikir mereka bagian dari keluarga, ternyata tidak. Mereka berebutan satu sama lain untuk memegang tandu jenazah untuk dibawa ke depan Ka'bah. Setelah saya tanyakan kenapa seperti itu, teman saya menjelaskan, pahala mengusung jenazah itu sangat besar apalagi kalau jenazah orang mulia dan ini kita berada di Masjid Haram, pahala nya akan dilipatkan lebih besar lagi. (ini yang tidak ada di indonesia, kalau perlu kita bayar orang untuk mengusung jenazah keluarga kita, soalnya berat)
Satu hal lagi yang menarik pada prosesi pemakaman, setelah jenazah dikuburkan, jemaah diperkenankan berdoa, tetapi mereka menekankan dengan tegas, berdoa menghadap kiblat, tidak menghadap ke kuburan.
jadi semua orang yang ada dikuburkan, berdiri ditempat masing2, berdoa menghadap kiblat, tidak seperti di Indonesia, kita berdoa disekeliling kuburan mayit. Mereka sangat mengingatkan hal ini, terkait dengan kemungkinan ada nya unsur syirik, kalau berdoa menghadap kuburan. Subhanallah..
=Kesetaraan jender, family country...
Hak-hak perempuan sangat rendah di Saudi Arabia, itu yang sering kita dengar. Termasuk pemahaman saya juga saat itu, karena di Saudi, wanita tidak boleh menyetir, tidak boleh ke kuburan, dan lain-lain.
Hal itulah yang dibesar-besarkan oleh media barat dan pembela HAM.
Padahal kalau mau dipahami lebih dalam, kenapa mereka memperlakukan seperti itu? Karena perempuan adalah mahluk "Mulia", yang harus dilindungi, dilayani, didahulukan, dihormati. Sebagaiman perempuan sebenarnya. Mereka tidak perlu bekerja mencari nafkah (Janda2 disantuni pemerintah), tidak perlu antri, kalau ada perempuan mereka didulukan, yang laki2 harus ngalah.
=Beberapa pengalaman terkait masalah ini:
1. Pintu Mall yang utama hanya boleh dimasuki oleh perempuan dan keluarga, untuk single laki2 tidak boleh lewat pintu utama, harus lewat pintu samping yang jauuh.
2. Dalam urusan antri, golongan yang paling sial adalah para lelaki, mereka harus mengalah dan mundur kebelakang kalo ada perempuan, dalam beberapa situasi biasanya ada antrian khusus perempuan, dan biasanya mereka dilayani lebih cepat di bandingkan antrian laki-laki. Makanya kalo di Macdonald, Al baik, saya biasanya ajak istri saya, biar dia saja yang antri....
3. Dalam situasi apapun, perempuan selalu dibenarkan, walaupun mungkin membuat kesalahan, kalau ada masalah atau apapun, yang akan diminta tanggung jawab adalah laki-laki. Saya pernah melihat, seorang perempuan menyebrang sembarangan dan mendadak, menyebabkan mobil yang lewat menginjak rem sekuat2 nya, sehingga hampir terjadi kecelakaan, tetap polisi tidak akan menyalahkan perempuan.
4. Perempuan dan keluarga adalah segalanya. Kalau kita bepergian, kalo di indonesia, perempuan dan lelaki dalam satu mobil tidak akan menjadi masalah, beda di Saudi Arabia. Kalian akan dituduh zina, kecuali bisa membuktikan anda suami istri. Beda ceritanya kalo anda berdua dimobil dan didalamnya ada anak2, berarti anda adalah keluarga, untuk keluarga siapapun tidak bisa/berani menganggu, baik polisi, keamanan, keluarga selalu diutamakan. Mereka didahulukan di mana saja, di restoran ada tempat untuk Family/Women dan Man (mereka dipisah antara Bujangan, family/women). Buat yang masih bujangan, harus siap mental untuk dikebelangkangkan, dipinggirkan, dan dicurigai. Makanya cepat nikah..
=Tingkat keamanan yang tinggi.
Saudi Arabia, walaupun terdapat jutaan pekerja Asing, dari tukang sampah sampai direktur. Pemerintah nya sangat melindungi dan mendahulukan rakyat nya daripada kita para pendatang ini.
Dalam beberapa urusan administrasi kependudukan, antrian akan selalu dibedakan antara orang asing dan warga negara Arab dan antrian penduduk Arab asli akan didahulukan. (Beda dengan indonesia, china2 dan bule kaya diduluin, pribumi ngalah).
Belum lagi mengenai ktp untuk orang Asing (Iqomah), Saudi Arabia memiliki system online yang canggih untuk membuat orang asing tidak berkutik dan macam2, karena data iqomah kita langsung online ke data biometrik di imigrasi(Sidik Jari, kornea mata) dan apabila kita bikin SIM, data akan terhubung langsung.
Saya ada contoh, teman saya orang India, dia pernah melakukan pelanggaran lalu lintas dan kena tilang, tapi tilangnya dia tidak bayar2. Pada saat dia ingin cuti pulang ke negaranya, di imigrasi tidak dikasih keluar, dia harus bayar denda 2000 riyal, karena data tilang nya muncul di imigrasi. Itu baru data pelanggaran lalu-lintas, lalu bagaimana dengan data pelanggaran hukum lainnya, spt berkelahi, mencuri, dll.. pasti tercatat secara online. Kalau sudah berat, biasanya orang asing sudah tidak bisa masuk lagi ke Saudi, dan data orang ini juga bisa dicek di seluruh negara2 teluk, karena sistem informasi mereka saling terhubung. Walaupun mengganti nama di passport, tetap bisa dilacak dari sidik jarinya.
Contoh berikutnya adalah saya sendiri, waktu proses pembuatan SIM mobil di Saudi Arabia, setelah mengikut testing, pada waktu pembuatan SIM tidak ada proses foto, jadi saya berpikir di SIM itu tidak ada fotonya. Setelah SIM nya jadi, saya liat ada foto saya, saya heran kapan saya fotonya?..setelah saya amati dengan seksama, foto itu adalah foto saya waktu masuk pertama kali ke Arab Saudi, foto itu dibuat di imigrasi, jadi saya berkesimpulan data imgrasi saya langsung terhubung ke data SIM saya.
Bandingkan dengan indonesia, orang asing bisa bebas melakukan apasaja, menipu, mabok, buka warung, jualan narkoba, tanpa ada catatan di imigrasi, mereka bisa bebas kabur begitu saja, dan masuk lagi tanpa hambatan, apalagi sekarang banyak juga yang bisa bikin ktp palsu....
=Tidak ada gading yang retak.
Sebaik2nya sesuatu pasti ada kurangnya juga, di sana juga ada Abu Lahab dan Abu jahal, disamping ada orang2 baik hati. Ada polisi korup, ada tukang tipu, samalah dengan Indonesia atau negara lainnya. Jadi saya anggap, kalau suatu kejelekan atau aib itu bisa terjadi dimana saja.
Cerita ini saya tulis bukan untuk menjadi ajang perdebatan, tetapi saya berharap menjadi sumber inspirasi betapa negara yang berdasarkan Syariat Islam murni adalah tempat terbaik sesuai janji Allah. Tentunya tidak lepas dari keterbatasan ilmu dan wawasan, semua ini murni pengalaman pribadi dan tidak untuk merendahkan atau menjelek2an siapapun.
Saya mohon maaf sebesar2 nya kalau ada kesalahan kata2.
Wassalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh.
Ridwan
Proses hidayah menjadi sunah tidak sebentar.
Saya dapat tulisan ini copas dari fb. Wajib baca pakai banget. Saya berharap Indonesia bisa seperti ini suatu hari nanti, entah kapan.
*****
Tulisan seorang teman, tentang pengalaman pribadinya selama di KSA (KINGDOM SAUDI ARABIA), panjang, tapi menambah wawasan dan sangat inspiratif, ditulis atas permintaan teman jg 😄
Dear Bu Wigati, Pak Benny, sesuai janji saya, saya buat tulisan tentang pengalaman saya tinggal di Saudi Arabia, beberapa hal yang membuat saya jadi tahu islam yang sunnah. Tentunya ini hanya pengalaman pribadi dan sangat mungkin subjective, dan ini hanyalah sebagian kecil contoh saja. Jangan terlalu digeneralisai dan diperdebatkan.
Assalamu Alaikum warohmatullohi Wabarokatuh.
Tulisan ini saya buat bukan karena euforia kedatangan Raja Salman ke Indonesia, tapi mungkin sebagai renungan dan pengingat untuk saya, sebenarnya islam seperti apakah yang rahmatan lil Alamin itu..
Saya hanya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya selama hidup di KSA (Kingdom Saudi Arabia) kurun waktu 2008 - 2012. Semoga menjadi bahan pencerahan buat yang membacanya, seperti apakah sebenarnya KSA itu.
Sebenarnya sama sekali tidak ada pikiran atau niatan saya, untuk tinggal di KSA, sampai pada suatu saat saya mendapat tawaran kerja di Jeddah, KSA, sebagai seorang IT Manager di sebuah perusahaan FCMG, perusahaan yg cukup besar dan memiliki banyak kantor cabang di KSA. Waktu itu perasaaan saya biasa2 aja, seperti seorang yang mendapat pekerjaan di LN, gaji gede, bebas pajak, dll. Hanya untuk perbaikan kehidupan, itu saja. Tidak lebih.
Saya sendiri bukanlah seorang yang sangat agamis, malah lebih cenderung moderat. Waktu itu saya tidak tau apa itu Wahabi, apa itu Sunnah, Syiah.. saya bener2 buta soal itu, karena selama bekerja di Indonesia tidak ada pikiran tentang itu, yang saya tau, sebagai muslim, ya sholat, puasa, zakat, haji..pengajian, zikir akbar dsb.
Dalam segala kebutaan soal-soal islami itu, saya berangkat ke KSA untuk bekerja, saya berangkat terlebih dahulu, keluarga menyusul setelah saya merasa settle di sana.
Selama tinggal di KSA, saya mulai merasakan ada sesuatu, ada sesuatu yang saya sendiri ga tau itu apa, yang kadang membuat saya terheran2, terpana, merenung tentang kehidupan Islami orang2 arab saudi ini.., untuk lebih singkatnya saya akan buat menjadi beberapa point, di mana setiap point itu yang membuat saya berusaha menjadi seorang yang menjalankan sunnah. Walaupun prosesnya tidak serta merta, tetapi melalui pemahaman yang panjang, hidayah yang turun naik, saya menganalisa dari point2 pengalaman saya dihubungkan dengan dalil dalil sunnah yang baru saya pelajari dikemudian hari.
Semoga cerita menjadi petunjuk untuk yang mengerti, seperti inilah kalau mau jadi kaya, baik dalam lingkup individu dan lingkup negara. Negara tandus yang diberkahi Allah Subhana Wata Ala, sudah sukup menjadi contoh dan bukti kebenaran akan janji Allah.
1. Orang Arab bodoh2 dan malas
Stigma ini sudah saya dengar sejak lama, itu juga yang jadi pegangan saya waktu berangkat, makanya kenapa banyak tenaga kerja asing, karena mereka malas2.. katanya, geblek, ngeyel, susah dll.... sampai saya melihat sendiri betapa santai dan malas nya mereka, jam 9 masuk kerja, jam 10 sudah keluar kantor, ngopi2 dulu, kerjaan bisa berhari hari selesai, dan lain lain.
Tapi..
Yang saya heran didalam kemalasan dan santai nya hidup mereka, tapi saat Dhuha dan adzan sholat berkumandang, mereka bergegas untuk pergi ke Masjid, tidak ada kompromi, walaupan sedang rapat/meeting, mengerjakan sesuatu, pokoknya tidak ada tawar menawar, saat waktu sholat, orang2 arab sudah menghilang, hanya 1 -2 pekerja yang tinggal di kantor dan kebanyakan mereka bukan orang Arab, seperti India, Pakistan, Philipine..
Dari renungan saya, ternyata..
Al Qur’an surat At-Thalaaq: 2-3: “…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada diduga-duga…”
Pekerjaan bukanlah sesuatu yang utama buat mereka, mereka sangat meyakini sekali rezeki itu dari Allah, kadang bekerja itu buat mereka hanyalah sesuatu yang dilakukan untuk menunggu waktu sholat, sangat kental sekali bagaimana mereka itu benar2 mengutamakan sholat.
Kenapa Arab Saudi, negeri gurun tandus, kering, tetapi penduduknya kaya2 semua? Hidup mereka sangat terjamin, walaupun mereka tidak memiliki skill yang tinggi, pekerjaan yang biasa2 saja, tapi tetap saja hidup mereka lebih baik. Bicara soal kekayaan Alam, seperti minyak bumi, Negri (indonesia) kita juga ada minyak, ada emas, ada batubara, ada hutan, ada kayu, ada hujan, ada pertanian, tetapi kenapa orang2 arab saudi ini tetap lebih kaya, hidup lebih santai, dari mana mereka dapat uang? Aneh kan?
bandingkan dengan kita di Indonesia, semua orang bekerja keras untuk bisa mendapatkan uang, berangkat kerja pagi2 buta, malah ada yang baru azan subuh sudah berangkat, semata2 hanya untuk mengejar rezeki.
Orang2 arab ini, tidak harus berangkat kerja subuh, subuh waktunya sholat, jadi kadang mereka tertawa kalo saya cerita di jakarta, banyak orang yang sudah jalan kerja lepas subuh...
Di sini saya semakin penasaran, apa sih sebenarnya rahasia hidup mereka?
Di balik santai nya mereka, yang kita sebut malas, ternyata mereka adalah orang2 bertaqwa, pemerintahnya juga pemerintah yang bertaqwa, mejalankan hukum2 syariah, bayangkan orang yang bertqwa saja akan mendapatkan rezeki yang tak terduga, bagaimana kalau pemerintahan yang bertaqwa? rezeki bangsa lebih banyak dan tak terduga, siapa yang menduga, Arab Saudi bisa punya banyak minyak? yang menemukan minyak juga orang Amerika di sana, bukan arab, yang susah payah cari minyak itu orang2 kafir, si Muslim bertaqwa ini hanya menikmati hasil nya..., hebat bukan? saya rasa ini janji Allah sesuai surat di atas,
Nah, kalo ada minyak pasti ada uang, uang yang sangat banyak, uang nya untuk siapa? ya untuk penguasa Arab ya? Tapi alhamdulillah, karena penguasa Arab ini (Keluarga Saud) adalah orang2 yang sangat menghormati Ulama, pengelolaan uang di atur sesuai hukum syariah, ada Zakat, tidak ada pajak, ada tunjangan untuk rakyat miskin, pembangunan Masjid Haram, dan semakin mudahlah rakyat mereka mendapatkan uang. Dari uang ini juga, ummat islam memiliki tempat ibadah suci yang paling moderen di dunia, bandingkan dengan tempat suci agama2 lain..
Arab saudi sangat melindungi warga aslinya, gaji pegawai negri, minimal 8000 riyal untuk tingkatan paling rendah, gaji standard guru biasa, bisa 2x nya, saya pernah tanya petugas telkom yang benerin kabel di depan apartemen saya, orang Saudi, saya tanya gajinya..,dia bilang gaji saya kecil, cuma 8000 riyal..., weleh..., untuk seorang pengangguran warga Saudi Asli, akan mendapat tunjangan 3000-4000 riyal tergantung kondisi mereka, punya anak atau tidak. Asal tau saja satndard gaji pembantu indonesia, itu 800 riyal (sebenarnya 1500, tapi dipotong asuransi dll) .., jadi bisa bayangkan tidak, seorang pengangguran di saudi bisa dan mampu membayar pembantu.
Kembali ke masalah kerja, saya merasa ada yang salah dengan kehidupan kita, berangkat pagi2 subuh tapi rezeki ko cuma segitu2 aja.., kenapa?
Saya membaca buku Satanic Finance, Tulisan A Riawan Amin, mantan direktur bank Muammalat, mungkin bisa membuka pikiran kita, dari buku ini saya baru menyadari "Riba/interest/Bunga" akan mengakibatkan "orang2 akan bekerja lebih keras, lebih giat, karena mereka harus mendapatkan uang lebih untuk membayar bunga hutang-hutang mereka".
Bisa kita bayangkan, di Indonesa, Suami kerja, Istri kerja, berangkat pagi2, bermacet macet dimotor, berjejal jejal di KRL dan Busway, untuk apa? hanya untuk mendapatkan uang untuk membayar cicilan rumah, cicilan mobil, asuransi, kartu kredit, dan hutang-hutang lainnya. Bertahun2 mereka melakukan itu supaya lunas, tapi apakah seperti itu tujuan hidup kita, setelah hutang lunas, kita terkena sakit, tua dan akhirnya di wariskan, syukur kalo sudah lunas, kalo belum, kasihan anak2 kita...
Itulah jahatnya riba, saya baru mengerti kenapa Allah sangat mengharamkan riba, dosa besar.
Di Arab Saudi, praktik Riba sangat dilarang, baik di bank2 maupun di tempat lain, mereka memang menawarkan juga kredit2 untuk rumah dan lain2, tapi tetap dalam koridor syariah yang murni. Saya pernah mendengar berita ada sebuah bank Asing, ketahuan melakukan praktik riba, oleh pemerintah Saudi bank tersebut ditutup selama 2 bulan, untuk dilakukan audit dan pemeriksaan, dan mereka memberikan denda sebagi sanksi. begitulah cara Pemerintah Saudi melindungi rakyatnya agar tetap Syarii.
Di Indonesia? ga usah warganya, pemerintahnya saja sudah banyak hutang dan ribanya harus di bayar bertahun tahun.., gimana mau jadi thoyibatun marobun gofur..?
Surga di telapak Kaki ibu.
Orang Arab itu bodoh..., itu stigma yang saya dapat sebelumnya, point ini juga yang membuat saya terbuka hati dan iman saya mengenal rahasia hidup sunnah. Sebagai seorang manajer, saya tentunya mempunyai beberapa orang staff, ada orang Yaman, Ada India, ada Arab. Tentunya yang saya ceritakan adalah staf yang orang Arab ini, masih muda, tinggal bersama orang tua nya. Suatu hari dia tidak masuk, tanpa kabar yang jelas, padahal saya perlu dia. Kemudian saya telpon dia untuk menanyakan kenapa dia tidak masuk hari ini. Dia bilang badan nya agak kurang sehat, tapi di menjelaskan walaupun kurang sehat sebenarnya masih kuat untuk ke kantor. So saya bilang kenapa ga ke kantor saja?, saya perlu kamu. Agak kesal juga saya mendengarnya (dasar Arab males..). Dengan sangat sopan tapi yakin dia menjawab, tidak di izinkan oleh "ibunya". WOW.. makin kesel saya, agak sedikit mengancam saya memaksa dia untuk masuk.., Dan ini jawaban anak Arab itu yang membuat saya terpana... " Malis Mudir" (Maaf Boss), saya lebih baik dipecat sama anda, daripada saya melawan keinginan ibu saya, beliau memaksa saya untuk istirahat dan tidak berangkat, buat apa kerja kalau tidak didoakan ibu saya... PLAK.. serasa ditampar muka saya. Ummi is everything, ummi is the boss.. Hanya orang yang beriman tinggi yang meyakini sunnah dan hukum Allah yang berani bicara seperti ini, dia masih jauh lebih muda dari saya. Allahu akbar, saya jadi ingat sama ibu saya, kalau kita di Indonesa, permintaan ibu seperti itu tidak akan kita anggap, malah kita akan memarahi ibu kita, atau protes atau menentang nya, "Kalo ibu larang, saya pasti dipecat dong bu..." atau semacam nya... , Masya Allah.
Anak muda Arab ini sangat yakin, bahwa ibunya lah, doa ibunya lah yang akan bisa menyelamatkan dia, bukan si Boss dikantor.
Kadang dari sudut pandang orang sekuler, menuruti keinginan ibu yang ga jelas itu, adalah suatu kebodohan, ya kebodohan, spt bayangan saya terhadap anak Arab itu, bego banget sih?. Setelah sekian tahun saya menyadari, ternyata kebodohan yang fatal sebenarnya adalah melawan dan menyakiti ibu.
Banyak anak2 zaman sekarang yang hidupnya hancur, berantakan, karena melawan dan menyakiti ibunya, atau ibunya tidak mampu mendoakan anak2 nya, karena buta agama.
Di Arab, saya bisa melihat begitu besar bakti anak kepada ibunya, pada saat umroh, saya pernah melihat seorang laki2 yang mendorong ibunya dengan kursi roda melawan arus jalan orang yang ramai, laki2 itu di marahi oleh orang2 yang lewat, tapi dia tetap tidak peduli, dia hanya ingin menuruti keinginan ibunya untuk didorong ke arah yang berlawanan. Demi seorang ibu dia ikhlas dimarahi orang2, yang penting keinginan ibunya terpenuhi... Masya Allah.
Kotak Amal..?
Di Indonesia, kalo kita sholat jum'at, atau ada majelis dll, pasti didedarkan sebuah kotak, kotak yang ada lubang nya seperti celengan, itulah kotak amal. Pertama kali saya jumatan di sebuah mesjid di Jeddah, saya juga berpikir akan mengalami hal yang sama, saya sudah menyiapkan beberapa lembar uang riyal untuk saya masukkan nantinya kekotak amal. Setelah sholat jumat, saya baru sadar ternyata tidak ada kotak amal, padahal saya sudah niat sedekah. Saya clingak clinguk mencari kotak, tapi sama sekali tidak ada. Alhasil, saya bertanya kepada seorang jemaah Arab, saya mau sedekah ke mesjid, dia sambil tersenyum menjelaskan, ga perlu, masjid2 di sini sudah ditanggung operasionalnya oleh orang2 kaya arab, mereka tidak perlu lagi meminta uang ke jemaah. Kalaupun ada malah masjid yang memberi uang kepada jemaah yang membutuhkan, jadi mesjid di sana biasanya menjadi tempat mengadu dan tempat memohoh bantuan. Dan menurut mereka, untuk ukuran pekerja asing spt kita, kita tidak diwajibkan bayar zakat, malah harusnya diberi infaq dan sedekah. Bayangkan, kita ini orang2 asing yang harus diberi sedekah, karena yang "berhak" memberi sedekah dan zakat adalah orang Arab si tuan rumah. WOW..
Ulama-ulama pun, kehidupannya dijamin oleh pemerintah, tidak harus menerima dari jemaah, jadi tugas mereka penuh hanya untuk mendidik rakyat dan ummat untuk menjadi muslim yang sunnah dan syarii..
=Alhamdulillah ke banjiran..dan kecopetan.
Orang Arab yang Aneh.. mungkin kita berpikir seperti itu.
Salah satu ke-Ihsanan yang tinggi adalah menyikapi musibah dengan bersyukur (ini saya dapat dari salah satu Ustadz Sunnah di Jakarta baru2 ini).
Saya benar2 mengalami hal di atas saat dulu waktu di Arab, dan belum menyadari ilmu ini.
Saat itu saya ingat banjir besar di Jeddah, tahun 2011 awal, beberapa rumah dan apartement terendam banjir, mobil2 terbawa arus, buat mereka ini sesuatu yang luar biasa.
Salah satu orang Arab kenalan saya, rumahnya juga hancur terendam banjir, sebagai teman saya ingin menyampaikan keprihatinan saya. Yang saya heran dia hanya mengucapkan 'Alhamdulillah, Alhamdulillah', berulang ulang. Waktu saya berpikir apa mungkin dia menjadi stress ya?.. aneh juga ...
Kejadian ke dua, saat istri saya mengalami musibah kecopetan.
Karena yang hilang adalah surat2 penting, seperti ID-Card maka kami harus melaporkan ke Polisi.
Setelah membuat laporan dihadapan Kepala Polisi tersebut hanya mengatakan, 'Alhamdulillah, Alhamdulillah'. Saya masih belum mengerti apa maksudnya, istri saya juga, dia menjadi kesal karena kita mendapat musibah ko dia malah bilang Alhamdulillah...
Ya begitulah, cara2 islami orang Arab dalam mensikapi musibah. Mereka selalu menunjukan dengan rasa syukur bukan minta dikasihani dan berlarut larut dalam kesedihan.
=Doa untuk jenazah.
Beberapa kali saya mendatangi kerabat yng meninggal di Arab, pernah orang indonesia, pernah juga orang Arab. Jarang sekali saya dapati, ada jenazah disemayamkan di rumah, prosesi pemandian, pengkafanan tidak dilakukan dirumah/ apartemen. Tapi ditempat khusus. kemudian langsung di bawa ke masjid untuk di sholatkan, lalu dimakamkan. Untuk beberapa orang Arab yg khusus, ada yang sengaja dibawa ke Masjidil Haram untuk disholatkan di sana. Kebetulan ada orang tua pemilik perusahaan tempat saya bekerja meninggal dan kami turut pergi ke Mekkah untuk mensholatkan orang tua beliau di Masjidil Haram. Pada waktu sholat, ternyata ada beberapa jenazah lain yang akan disholatkan juga didepan ka'bah. Yang menarik pada waktu jenazah akau diletakkan di depan Ka'bah, ratusan jemaah berebutan untuk mengusung jenazah2 tersebut, kita tidak mengenal siapa mereka, dan merekapun tidak mengenal siapa jenazah yang mereka usung. Saya merasa agak aneh, saya pikir mereka bagian dari keluarga, ternyata tidak. Mereka berebutan satu sama lain untuk memegang tandu jenazah untuk dibawa ke depan Ka'bah. Setelah saya tanyakan kenapa seperti itu, teman saya menjelaskan, pahala mengusung jenazah itu sangat besar apalagi kalau jenazah orang mulia dan ini kita berada di Masjid Haram, pahala nya akan dilipatkan lebih besar lagi. (ini yang tidak ada di indonesia, kalau perlu kita bayar orang untuk mengusung jenazah keluarga kita, soalnya berat)
Satu hal lagi yang menarik pada prosesi pemakaman, setelah jenazah dikuburkan, jemaah diperkenankan berdoa, tetapi mereka menekankan dengan tegas, berdoa menghadap kiblat, tidak menghadap ke kuburan.
jadi semua orang yang ada dikuburkan, berdiri ditempat masing2, berdoa menghadap kiblat, tidak seperti di Indonesia, kita berdoa disekeliling kuburan mayit. Mereka sangat mengingatkan hal ini, terkait dengan kemungkinan ada nya unsur syirik, kalau berdoa menghadap kuburan. Subhanallah..
=Kesetaraan jender, family country...
Hak-hak perempuan sangat rendah di Saudi Arabia, itu yang sering kita dengar. Termasuk pemahaman saya juga saat itu, karena di Saudi, wanita tidak boleh menyetir, tidak boleh ke kuburan, dan lain-lain.
Hal itulah yang dibesar-besarkan oleh media barat dan pembela HAM.
Padahal kalau mau dipahami lebih dalam, kenapa mereka memperlakukan seperti itu? Karena perempuan adalah mahluk "Mulia", yang harus dilindungi, dilayani, didahulukan, dihormati. Sebagaiman perempuan sebenarnya. Mereka tidak perlu bekerja mencari nafkah (Janda2 disantuni pemerintah), tidak perlu antri, kalau ada perempuan mereka didulukan, yang laki2 harus ngalah.
=Beberapa pengalaman terkait masalah ini:
1. Pintu Mall yang utama hanya boleh dimasuki oleh perempuan dan keluarga, untuk single laki2 tidak boleh lewat pintu utama, harus lewat pintu samping yang jauuh.
2. Dalam urusan antri, golongan yang paling sial adalah para lelaki, mereka harus mengalah dan mundur kebelakang kalo ada perempuan, dalam beberapa situasi biasanya ada antrian khusus perempuan, dan biasanya mereka dilayani lebih cepat di bandingkan antrian laki-laki. Makanya kalo di Macdonald, Al baik, saya biasanya ajak istri saya, biar dia saja yang antri....
3. Dalam situasi apapun, perempuan selalu dibenarkan, walaupun mungkin membuat kesalahan, kalau ada masalah atau apapun, yang akan diminta tanggung jawab adalah laki-laki. Saya pernah melihat, seorang perempuan menyebrang sembarangan dan mendadak, menyebabkan mobil yang lewat menginjak rem sekuat2 nya, sehingga hampir terjadi kecelakaan, tetap polisi tidak akan menyalahkan perempuan.
4. Perempuan dan keluarga adalah segalanya. Kalau kita bepergian, kalo di indonesia, perempuan dan lelaki dalam satu mobil tidak akan menjadi masalah, beda di Saudi Arabia. Kalian akan dituduh zina, kecuali bisa membuktikan anda suami istri. Beda ceritanya kalo anda berdua dimobil dan didalamnya ada anak2, berarti anda adalah keluarga, untuk keluarga siapapun tidak bisa/berani menganggu, baik polisi, keamanan, keluarga selalu diutamakan. Mereka didahulukan di mana saja, di restoran ada tempat untuk Family/Women dan Man (mereka dipisah antara Bujangan, family/women). Buat yang masih bujangan, harus siap mental untuk dikebelangkangkan, dipinggirkan, dan dicurigai. Makanya cepat nikah..
=Tingkat keamanan yang tinggi.
Saudi Arabia, walaupun terdapat jutaan pekerja Asing, dari tukang sampah sampai direktur. Pemerintah nya sangat melindungi dan mendahulukan rakyat nya daripada kita para pendatang ini.
Dalam beberapa urusan administrasi kependudukan, antrian akan selalu dibedakan antara orang asing dan warga negara Arab dan antrian penduduk Arab asli akan didahulukan. (Beda dengan indonesia, china2 dan bule kaya diduluin, pribumi ngalah).
Belum lagi mengenai ktp untuk orang Asing (Iqomah), Saudi Arabia memiliki system online yang canggih untuk membuat orang asing tidak berkutik dan macam2, karena data iqomah kita langsung online ke data biometrik di imigrasi(Sidik Jari, kornea mata) dan apabila kita bikin SIM, data akan terhubung langsung.
Saya ada contoh, teman saya orang India, dia pernah melakukan pelanggaran lalu lintas dan kena tilang, tapi tilangnya dia tidak bayar2. Pada saat dia ingin cuti pulang ke negaranya, di imigrasi tidak dikasih keluar, dia harus bayar denda 2000 riyal, karena data tilang nya muncul di imigrasi. Itu baru data pelanggaran lalu-lintas, lalu bagaimana dengan data pelanggaran hukum lainnya, spt berkelahi, mencuri, dll.. pasti tercatat secara online. Kalau sudah berat, biasanya orang asing sudah tidak bisa masuk lagi ke Saudi, dan data orang ini juga bisa dicek di seluruh negara2 teluk, karena sistem informasi mereka saling terhubung. Walaupun mengganti nama di passport, tetap bisa dilacak dari sidik jarinya.
Contoh berikutnya adalah saya sendiri, waktu proses pembuatan SIM mobil di Saudi Arabia, setelah mengikut testing, pada waktu pembuatan SIM tidak ada proses foto, jadi saya berpikir di SIM itu tidak ada fotonya. Setelah SIM nya jadi, saya liat ada foto saya, saya heran kapan saya fotonya?..setelah saya amati dengan seksama, foto itu adalah foto saya waktu masuk pertama kali ke Arab Saudi, foto itu dibuat di imigrasi, jadi saya berkesimpulan data imgrasi saya langsung terhubung ke data SIM saya.
Bandingkan dengan indonesia, orang asing bisa bebas melakukan apasaja, menipu, mabok, buka warung, jualan narkoba, tanpa ada catatan di imigrasi, mereka bisa bebas kabur begitu saja, dan masuk lagi tanpa hambatan, apalagi sekarang banyak juga yang bisa bikin ktp palsu....
=Tidak ada gading yang retak.
Sebaik2nya sesuatu pasti ada kurangnya juga, di sana juga ada Abu Lahab dan Abu jahal, disamping ada orang2 baik hati. Ada polisi korup, ada tukang tipu, samalah dengan Indonesia atau negara lainnya. Jadi saya anggap, kalau suatu kejelekan atau aib itu bisa terjadi dimana saja.
Cerita ini saya tulis bukan untuk menjadi ajang perdebatan, tetapi saya berharap menjadi sumber inspirasi betapa negara yang berdasarkan Syariat Islam murni adalah tempat terbaik sesuai janji Allah. Tentunya tidak lepas dari keterbatasan ilmu dan wawasan, semua ini murni pengalaman pribadi dan tidak untuk merendahkan atau menjelek2an siapapun.
Saya mohon maaf sebesar2 nya kalau ada kesalahan kata2.
Wassalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh.
Ridwan
Proses hidayah menjadi sunah tidak sebentar.
Thursday, 5 January 2017
Another Perspective: Shaf Shalat Pria vs Wanita
Bismillah...
"Question: kenapa tempat sholat perempuan di masjid adanya di samping banget/belakang banget sementara buat cowok di posisi yang strategis?"
Yak, beberapa waktu lalu, saya tergelitik ingin menjawab pertanyaan di atas, yaitu sebuah twit orang di Twitter. Twit tsb mempertanyakan alasan sebuah aturan dalam Islam. Sebuah pernyataan yang hampir tidak pernah dipertanyakan lebih dalam tentang "mengapa"nya. Mempertanyakan alasan di balik aturan dalam Islam biasanya (sepengamatan saya) tidak terlalu dipusingkan oleh mayoritas kaum Muslim/ah, karena itu adalah sesuatu yang sudah diajarkan dari orangtua, sekolah, madrasah, TPA, dsb, turun-temurun dari buyut, lalu ke kakek nenek, orangtua, anak, cucu, cicit dst.
Berkebalikan dari itu, alasan di balik sebuah aturan Islam seringkali (saya amati juga) dipertanyakan oleh kaum non muslim. Misalnya, kenapa shaf shalat pria di depan, shaf wanita di belakang? Kenapa shaf pria ga di luar aja, shaf wanita di dalam, dikelilingi sama shaf pria? Atau, kenapa shaf pria ga bercampur dengan wanita? Boleh kah shaf wanita di depan pria? Dst, dst... Sekilas seperti sebuah pertanyaan yang simpel tapi ternyata tidak mudah untuk dijawab dengan tepat.
Karena wanita bukan mahram dengan pria,
sehingga tidak boleh bercampur baur?
Dan mungkin masih banyak lagi "apa karena" lainnya.
Karena wanita bukan mahram dengan pria,
sehingga tidak boleh bercampur baur?
Apa karena wanita adalah aurat,
sehingga harus tidak terlihat dari pria?
Atau karena pria lebih hebat dari wanita,
sehingga pria harus shalat di depan?
Pertanyaan lain misalnya:
- Kenapa pria diwajibkan untuk shalat di masjid, sedangkan wanita di rumah saja?
- Kenapa (sebagai contoh, di Blue Masjid, Istanbul) space shalat pria lebih banyak daripada perempuan, padahal penduduk di dunia ini kan jumlahnya lebih banyak wanita daripada pria? Apakah ini sebuah diskriminasi, lebih hebat pria daripada wanita? Apa karena wanita kurang dianggep, payah, lemah?
- Kenapa shaf wanita paling baik berada di paling belakang, shaf pria yang paling baik berada di paling depan?
- Mengapa wanita wajib berhijab? Apakah untuk menghindari kanker kulit? Atau supaya aman dari bahaya?
- Kenapa muslim yang baik adalah yang tangan & lisannya tidak menyakiti orang?
- Kenapa menasehati orang lain secara rahasia, bukannya terang-terangan & di depan orang ramai? Bukannya bisa memberi efek jera & malu sehingga tidak mau mengulanginya lagi?
- Kenapa kalau makan harus dengan tangan kanan? Kenapa saat membersihkan kotoran/najis dengan tangan kiri? Bukannya lebih menghemat waktu kalo bersihkan najis (misalnya buang hajat) dengan kedua tangan?
Dst, dsb...
Kiranya tulisan di bawah ini tepat untuk menjawab pertanyaan semisal di atas. Kali ini saya membahas pertanyaan di Twitter yang sudah saya cantumkan di atas.
***
1) Kenapa shaf shalat pria di depan, wanita di belakang?
karena ada hadits yang berbunyi:
“Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama dan seburuk-buruknya adalah yang terakhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah yang terakhir dan seburuk-buruknya adalah yang pertama.” (HR. Muslim no.440).
Tentang shaf pria & wanita bisa dibaca di sini.
2) Kenapa percaya hadits?
karena hadits adalah segala perkataan, perbuatan, ketetapan & persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur'an, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an.
Tentang hadits juga bisa dibaca di sini.
3) Kenapa percaya Nabi Muhammad SAW?
karena orang Islam wajib mengimani beliau, seperti yang disebutkan dalam rukun iman ke-4, yaitu beriman kepada para rasul. Penjelasan tentang rukun iman dalam Islam bisa dibaca di sini.
![]() |
| Sumber gambar: google |
4) Alasan medis/science/keamanan wanita dll dkk?
Hanya Tuhan yg tahu mengapa aturan tsb Dia berlakukan. Tentunya Creator (Sang Pencipta) lah yang Maha Mengetahui apa yang baik & apa yang buruk untuk creatures (makhluk ciptaannya).
***
Semoga bisa menjawab pertanyaan yang sempat terlintas di benak. Untuk pertanyaan-pertanyaan lain yang membutuhkan penjelasan lebih detail & mendalam, kiranya lebih dianjurkan untuk dipelajari dari Al-Quran, sunnah, hadits & ulama/ustadz. Semoga sebuah renungan ini membuat kita lebih banyak belajar & lebih memahami lagi esensi agama kita sendiri. Semoga tulisan ini membuat kita jadi lebih rajin & khusyuk dalam beribadah, lebih berkah lagi ibadahnya, aamiin O:-) Yang benar dari Allah SWT, segala yang salah & tidak sempurna adalah dari saya.
Wallahu alam bishshawab...
Wallahu alam bishshawab...
Thursday, 29 December 2016
[Review] Maybelline BB Cushion
Bismillah...
Jumpa lagi di blog saya. Saya mau mereview sebuah BB cushion yang beberapa minggu lalu saya dapatkan di departemen store terdekat. Inilah Maybelline BB Cushion ^^ Mengenai cara pemakaian, sila searching di mbah Gugel atau Youtube karena sudah sangat buanyak sekali tutorial yang bertebaran. Saya mau bahas yang penting-pentingnya aja. Let's check it out :-D
Jumpa lagi di blog saya. Saya mau mereview sebuah BB cushion yang beberapa minggu lalu saya dapatkan di departemen store terdekat. Inilah Maybelline BB Cushion ^^ Mengenai cara pemakaian, sila searching di mbah Gugel atau Youtube karena sudah sangat buanyak sekali tutorial yang bertebaran. Saya mau bahas yang penting-pentingnya aja. Let's check it out :-D
![]() |
| Sumber: Dokumen Pribadi |
Kesan pertama kali tahu:
Setelah melihat banyak video di Youtube, saya memutuskan mencoba BB cushion yang sedang "in" yaitu Maybelline BB cushion (selanjutnya disingkat jadi MBC). Karena Laneige BB Cushion tidak ada, dengan berani saya bergegas ke stand Maybelline di dept store terdekat.
Dari namanya BB cushion ini membangkitkan rasa penasaran. Melihat di drakor ada adegan aktrisnya yang pakai puff tapi koq ya ga ada bedak berbentuk powdernya, yang kemudian saya ketahui bahwa itu adalah BB cushion. Dan udah ada aktris lain yang jadi brand ambassador BB cushion ini kalo kalian suka nonton channel tv Korea. Saya jadi kerajinan searching-searching BB cushion & berakhir di sebuah merek yang saat ini produknya sudah ada di mana-mana, MBC ini awalnya saya bingung kenapa BB cushion, kenapa bukan AA, CC, DD atau EE (kalo ga salah ada kan ya krim EE? ^^i). Sekarang saya belum ketemu jawabannya, dan okeh kita coba pakai aja apa yang sudah ada di pertokoan.
Kesan setelah beli:
Tampilan produk Maybelline terbaru ini elegan (walaupun saya masih lebih seneng & mupeng banget pengen punya Laneige yang casenya cantik buanget, but it's okay). Kalo dibawa-bawa, ga berat & ga menuh-menuhin isi tas.
Kesan setelah pakai:
Namanya BB cushion, jelas produk ini bukan powder kering yang selama ini jadi barang wajib di dalam tas kita sehari-hari, tapi ini adalah berupa krim yang tidak terlalu kental tapi juga tidak terlalu cair, lalu ditap-tap (ngerti kan maksudnya? ;-P) ke wajah dengan puff khusus. Awalnya tampilan wajah seperti oily tapi setelahnya nggak juga. MBC sejauh ini nyaman digunakan. Saya lebih senang menambahkan loose powder di daerah T zone supaya lebih nge-set. MBC ini juga dapat menutup noda kehitaman di wajah dengan coverage level medium #imho . Ketahanan yang pernah saya capai bisa s.d sekitar 6 jam tanpa basuhan air semisal wudhu. Namun saya sarankan sepertinya BB cushion lebih cocok untuk kulit yang normal atau cenderung kering, karena setelah pemakaian, BB cushion ini memberikan tampilan yang agak oily (dowey?) #imho lagi.
Repurchase?:
See you again :-)
[Review] Maybelline White Superfresh Liquid Powder
Bismillah...
Finally kepost juga tentang liquid powder 1 ini. Silahkan scroll down :-)
Finally kepost juga tentang liquid powder 1 ini. Silahkan scroll down :-)
Kesan pertama kali tahu:
Ini adalah bedak cair (iya, bedak cair). Wow, sounds amazing! Bedak cair yang saya baru pertama kali tahu & pakai, jadi agak takjub. Selama ini hobi pakai bedak powder kering-kering gimana gitu huehehe. Liquid powder ini pertama kali saya tahu saat ada challenge para vlogger untuk bermake-up hanya dalam durasi 5 menit.
Kesan setelah beli:
Setelah lihat aslinya, okeh ini dikit juga ya isinya, sebanyak 25mL saja. Tapi saya belum pernah pakai ini sampai habis sehingga belum tahu. Maybelline White Superfresh Liquid Powder (selanjutnya saya singkat jadi MWSLP *bzzz panjang banget yak. Ya udah gapapa ^^i) ini akan cepat habis atau malah awet sampai 2 bulan lebih. Sekilas MWSLP ini mengingatkan saya dengan tipex SD! Hanya saja keluarannya berwarna coklat muda nude kulit gitu, bukan putih dempul hehe! Shade yang saya miliki (& setelah diskusi dengan beauty advisernya) warna orang Indonesia kebanyakan cocok di shade N3 yaitu Natural, karena shade yang 1 lagi bernama N2 Light kalo ga salah, terlalu terang.
MWSLP ini juga ga berat dibawa di dalam tas, juga ge menuh-menuhin isi tas. Namun dirasa agak repot untuk touch up ulang di tengah perjalanan karena konsistensi cairnya.
Kesan setelah pakai:
I love this! Ia sudah ada SPF 50nya, cocok untuk yang terutama aktivitas harian lebih banyak di luar ruangan. MWSLP ini bukan bedak biasa, di dalamnya sudah terdapat foundation, pelembab & bisa jadi concealer juga di noda kehitaman di wajah. Walau agak repot memakainya dengan sapuan jari, namun lebih efektif agar merata di seluruh sudut wajah. Tampilan di wajah cukup matte, tidak oily di saya. Setelah diratakan, ga terlihat belepotan becek basah gitu di wajah karena liquid powder ini cepat kering.
MWSLP ini sebelum dipakai harus dikocok dulu. MWSLP ini juga cepat mengering sehingga pakainya diselesaikan di satu sisi wajah dulu, lalu lanjut ke sisi wajah yang lain. Saya lebih memilih untuk memakai ini di awal sebelum bepergian, lalu kalo perlu touch up setelah beberapa jam berlalu, pakai compact powder saja yang praktissssss ;-P
Repurchase?:
Yes. Untuk aktivitas outdoor yang butuh kepraktisan & juga butuh proteksi SPF tinggi (travelling misalnya), atau yang telat bangun padahal ada meeting penting di kantor atau ujian di kampus, MWSLP jawabannya *ihiyyy. Pemakaian MWSLP memakan waktu 3-5 menit saja.
[Review] Garnier Micellar Cleansing Water
Bismillah...
Maafkan timeline Anda yang banjir dengan review-an saya. Tapi sebelum kesan-kesannya hilang, akan saya tumpahkan di postingan-postingan ini :-P
Maafkan timeline Anda yang banjir dengan review-an saya. Tapi sebelum kesan-kesannya hilang, akan saya tumpahkan di postingan-postingan ini :-P
![]() |
| Sumber: Dokumen Pribadi |
Kesan pertama kali tahu:
Ini air saya pertama kali lihat kapan ya? Hmmm... (ini beneran mikiir lama nih)...
.....
..
Yak saya lihat Garnier Micellar Cleansing Water (selanjutnya saya singkat jadi GMCW) ini di postingan teman saya di medsos ^^ GMCW dapat dipakai untuk membersihkan wajah setelah pakai make up & beraktivitas seharian tanpa perlu dibilas. Setelah melihat dari luar, isinya seperti air bening saja. Wah ada ya air seperti ini, seperti air ajaib saja *apaaaa coba X-D Beneran bisa nih bersihkan make up dengan micellar water? Saya pertama lihat di mini market belum ada yang botol biru (untuk kulit berminyak) sehingga saya beli yang botol pink (untuk kulit sensitif).
Kesan setelah beli:
Kebetulan di counter mart terdekat, saya dapat kemasan 125 mL, tidak terlalu berat untuk dibawa-bawa & tidak menghabiskan space tas (tentu tas ukuran sedang-besar yaa).
Kesan setelah pakai:
Produk keluaran Garnier ini mengandung micelles yang berfungsi mengangkat kotoran yang menempel di wajah. GMCW ini menurut saya berada di tengah-tengah, di antara air bersih biasa & the real make up remover yang ada 2 lapisan gitu isinya, minyak & air. Di saat membersihkan dengan air biasa, make up seringkali masih belum hilang sepenuhnya, namun kalo pakai make up remover hasil akhirnya sangat berminyak-minyak & menempel di wajah, di tangan sehingga ga nyaman, di situ saya merasa sedih *lhaaaa*, maksudnya saya, di situ lah saya putuskan untuk memakai micellar water. Yang saya suka, menggunakan micellar water ini bisa untuk bagian-bagian yang perlu hati-hati & agak smooth pembersihannya misalnya daerah mata & bibir (namun kalo pakai produk maskara atau lipcream matte waterproof yang susah hilangnya, saya belum pernah coba. Saya lebih sarankan untuk pakai make-up remover khusus mata & bibir ataupun minyak zaitun agar pembersihan di kulit tidak traumatis, kulit tidak menjadi kering & iritasi).
Statement "tidak perlu dibilas" seperti di banyak review orang memang benar, tapi lebih tepatnya untuk jangka waktu yang pendek saja. Setelah saya ujicobakan untuk tidak dibilas dalam waktu agak lama (sekitar 4 jam lebih) kulit jadi terasa berminyak, jadi jangan lupa cuci kembali wajah dengan air bersih ataupun dengan facial foam.
Repurchase?:
Yes :-) GMCW mungkin bukan micellar water pertama yang pernah ada, namun dari keterjangkauan harga & ketersediannya di mini market terdekat, GMCW bisa jadi pilihan.
Tuesday, 4 October 2016
Journey to Depok
Bismillah.
Mendadak berangkat
Halo semua, saya balik lagi ke blog yang udah berdebu ini saking jarangnya ngepost tulisan. Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan saya terdampar di Depok. Pertama kali ke Depok ada urusan mendadak di kampus Universitas Indonesia (UI) sehinggga butuh menginap di dekat situ.
Awalnya saya berkeputusan untuk menginap di rumah saudara di Jakarta bagian timur, namun urusan tsb membutuhkan waktu kedatangan yang sangat pagi. Walhasil searching lah saya pakai app pencari penginapan pakai TrepeloQa. Perlu dipertimbangkan apakah penginapan tsb jauh dari UI, mengingat kota Depok ini termasuk kota macet (dan ternyata benar terutama saat weekend). Pertimbangan lain, apakah penginapan ini berada di sisi yang sama dengan UI atau harus menyebrang jalan raya besar. Mengingat UI termasuk wilayah terkenal & banyak orang ingin ke sana (? ^_^i) pasti puteran balik kendaraannya jauh (dan ternyata benar juga terutama saat jam-jam macet), maka saya pertimbangkan penginapan yang sesisi dengan UI supaya tidak payah mencari putaran balik.
Setelah searching di app TrepeloQa, saya dapat 2 penginapan yaitu Margonda Residence (MaRes) 3 yang berjarak 2 km dari UI, letaknya sesisi dengan UI; 1 lagi MaRes 2 yaitu letaknya di sebrang UI, berjarak 0,8 km dari UI. Memang MaRes 3 sesisi dengan UI, letaknya ada di selatan UI, tapi agak jauh. Cemas akan macet di perkotaan, rute ke UI yang harus muter agak jauh dulu ke jembatan layang di sebelah utara, maka saya pilih MaRes 2 yang berada di sebrang UI (sebelah timur UI). Fee 1 malamnya masih lumayan terjangkau dibandingkan di hotel-hotel. Walaupun puteran balik kendaraan mungkin jauh, tapi setidaknya masih bisa nyebrang dengan kaki sendiri melintasi jembatan di atas rel kereta api.
Setelah booking di MaRes 2, saya kembali searching. Ternyata ini adalah tempat yang dulu heboh dengan kasus mutilasi pembunuhan Ryan. Saya sempat agak syok ^_^iiiii Tapi mau gimana lagi, udah terlanjur booking. Setelah lihat-lihat review orang yang sudah banyak menginap di sana, rata-rata memberikan kesan baik sehingga saya pede aja lah.
Arrived at East Jakarta
Cuaca buruk saat pendaratan. The scariest landing ever :-S Akhirnya saya sampai di bandara HLP. Untuk menuju Depok tentu ga mudah kalo naik taksi biasa karena harap-harap cemas bolak balik liatin argo-kantong-argo terus. Saya bertanya ke counter shuttle bus Damri untuk rute HLP ke Depok seperti yang saya udah search di internet. Sayangnya ternyata shuttle bus tsb belum keluar SKnya sehingga belum bisa beroperasi. Padahal dari biaya cukup hemat yaitu 30ribu rupiah saja per orang. Tidak kena panas berkeringat ria di perjalanan yang mungkin saja macetos bangetos, tapi ga pula mahal seperti naik taksi biasa. Ya uwis. Sehingga saya coba pesan mobil dari app GowKar. Dagdigdug lihat tarif. Ternyata hanya memakan 80ribu rupiah saja dengan melewati jalan-jalan pintas di Pengadegan, Kalibata & Pasar Minggu.
HLP - Depok
Di perjalanan dari HLP ke Depok, saya tidak menjumpai kemacetan yang na'udzubillah. Setelah melewati beberapa area, saya baru sadar bahwa Jakarta ini padatnya ruarrrrr biasa. Pemukiman yang padat, rumah berdempet-dempet, rumah 1 dengan yang lainnya benar-benar bersebelahan dinding dengan dinding (maapkeun saya yang lebay -_-i), hampir tidak ada lagi tanah di sekeliling masing-masing rumah di depan samping kanan kiri, juga mungkin belakang, beberapa memang ada yang menyisakan tanah di depan teras untuk lampu taman, sisanya sudah disemen untuk memarkir mobil/kendaraan pribadi. Berbeda dengan kota saya berasal, yang sebagian besar masih terdapat tanah di sekeliling rumah tempat tinggal. Setidaknya masih ada kesempatan 'bernapas lega' buat si penduduk rumah. Belum lagi apartemen-apartemen menjulang yang berjamuran di mana-mana. Terakhir saya ke Jakarta, belum ada gedung apartemen di Kalibata (hayo coba tebak itu tahun berapa, tahun jebot kan? Btw bus way saya udah lama ge denger kosakata "jebot" hahaha ^_^i). Namun, tak dipungkiri kota ini masih saja diminati orang untuk bermukim & membanting tulang mencari nafkah.
Baik lah, mari kembali ke leptop. Sesampainya di Depok, saya menjumpai jalan Margonda Raya yang lumayan ramai, ditambah ada perbaikan saluran air di pinggiran jalan membuat jalan raya tsb sedikit macet & tersendat. Berbekal gps & alamat yang tertera di app penginapan kemarin, saya berhasil menemukan apartemen MaRes 2 yaitu di sebrang RM Mang Kabayan. Pantas setelah celingak-celinguk gedungnya agak sulit ditemukan karena letaknya agak dalam yaitu di belakang ruko-ruko.
Di bagian dalam terdapat beberapa gedung. Setelah berteleponan dengan mba-mba penginapannya akhirnya gedung saya ketemu juga, berada di agak belakang dibandingkan apartemen-apartemen lain. Saya dapatkan kunci kamar & diantar langsung ke kamar di lantai 9. Finally nyicip juga tinggal di apartemen hehe. Ternyata apartemen itu seperti kamar berbentuk segi 4 yang berukuran kecil dengan tempat tidur, tv, meja, lemari & wastafel berada di 1 ruangan tsb, dengan toilet yang kecil juga. Lyfe is hard though but its okay O:-)
Setelah mencari posisi wuenak, mengecek lampu, tv, pintu, air, jendela, ac yang sudah dalam keadaan baik, saya & adik mencari makan di sekitaran MaRes. Cukup banyak yang bisa dijadikan tempat makan. Karena lapernya udah kebangetan maka kami memilih restoran Padang untuk makan siang menjelang sore.
Setelah kelar makan, lanjut survey tempat ke UI. Agak sulit membooking mobil GowKar atau GrepKar dari sisi MaRes 2 ke UI karena putaran balik kendaraan jauh, macet & juga jalan masuk ke UI hanya 1 yaitu di sebelah utara, sehingga harus mengambil posisi yang mudah untuk ke arah utara. Alhasil saya & adik menyebrang jalan Margonda Raya dari sisi MaRes 2 ke sisi UI. Sempat cancel booking mobil karena salah mengenal plat mobil & juga patokan tempat yang sulit dikenali. Saat ditanya tempatnya sudah lewat Detos atau belum, saya ga bisa jawab karena letak Detos pun tidak tahu ada di mana (maapkeun ya pak ^_^i). Booking kedua akhirnya berhasil namun mobil stop kejauhan sehingga kami harus berjalan lagi ke mobil yang sudah stop itu saking ga ada puteran balik yang dekat & waktu sudah semakin sore. Dan naiklah kami ke mobil menuju UI yeay!
Visit UI
Finally tiba juga di UI, kampus idaman mahasiswa Indonesia :"") Berhubung naik mobil, kami melewati loket & membayar karcis 4ribu rupiah #cmiiw . Setelah survey tempat di UI, saya & adik ingin coba merasakan naik bis kuning (BiKun). Tujuan kali ini kembali ke stasiun UI. Dari stasiun UI bisa menyebrang lewat jembatan penyebrangan di atas rel kereta api untuk mencapai jalan Margonda Raya kembali. Jalan kaki yang jaraknya lumayan seperti ini mungkin memang agak jauh, tapi saya masih okay. Yang bikin saya mau nyerah adalah naik jembatan penyebrangannya. Haduh. Nyerah! Tinggi banget yak, apa saya yang lebay? Dunno ^_^i Dan naik BiKun ternyata gratis. Jangan lupa ucapkan terima kasih kepada pak supir saat tiba di halte yang dituju.
It's time to explore (mall of) Depok!
Ya, karena sempitnya waktu, kami tentu ga bisa mengunjungi seluruh sudut kota Depok :-p , maka kami memutuskan untuk mampir saja ke mall terbesar di Depok: Margo City, ke arah selatan kota Depok. Margo City ini sesisian dengan MaRes 2, berarti bersebrangan dengan UI. Tujuan ke mall: cari makan malam, sarapan untuk besok paginya & cuci mata. GrepKar tentu saja jadi andalan. Sempat terpikir untuk naik angkot, tapi daripada pusing mau naik angkot yang warna apa atau nomor berapa, udah cus GrepKar aja. Kami makan malam di Mujigae yaitu restoran bertema Korea, untung memesan menunya ga harus pake bahasa Korea #eh :-p . Menu yang dipesan menu yang bisa memanggang daging sapi ala-ala. Akhirnya nyicip juga haha #missionaccomplished
Pulangnya pun kembali memesan GowKar. Karena harus kembali ke MaRes di sebelah utara, ditambah macet saat weekend & putaran balik kendaraan yang super jauh, kami menyebrang dulu ke Detos, lalu naik mobil dari depan lobinya.
Sesampai di MaRes, kami istirahat #dahgituaja
Kembali ke habitat
Masih banyak yang sebenarnya pengen dikunjungi. Tapi apa boleh buat, saatnya kembali ke ibukota DKI. Saya kembali memesan GrepKar menuju bagian timur Jakarta. Mengeluarkan kocek hanya 80ribu rupiah saja + karcis tol sekitar 17ribu rupiah. Saya cus lewat tol Jagorawi sekalian biar bisa cepat sampai di rumah saudara. Thanks Depok, kapan-kapan kita ketemu lagi!
Mendadak berangkat
Halo semua, saya balik lagi ke blog yang udah berdebu ini saking jarangnya ngepost tulisan. Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan saya terdampar di Depok. Pertama kali ke Depok ada urusan mendadak di kampus Universitas Indonesia (UI) sehinggga butuh menginap di dekat situ.
Awalnya saya berkeputusan untuk menginap di rumah saudara di Jakarta bagian timur, namun urusan tsb membutuhkan waktu kedatangan yang sangat pagi. Walhasil searching lah saya pakai app pencari penginapan pakai TrepeloQa. Perlu dipertimbangkan apakah penginapan tsb jauh dari UI, mengingat kota Depok ini termasuk kota macet (dan ternyata benar terutama saat weekend). Pertimbangan lain, apakah penginapan ini berada di sisi yang sama dengan UI atau harus menyebrang jalan raya besar. Mengingat UI termasuk wilayah terkenal & banyak orang ingin ke sana (? ^_^i) pasti puteran balik kendaraannya jauh (dan ternyata benar juga terutama saat jam-jam macet), maka saya pertimbangkan penginapan yang sesisi dengan UI supaya tidak payah mencari putaran balik.
Setelah searching di app TrepeloQa, saya dapat 2 penginapan yaitu Margonda Residence (MaRes) 3 yang berjarak 2 km dari UI, letaknya sesisi dengan UI; 1 lagi MaRes 2 yaitu letaknya di sebrang UI, berjarak 0,8 km dari UI. Memang MaRes 3 sesisi dengan UI, letaknya ada di selatan UI, tapi agak jauh. Cemas akan macet di perkotaan, rute ke UI yang harus muter agak jauh dulu ke jembatan layang di sebelah utara, maka saya pilih MaRes 2 yang berada di sebrang UI (sebelah timur UI). Fee 1 malamnya masih lumayan terjangkau dibandingkan di hotel-hotel. Walaupun puteran balik kendaraan mungkin jauh, tapi setidaknya masih bisa nyebrang dengan kaki sendiri melintasi jembatan di atas rel kereta api.
Setelah booking di MaRes 2, saya kembali searching. Ternyata ini adalah tempat yang dulu heboh dengan kasus mutilasi pembunuhan Ryan. Saya sempat agak syok ^_^iiiii Tapi mau gimana lagi, udah terlanjur booking. Setelah lihat-lihat review orang yang sudah banyak menginap di sana, rata-rata memberikan kesan baik sehingga saya pede aja lah.
Arrived at East Jakarta
Cuaca buruk saat pendaratan. The scariest landing ever :-S Akhirnya saya sampai di bandara HLP. Untuk menuju Depok tentu ga mudah kalo naik taksi biasa karena harap-harap cemas bolak balik liatin argo-kantong-argo terus. Saya bertanya ke counter shuttle bus Damri untuk rute HLP ke Depok seperti yang saya udah search di internet. Sayangnya ternyata shuttle bus tsb belum keluar SKnya sehingga belum bisa beroperasi. Padahal dari biaya cukup hemat yaitu 30ribu rupiah saja per orang. Tidak kena panas berkeringat ria di perjalanan yang mungkin saja macetos bangetos, tapi ga pula mahal seperti naik taksi biasa. Ya uwis. Sehingga saya coba pesan mobil dari app GowKar. Dagdigdug lihat tarif. Ternyata hanya memakan 80ribu rupiah saja dengan melewati jalan-jalan pintas di Pengadegan, Kalibata & Pasar Minggu.
HLP - Depok
Di perjalanan dari HLP ke Depok, saya tidak menjumpai kemacetan yang na'udzubillah. Setelah melewati beberapa area, saya baru sadar bahwa Jakarta ini padatnya ruarrrrr biasa. Pemukiman yang padat, rumah berdempet-dempet, rumah 1 dengan yang lainnya benar-benar bersebelahan dinding dengan dinding (maapkeun saya yang lebay -_-i), hampir tidak ada lagi tanah di sekeliling masing-masing rumah di depan samping kanan kiri, juga mungkin belakang, beberapa memang ada yang menyisakan tanah di depan teras untuk lampu taman, sisanya sudah disemen untuk memarkir mobil/kendaraan pribadi. Berbeda dengan kota saya berasal, yang sebagian besar masih terdapat tanah di sekeliling rumah tempat tinggal. Setidaknya masih ada kesempatan 'bernapas lega' buat si penduduk rumah. Belum lagi apartemen-apartemen menjulang yang berjamuran di mana-mana. Terakhir saya ke Jakarta, belum ada gedung apartemen di Kalibata (hayo coba tebak itu tahun berapa, tahun jebot kan? Btw bus way saya udah lama ge denger kosakata "jebot" hahaha ^_^i). Namun, tak dipungkiri kota ini masih saja diminati orang untuk bermukim & membanting tulang mencari nafkah.
| Finally arrive at Depok |
Di bagian dalam terdapat beberapa gedung. Setelah berteleponan dengan mba-mba penginapannya akhirnya gedung saya ketemu juga, berada di agak belakang dibandingkan apartemen-apartemen lain. Saya dapatkan kunci kamar & diantar langsung ke kamar di lantai 9. Finally nyicip juga tinggal di apartemen hehe. Ternyata apartemen itu seperti kamar berbentuk segi 4 yang berukuran kecil dengan tempat tidur, tv, meja, lemari & wastafel berada di 1 ruangan tsb, dengan toilet yang kecil juga. Lyfe is hard though but its okay O:-)
Setelah mencari posisi wuenak, mengecek lampu, tv, pintu, air, jendela, ac yang sudah dalam keadaan baik, saya & adik mencari makan di sekitaran MaRes. Cukup banyak yang bisa dijadikan tempat makan. Karena lapernya udah kebangetan maka kami memilih restoran Padang untuk makan siang menjelang sore.
Setelah kelar makan, lanjut survey tempat ke UI. Agak sulit membooking mobil GowKar atau GrepKar dari sisi MaRes 2 ke UI karena putaran balik kendaraan jauh, macet & juga jalan masuk ke UI hanya 1 yaitu di sebelah utara, sehingga harus mengambil posisi yang mudah untuk ke arah utara. Alhasil saya & adik menyebrang jalan Margonda Raya dari sisi MaRes 2 ke sisi UI. Sempat cancel booking mobil karena salah mengenal plat mobil & juga patokan tempat yang sulit dikenali. Saat ditanya tempatnya sudah lewat Detos atau belum, saya ga bisa jawab karena letak Detos pun tidak tahu ada di mana (maapkeun ya pak ^_^i). Booking kedua akhirnya berhasil namun mobil stop kejauhan sehingga kami harus berjalan lagi ke mobil yang sudah stop itu saking ga ada puteran balik yang dekat & waktu sudah semakin sore. Dan naiklah kami ke mobil menuju UI yeay!
Visit UI
Finally tiba juga di UI, kampus idaman mahasiswa Indonesia :"") Berhubung naik mobil, kami melewati loket & membayar karcis 4ribu rupiah #cmiiw . Setelah survey tempat di UI, saya & adik ingin coba merasakan naik bis kuning (BiKun). Tujuan kali ini kembali ke stasiun UI. Dari stasiun UI bisa menyebrang lewat jembatan penyebrangan di atas rel kereta api untuk mencapai jalan Margonda Raya kembali. Jalan kaki yang jaraknya lumayan seperti ini mungkin memang agak jauh, tapi saya masih okay. Yang bikin saya mau nyerah adalah naik jembatan penyebrangannya. Haduh. Nyerah! Tinggi banget yak, apa saya yang lebay? Dunno ^_^i Dan naik BiKun ternyata gratis. Jangan lupa ucapkan terima kasih kepada pak supir saat tiba di halte yang dituju.
| Mujiggae. I want this again & again >_< |
Ya, karena sempitnya waktu, kami tentu ga bisa mengunjungi seluruh sudut kota Depok :-p , maka kami memutuskan untuk mampir saja ke mall terbesar di Depok: Margo City, ke arah selatan kota Depok. Margo City ini sesisian dengan MaRes 2, berarti bersebrangan dengan UI. Tujuan ke mall: cari makan malam, sarapan untuk besok paginya & cuci mata. GrepKar tentu saja jadi andalan. Sempat terpikir untuk naik angkot, tapi daripada pusing mau naik angkot yang warna apa atau nomor berapa, udah cus GrepKar aja. Kami makan malam di Mujigae yaitu restoran bertema Korea, untung memesan menunya ga harus pake bahasa Korea #eh :-p . Menu yang dipesan menu yang bisa memanggang daging sapi ala-ala. Akhirnya nyicip juga haha #missionaccomplished
Pulangnya pun kembali memesan GowKar. Karena harus kembali ke MaRes di sebelah utara, ditambah macet saat weekend & putaran balik kendaraan yang super jauh, kami menyebrang dulu ke Detos, lalu naik mobil dari depan lobinya.
Sesampai di MaRes, kami istirahat #dahgituaja
| Depok dari atas apartemen di pagi hari |
Masih banyak yang sebenarnya pengen dikunjungi. Tapi apa boleh buat, saatnya kembali ke ibukota DKI. Saya kembali memesan GrepKar menuju bagian timur Jakarta. Mengeluarkan kocek hanya 80ribu rupiah saja + karcis tol sekitar 17ribu rupiah. Saya cus lewat tol Jagorawi sekalian biar bisa cepat sampai di rumah saudara. Thanks Depok, kapan-kapan kita ketemu lagi!
Subscribe to:
Posts (Atom)









