Monday, 29 February 2016

[Video] Ken Hirai & Kotaro Ling Ling

Bismillah.

Sorry for spamming your TL with my posts today haha. Kali ini video piano lagi. Video piano ini dimainkan oleh Aey Chayaboon di Youtube, dia main lagunya Ken Hirai judulnya Boku Wa Kimi Ni Koi Wo Suru versi piano. Saya pertama kali tau lagu ini sewaktu nonton film Kelas Internasional di Net TV episode 96, yang Kotaro pengen nembak Ling Ling. Kayaknya ini lagu sedih kalo denger lagu asli yang dinyanyiin Ken Hirai nya, tapi pas dipaduin ke episod 96 part 3/3 jadi suka aja liatnya. Kotaronya lucu, hehehe.

Ini piano version oleh Aey Chayaboon nya




Ini Kelas Internasional episod 96 yang bikin saya suka piano version lagu ini




Selamat menikmati ;-)

[Video] Fushigi Yuugi Piano Version

Bismillah.

Nah kali ini adalah video dari Youtube orang bernama Liz Xu Wilson. Sebenarnya saya ga terlalu ngikutin anime Fushigi Yuugi, cuma tau sekilas-sekilas saja dari komiknya & sempet nonton sedikit di channel Animax. Biasanya lagu-lagu Jepang mellow-mellow gimana gitu, jadi saya suka juga dengan OST Fushigi Yuugi ini. Kalo kamu suka anime Fushigi Yuugi, suka piano, atau lagi galau mellow baper whatever, atau pun ketiga-tiganya, wajib denger video yang 1 ini. Cakep!

Selamat menikmati! :-)


[Video] Sailor Moon Make Up Piano Version

Bismillah.

Kali ini soundtrack/apa lah namanya itu, di Sailor Moon versi piano. Di video ini pemainnya 1 orang saja, akun Youtube nya ayapiano98, videonya ada 2 layar, jadi pianisnya ini duet dengan dirinya sendiri. Keren!!! Thousand thumbs up.

Selamat menikmati! ^_^


[Video] Sailor Moon Orchestra

Bismillah.

Postingan ini khusus untuk penggemar Sailor Moon & penyuka orkestra. Keren-keren bangetttttt mainnya. Saya pengen bisa datang ke konser seperti ini suatu hari nanti. Kalo ga salah Sera Symphony ini bakal buat orkestra musiknya Cardcaptor Sakura juga. Can't wait!
Berikut ini orkestra yang paling saya suka. Sebenarnya ada 5 video, tapi saya cuma suka video nomor 1, 3, 4 saja. Kalo nomor 2 & 5 saya ga begitu familiar lagunya.

Nomor 1



Nomor 3




Nomor 4





Selamat menikmati ^_^

Stable February

Bismillah.

Bulan ini cukup stabil di berbagai hal. Simak update terbaru saya di bawah ini (eleuh formal bener euy ^^i).

1. Inteligensi Embun Pagi udah terbit!
Saya memang bukan pembaca pertama yang baca duluan, selesai duluan. Maunya hati buat baca semua nomor dari awal, lalu lanjut ke IEP ini, tapi keinginan hanya tinggal keinginan. Waktu sehari-hari telah diperebutkan oleh antrean buku-buku lain + drama Korea yang (dengan telatnya) baru saya gemari, haha, padahal udah booming dari dulu-dulu ^^i Sepertinya searching spoiler tentang buku Supernova 1-5 jadi ide yang bagus dibanding baca ulang kelima-lima bukunya. Barusan juga baca tentang IEP langsung dari penulisnya di goodreads, bisa dibuka di sini. Alasan pemilihan judul buku kali ini sangat lah cantik! I love it...

Cover putih IEP, yang kalo diliat dari sudut lain jadi terlihat hologramnya & simbolnya jadi pelangi. Love it!

2. Drama Korea!
Bener-bener telat saya, dulu hampir ga pernah nonton sekarang jadi suka. Sedikit cerita, dulu pernah zonk nonton drakor yang ceritanya aneh, 1 vcd/dvd langsung tamat, ceritanya cuma dari pagi hari sampe ke malam harinya, aktor & aktrisnya kurang ganteng & cantik juga hehe. Waktu itu kepengen coba-coba nonton yang episodnya ga terlalu panjang & memakan waktu. Waktu masa-masa magang juga pernah nonton, tapi di tv, jadi channelnya bersambung, ga terlalu di movie marathon-in, dianggap sambil lalu & pengisi waktu kosong saja. Karena trauma (lahhh) jadi ga pernah mau nonton lagi, sampe seorang teman kerja ngajak ke toko dvd & akhirnya nyoba beli 1 , Oh My Venus, sebagai pengobat luka lama (tsah!).
Kesan: Oh My Venus lucu. Sisanya belum nonton: Reply 1988 katanya bagus. Remember War of Son sekilas lihat kurang menarik covernya. Tapi katanya bagus, belum nonton juga. Semoga episod yang panjang ini ga bakal nyesel nontonnya. Hehe... Mungkin teman-teman ada rekomendasi judul yang ceritanya bagus? Tapi jangan yang terlalu remaja banget ya :-D

Nyoba nonton 3 drakor ini
Sumber: foto pribadi

3. Antrean buku lain
Kiri: buku hadiah dari my fam. Semacam buku quote tentang happiness.
Tengah: salah 1 karya Dan Brown yang katanya buagus buanget. Tebel banget yak *jiper*
Kanan: novel tentang pernikahan. Hati-hati baper..

Ngeri liat yang tengah. Bakal lama tamatnya  kecuali kalo ceritanya seru ^^i

4. Waktu berjalan ga berasa
Ada yang sudah sekolah, menikah, punya anak, punya anak 2, punya anak udah sekolah. Well, I hope this 2016 will be a great year. Ga ada bayangan sama sekali tahun depan gw itu gimana jadinya. Haha...

5. Kepengen lebih rajin lagi menulis
Ntah di blog atau di buku diary (cieee emang punya???). Pokoknya menulis. Lebih bagus lagi bisa jadi sebuah karya yang menghasilkan.

6. Pengen punya usaha sampingan/berwiraswasta
Enaknya apa ya?

7. Pengen sekolah lagi
Mayor sebenarnya lebih menarik, tapi selalu ciut begitu tau gimana penderitaan tahun-tahun saat sekolah tersebut *nulis dengan hati yang gerimis :"""" Memang bener kata pepatah, no pain no gain. Walau hati lebih prefer ke minor, tapi belum ada minor yang sreg di hati. Masalahnya ini untuk masa depan, pilihan kali ini menentukan masa depan. Ibu yang baik adalah ibu yang bisa bagi waktu antara rumah & urusan bukan rumah (contohnya pekerjaan). Rumah harus jadi nomor 1. Masalahnya, keluarga aja belum ada, dan tergantung masing-masing ibu itu sendiri, bisa ga mengatur rumah tangga dengan beban kerja yang ikut menyita waktu & tenaga. Sampai di rumah dengan tenaga yang tersisa, lalu memarahi anak-anak bukan lah hal yang baik. Sampai rumah dengan kelelahan, walaupun tidak marah dengan anak-anak pun, tapi jadinya ga ada banyak waktu buat bermain & bersama-sama dengan anak, I think it's not my cup of coffee. I don't know. Just wish me all the best...

Tuesday, 9 February 2016

Bacaan Tersuper Akhir-akhir Ini

Bismillah.

Saya hobi baca buku. Tapi apa yang mau saya tulis ya? Hehe..

Hmm belakangan ini saya tertarik dengan bukunya kang Dan Brown (selanjutnya disingkat jadi DB). Dan sedikit menyayangkan kenapa belum baca bukunya sebelum nonton filmnya (Da Vinci Code & Angels and Demons). Tapi menyesal itu ga boleh, harus dijalani dengan semangat & pantang menyerah *lahh :"D

Baru-baru ini saya baru kelar baca Deception Point. Penuh hal-hal berbau science, yang saya kagumnya, itu adalah nyata, bukan khayalan belaka. Ini adalah novel pemuas hati diri saya setelah sekian lama ga baca buku kece macam HarPot, Lima Sekawan, yang bacanya bikin ga mau berhenti & sampe lupa makan minum. Lalu sekarang ini, buku kang DB yang lain yaitu The Lost Symbol & Digital Fotress sedang bikin saya penasaran pake banget. Katanya buku-buku kang DB sudah ada versi bahasa Indonesianya semua, tapi saya belum pernah nemu di tokbuk setempat. Sedih... Where to find?

Udah, segitu dulu aja :-D

We Have Our Own Shoes...

Bismillah.

Tiap orang punya cobaannya masing-masing. Ada yang ga punya fans (??) & ga punya bayangan kapan nikah. Ada yang fansnya di mana-mana, segambreng yang udah nawarin hidup bersama, tapi masih terhambat kakaknya yang ke sekian yang belum berkeluarga. Ada yang telah mengucap akad tapi bayangan post nikah ternyata berbeda 180 derajat & merasa kecewa. Ada yang H-sekian walimatul 'ursy nya, eh malah dibatalkan sepihak. Ada yang post lamaran besar-besaran, eh ga jadi menuju pernikahan. Ada yang sudah nikah sekian tahun belum kunjung berbuah hati. Ada yang belum berbuah hati, baru sekian tahun mengikat janji, dengan berbagai alasan memutuskan untuk menyerah lalu berpisah. Ada yang sudah memiliki 'buntut' 1 orang, setiap hari/minggu/bulan merasa dikejar-kejar sama pertanyaan "kapan ngasi adek?".

Dst..

Dst......

Setiap orang punya 'sepatu'nya sendiri. We don't have to judge, because our feet don't step on their own shoes...

Thursday, 11 June 2015

[Repost] Tafsir Surat Al ‘Ashr: Orang yang Sukses pada Diri dan Orang Lain

Assalaamu'alaykum wr wb, selamat malam kembali lagi dengan saya. Tiba-tiba keinget postingan yang sudah saya baca & berkesan bangettttt di hati. Di sini saya repost lagi. Insya Allah berguna :)

Saking takjubnya sama postingan yang ini, jadi ngepost di mana-mana 👍👍 Kalo mau jadi orang sukses, coba baca ini dulu 😇

Repost:

Tafsir Surat Al ‘Ashr: Orang yang Sukses pada Diri dan Orang Lain 😇😃

Bagaimanakah menjadi orang yang sukses? Sukses yang dimaksud di sini bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga bisa menyelamatkan orang lain. Sukses inilah yang selamat dari kerugian di dunia dan akhirat. Simak tafsir surat Al ‘Ashr berikut.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Demi Masa 😇

Allah bersumpah dengan al ‘ashr, yang dimaksud adalah waktu atau umur. Karena umur inilah nikmat besar yang diberikan kepada manusia. Umur ini yang digunakan untuk beribadah kepada Allah. Karena sebab umur, manusia menjadi mulia dan jika Allah menetapkan, ia akan masuk surga.

Manusia Benar-Benar dalam Kerugian 😨

Manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kerugian di sini adalah lawan dari keberuntungan. Kerugian sendiri ada dua macam kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’dirahimahullah.

Yang pertama, kerugian mutlak yaitu orang yang merugi di dunia dan akhirat. Ia luput dari nikmat dan mendapat siksa di neraka jahim.

Yang kedua, kerugian dari sebagian sisi, bukan yang lainnya. Allah mengglobalkan kerugian pada setiap manusia kecuali yang punya empat sifat: (1) iman, (2) beramal sholeh, (3) saling menasehati dalam kebenaran, (4) saling menasehati dalam kesabaran.

1- Mereka yang Memiliki Iman 😃

Yang dimaksud dengan orang yang selamat dari kerugian yang pertama adalah yang memiliki iman. Syaikh As Sa’di menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah perintah beriman kepada Allah dan beriman kepada-Nya tidak diperoleh kecuali dengan ilmu. Iman itu diperoleh dari ilmu.

Syaikh Sholeh Alu Syaikh berkata bahwa iman di dalamnya harus terdapat perkataan, amalan dan keyakinan. Keyakinan (i’tiqod) inilah ilmu. Karena ilmu berasal dari hati dan akal. Jadi orang yang berilmu jelas selamat dari kerugian.

2- Mereka yang Beramal Sholeh 😃

Yang dimaksud di sini adalah yang melakukan seluruh kebaikan yang lahir maupun yang batin, yang berkaitan dengan hak Allah maupun hak manusia, yang wajib maupun yang sunnah.

3- Mereka yang Saling Menasehati dalam Kebenaran 😃

Yang dimaksud adalah saling menasehati dalam dua hal yang disebutkan sebelumnya. Mereka saling menasehati, memotivasi, dan mendorong untuk beriman dan melakukan amalan sholeh.

4- Mereka yang Saling Menasehati dalam Kesabaran 😃

Yaitu saling menasehati untuk bersabar dalam ketaatan kepada Allah dan menjauhi maksiat, juga sabar dalam menghadapi takdir Allah yang dirasa menyakitkan. Karena sabar itu ada tiga macam: (1) sabar dalam melakukan ketaatan, (2) sabar dalam menjauhi maksiat, (3) sabar dalam menghadapi takdir Allah yang terasa menyenangkan atau menyakitkan.

Sukses pada Diri dan Orang Lain 😃

Syaikh As Sa’di rahimahullahmenjelaskan, “Dua hal yang pertama (iman dan amal sholeh) untuk menyempurnakan diri manusia. Sedangkan dua hal berikutnya untuk menyempurnakan orang lain. Seorang manusia menggapai kesempurnaan jika melakukan empat hal ini. Itulah manusia yang dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan keberuntungan yang besar.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 934).

Sudah Mencukupi dengan Surat Al ‘Ashr 😃

Seandainya Allah menjadikan hujjah hanya dengan surat Al ‘Ashr ini, maka itu sudah menjadikan hujjah kuat pada manusia. Jadi manusia semuanya berada dalam kerugian kecuali yang memiliki empat sifat: (1) berilmu, (2) beramal sholeh, (3) berdakwah, dan (4) bersabar.

Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,

هذه السورة لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هي لكفتهم

“Seandainya Allah menjadikan surat ini sebagai hujjah pada hamba-Nya, maka itu sudah mencukupi mereka.” Sebagaimana hal ini dinukil oleh Syaikh Muhammad At Tamimi dalam Kitab Tsalatsatul Ushul.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang sukses dan selamat dari kerugian dunia lan akhirat. 😃😊😇

Oleh Muhammad Abduh Tuasikal - Rumaysho.com
Berdakwah @ LINE
www.berdakwah.net

[Review] Wardah Longlasting Simply Brown & Antique Pink

Halo temans, jumpa lagi.

Setelah takjub dengan lipstik ala ala Maleficent yang dark red gitu xD , belakangan ini saya masih tetep seneng banget sama lipstik liquid tapi berakhir matte & tahan lama, warnanya tapi yang natural aja. Lalu, ga gampang keapus walau udah makan, hmm minimal bertahan beberapa jam lah tanpa makan/cuma minum air putih. Lipstik yang lagi hits banget tuh Limecrime shade Riot (bahkan udah ada warna baru lagiii ternyata, Bleached and the gank). Bourjois Rouge Velvet dengan shade barunya nomor 9-12 yang katanya belum masuk ke Indo. Shade nomor 12 Beau Brun digosipkan (kek artis aja ^^i) adalah dupenya si Riot. Lalu LA Splash shade Latte Confesion yang kabarnya juga mirip Riot. Laluuu... (lap keringet) ada lagi Girlactik yang formulanya lebih nyaman, awet, ga terlalu membuat bibir kering & berakhir jadi pecah-pecah seperti LC, tapi ga terlalu susah juga buat dihapus. Shade Allure nya ternyata 11 12 pula sama Riot. Makin ngiler dah T_T Shade Girlactik yang Starlet nya juga bagusss, pink smooth tapi ga pucat banget gitu, cucok pisan buat kulit Asia yang kuning langsat gituuu. Ckckck, anak muda kalo ga pikir panjang, udah bolonglonglong deh ini kantongnya. Untung belum berkeluarga & punya bayik. Lalu lipstik merek baru (?) lain dll dkk yang sebenernya saya cuma newbie, ga expert di bidang ini & cuma bisa scrollin' scrollin' up & down hp ngiler liat-liat ripiuwan orang aja ;'D

Lalu saya simpulkan, saya suka banget sama warna Riot! Merah agak kecoklatan yang ga gonjreng, tapi ga terlalu coklat juga. Riot juga awet, tahan lama. Hmmm pengen banget deh hiks!

Setelah menahan-nahan diri, saya cari saja versi murmernya, keliling mall-mall nyariin stand Wardah, coba-cobain warnanya, finally nemu juga warna (yang saya rasa ^^i) mirip-mirip Riot lah. Minimal nyenengin hati, ya ga? Hihi. Here it is.



Ini seri longlastingnya. Memang bukan liquid lipstick, saya suka karena ketahanan warna, juga (saya rasa lagi) mirip Riot, & cantik warnanya. Nomor 3 Simply Brown & nomor 4 Antique Pink ini shade favorit saya buat sehari-hari. Simply Brownnya ga terlalu gonjreng merahnya, tapi juga bukan coklat kayak warna kayu gitu. Mirip-mirip Riot lah :)) Lalu Antique Pinknya bagus juga. Ga terlalu pucat, tapi soft gitu. Warna Antique Pink difoto dengan flash seperti terlalu terang kayak warna fuschia yah, tapi aslinya ga begitu koq. Buat dirimu yang pengen tampil natural untuk kegiatan sehari-hari, bisa coba pake kedua shade ini. Lebih natural nomor 4, tapi sama-sama aman menurutku :)

Warna muda seperti Antique Pink ini memang agak lebih cepat hilang daripada warna lain yang lebih tua & lebih deep. Tapi lumayan lah, daripada pakai Wardah yang seri Matte atau Exclusive, baru dicep-cep sebentar aja eh udah hilang dianya.

Baiklah. Selamat mencoba :)

Friday, 24 April 2015

[Review] Wardah Longlasting Lipstick

Hi I'm back. Setelah terlalu lama ga tau mau nulis apa, di kepala perasaan banyak yang mau ditumpahkan tapi ga ada waktu (alesan!) dan ntah apa yang mau diketik (penyakit lama -_-i), setelah mulai agak rajin dikit menulis-nulis sesuatu, so now here I am.

Belakangan ini saya kerajingan lipstik. Melihat racun dari postingan manteman, ga sengaja lihat IG olshop yang jualan lipstik, dilema karna kepengen banget lipstik gegara warna & tampilannya yang menggoda iman. Bermacam-macam merek seliweran di mata, katanya sekarang lagi booming lipstik cair yang apply nya pakai kuas terus ditunggu agak lama jadi matte gitu. Pertama tau Lime Crime Velvetine yang diapply pake kuas dan voila jadinya matte gitu bagussss banget. Cuma harganya ga nahan boo, 350k idr. Lalu nyoba yang harganya miring, seperti MUA Luxe Velvet lumayan ga bikin dada sesek cuma rata-rata 140k idr, cuma ya ada harga ada rupa, lebih cepat hilangnya. Kalo kata orang, stay powernya sedang, ga kayak LC yang lebih lama. Belakangan saya dapet info dari temen ada IG olshop yang jual MUA ini 75k saja belum ongkir, IG tersebut cukup populer karna milik beauty blogger yang lumayan terkenal kalo ga salah.

Lalu ngiler juga sama Borjouis Rouge Velvet yang juga pake kuas, matte tapi ga bikin bibir pecah-pecah seperti Lime Crime (menurut para manteman & beauty blogger). Harganya sekitar 260k idr. Warnanya juga ga nahan ih :'(

Lalu Colourpop yang lucu kemasannya, warnanya keren-keren juga, harga miring lah sekitar 130k idr kalo ga salah. NYX soft matte lip cream yang warnanya lebih banyak lagi, tapi kayaknya agak glossy ya, cuma 90k. Terus gugling, tanya sana-sini. Akhirnya seorang newbie ini terpuaskan juga dengan sebuah produk lokal saja.

Yap apalagi kali bukan Wardah. Sebenernya saya sudah coba sejak lama yaitu yang jenis exclusive lipstick, rosemary lupa nomor berapa. Ia cepet hilang gegara baru makan sedikit. Lalu sempet tertarik sama yang pallettenya, ada macem-macem warna pink peach gitu, dia kombinasi jenis exclusive & matte. Agak sedih juga karna ga bertahan lama seperti exclusive rosemary yang sudah pernah saya coba sebelumnya. Ok putus asa. Saya juga pernah coba Wardah longlasting yang no.2 pink sorbet, tapi warnanya terang/terlalu muda, harus dioles 3-4x biar keliatan banget warnanya. Dan mungkin karna terlalu muda jadi terlihat cepet hilang juga. Ok putus harapan lagi.

Akhirnya sebulan terakhir ini malah teracuni oleh manteman, beauty blogger & olshop. Saya seneng banget sama Lime Crime suedeberry, MUA luxe velvet yang atomic & reckless, BRV yang grand cru & peach club, sama colourpop yang bichette. Tapi harus sedih lagi karna kantong bakalan sangat b...b...bolonglonglongggg ;-( Unfortunately, seorang teman memberi pencerahan kalo ada WARNA lain dari sebuah Wardah longlasting lipstick. Ya, saya baru sadar itu manteman, xixixi ;-D :""

Saya kepengen warna merah gelap biar kayak Maleficent gitu hahah. Istilahnya, pengen cari dupe grand cru nya BRV atau bichette nya colourpop, atau recklessnya MUA luxe velvet. Temen saya tersebut merekomendasikan Wardah longlasting no. 12 lustrous red. Yay, sesuai bayangan saya, walau nge applynya haus hati-hati karna waktu diapply liptiknya ga manteb/ikut muter gitu :/ tapi hasilnya matte, warnanya pigmented & memang longlast! Ya mirip-mirip lah dengan yang saya pengenin tapi saat diperhatikan agak terlalu tua. Merah tua agak kecoklatan gitu. Lalu saya berburu lagi, akhirnya dapet yang no.11 cherry glam. Yay! Ternyata lebih muda sedikit tapi ga terang/mencolok banget. Walau ternyata saya coba buat swatch nya ga beda jauh sama no.12 tapi ga apa, karna no.12 terlihat coklat tua gitu dibanding merah tua.

Lalu saya kembali terpikat, pengen yang mirip-mirip sama LCV suedeberry & akhirnya dapatlah Wardah longlasting no.1 fabulous peach. Ga terlalu terang kayak no.2, cucok dengan yang saya inginkan <3 p="">
Ki-ka: 1. Fabulous peach, 2. Pink sorbet, 11. Cherry glam, 12. Lustrous red

Di foto yang pake flash terlihat seperti no.12 yang lebih muda, saya juga bingung, tapi sepenglihatan saya, lebih muda no.11 daripada 12.

So, my fave lipstick currently are Wardah longlasting no. 1 & 11 ^^

(+) :
*Matte. Ga meleber-meleber. Berasa lagi ga pake lipstik lho.
*Bener-bener longlasting. Saya pakai no. 12 lustrous red sudah makan gorengan & minum air putih cuma sedikiitttttt banget pudarnya, hampir ga berubah dari awal apply. Ngebekas di gelas tempat kita minum cuma sedikiiitttt sekali. Stay powernya sekitar 7-8 jam, itu pun masih pekat warnanya (mungkin karna warna yang saya pakai no.12. Kalo no.2, sudah hilang dari tadi).
*Ada label halalnya! Hamba jadi tenang ;"D
*Ada jojoba & squalane nya. Ga bikin bibir pecah-pecah. Dan juga kebetulan bibir saya bukan tipe kering jadi aman pake ini. Kalo bibirmu kering, olesin aja sedikit pake lip balm sebelum pake lipstik ini.
*Warnanya keluar banget.
*Cuma sekitar 40k idr! Kalo mau ke guardian atau semacemnya, tanyain aja lagi diskon/ga, kalo iya kamu bisa dapet harga sekitar 30k idr aja. Atau cari di toko pusat kosmetik, deket-deket pasar gitu, jangan-jangan bisa lebih murah lagi :-D

(-) :
*Mudah patah. Jadi waktu ngeapply jangan dikeluarin tinggi-tinggi, sedikit aja keluarin batangnya.
*Waktu diapply, ia nya ga stabil malah ikutan muter/gliding gitu. Jadi harus pelan-pelan. Tapi ga mengganggu pemakaian sih. So far fine-fine aja >_<

Wanna try another colour? I say yes. Lain waktu saya mau coba red velvet, sama seri yang nge-pink gitu.

Enjoy your lipstick. Anw, I love Indonesia product hohoho ;-)

Thursday, 19 February 2015

[Review] Twivortiare



This story, the beautiful banker Alex, the cool doctor Beno cardiothorax surgeon, are too perfect to be true. But I really really love it >_< Our real life is quite hard & extremely complicated *jiah :)) , then it's alright to have this book as a refreshment, isn't it? ;D

I love the way mba Ika writes/twits about flashback/cerita-cerita masa lalu Alex & Beno di tengah kehidupan Alex saat ini *ketuleran mba Ika ini inglis-indo-inglis-indo :)) Novel ini berisi postingan-postingan twit dari si tokoh utama. Sempat kepikiran twit Lexy yang banyak banget begitu bisa jadi 1 buku begini, tentang kehidupan sehari-harinya yang banyak buanget, ups & downs yang bikin si follower twitternya ngakak ngikik, terharu, ga pegel yah Lexy ngetiknya hehe.

Di tengah keskeptisan diri terhadap novel-novel masa kini, sudah lama saya ga ketemu novel unik begini, yang bikin semangat pengen diabisin tapi sayang ngabisinnya *2 fakta berlawanan yang harus saya rasakan di saat yang bersamaan itu, di situ kadang saya merasa sedih :''' :))) Lalu, saya jadi sekalian belajar bahasa Inggris pula, walau agak puyeng karena indo inggris campur-campur. But you've done a very great job, mba Ika. Lanjutkan! <3>

Thursday, 23 October 2014

Rizqi vs Amal


Web penyejuk jiwa yang saya dapat juga dari socmed teman,
oleh ustadz Salim A Fillah : 

Wednesday, 22 October 2014

Kita Adalah Sisa-sisa Keikhlasan Yang Tak Diikhlaskan



Entah kenapa saya seneng banget sama tulisan di bawah ini. Kebaca di socmednya temen udah agak lama, cuma baru sekarang niat bener buat nge repost nya. Katanya sih ini lirik lagu dari sebuah grup pemusik bernama "Payung Teduh", dengan judul lagunya seperti yang saya jadikan judul untuk postingan ini. Lagunya belum pernah saya dengar. Mungkin yang pernah kuliah di Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia ada yang kenal dengan grup ini? 

Here it is. 

*** 
Untuk laki-laki yang berkemas pergi... 

Bagaimana jika kita tidak benar-benar berjumpa? Seperti para pengemis tidak benar-benar mengemis. Guru tidak benar-benar mendidik. Dokter tidak benar-benar menyembuhkan. Nelayan tidak benar-benar melaut? 

Bagaimana jika siang tak benar-benar terang. Kedua kaki tak benar-benar melangkah beriringan. Kedai tidak benar- benar ramai. Dan kita tidak benar-benar berjumpa? 

Ku kira kita tidak benar-benar saling menatap. Tidak benar-benar menopang dagu seraya mendengar. Tidak benar-benar melipat tangan sambil berbincang. Angin tidak benar-benar kering. Langit tidak benar-benar biru. Ronaku tidak benar-benar merah jambu. 

Mungkin, kita tidak benar-benar menyangsikan kehampaan. Kita tidak benar-benar memilih dan memutuskan. Kita tidak benar-benar melambai dan mengucap selamat tinggal. 

Bahkan, kita tak benar-benar mengerti arti pertemuan dan perpisahan? 

Mungkin, kita memang tidak benar-benar berjumpa. 

Dan rasa itu tidak benar-benar sama..

Update 4 Juli 2016 :

Setelah lihat dari Youtube, terjawab sudah. Tulisan di atas ternyata bukan lirik lagu. Ini adalah tulisan Sarah Tsaqofa.

Sudah Siapkah ketika Orangtua Kita Berkata Jujur?

Saya copas postingan ini dari status FB dr. Piprim SpA(K). Semoga bermanfaat. Selamat membaca...

***

Kemarin lalu, saya bertakziah mengunjungi salah seorang kerabat yang sepuh. Umurnya sudah 93 tahun. Beliau adalah veteran perang kemerdekaan, seorang pejuang yang shalih serta pekerja keras. Kebiasaan beliau yang begitu hebat di usia yang memasuki 93 tahun ini, beliau tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid untuk Maghrib, Isya dan Shubuh.

Qadarallah, beliau mulai menua dan tidak mampu bangun dari tempat tidurnya sejak dua bulan lalu. Sekarang beliau hanya terbaring di rumah dengan ditemani anak-anak beliau. Kesadarannya mulai menghilang. Beliau mulai hidup di fase antara dunia nyata dan impian. Sering menggigau dan berkata dalam tidur, kesehariannya dihabiskan dalam kondisi tidur dan kepayahan.

Anak-anak beliau diajari dengan cukup baik oleh sang ayah. Mereka terjaga ibadahnya, berpenghasilan lumayan, dan akrab serta dekat. Ketika sang ayah sakit, mereka pun bergantian menjaganya demi berbakti kepada orangtua.

Namun ada beberapa kisah yang mengiris hati; kejadian jujur dan polos yang terjadi dan saya tuturkan kembali agar kita bisa mengambil ibrah.

Terkisah, suatu hari di malam lebaran, sang ayah dibawa ke rumah sakit karena menderita sesak nafas. Malam itu, sang anak yang kerja di luar kota dan baru saja sampai bersikeras menjaga sang ayah di kamar sendirian. Beliau duduk di bangku sebelah ranjang. Tengah malam, beliau dikejutkan dengan pertanyaan sang ayah, "Apa kabar, pak Rahman? Mengapa beliau tidak mengunjungi saya yang sedang sakit?" tanya sang ayah dalam igauannya.

Sang anak menjawab, "Pak Rahman sakit juga, Ayah. Beliau tidak mampu bangun dari tidurnya." Dia mengenal Pak Rahman sebagai salah seorang jamaah tetap di masjid.

"Oh...lalu, kamu siapa? Anak Pak Rahman, ya?" tanya ayahnya kembali.
"Bukan, Ayah. Ini saya, Zaid, anak ayah ke tiga."
"Ah, mana mungkin engkau Zaid? Zaid itu sibuk! Saya bayar pun, dia tidak mungkin mau menunggu saya di sini. Dalam pikirannya, kehadirannya cukup digantikan dengan uang," ucap sang ayah masih dalam keadaan setengah sadar.

Sang anak tidak dapat berkata apa-apa lagi. Air mata menetes dan emosinya terguncang. Zaid sejatinya adalah seorang anak yang begitu peduli dengan orangtua. Sayangnya, beliau kerja di luar kota. Jadi, bila dalam keadaan sakit yang tidak begitu berat, biasanya dia menunda kepulangan dan memilih membantu dengan mengirimkan dana saja kepada ibunya. Paling yang bisa dilakukan adalah menelepon ibu dan ayah serta menanyakan kabarnya. Tidak pernah disangka, keputusannya itu menimbulkan bekas dalam hati sang ayah.

Kali yang lain, sang ayah di tengah malam batuk-batuk hebat. Sang anak berusaha membantu sang ayah dengan mengoleskan minyak angin di dadanya sembari memijit lembut. Namun, dengan segera, tangan sang anak ditepis.

"Ini bukan tangan istriku. Mana istriku?" tanya sang ayah.
"Ini kami, Yah. Anakmu." jawab anak-anak.
"Tangan kalian kasar dan keras. Pindahkan tangan kalian! Mana ibu kalian? Biarkan ibu berada di sampingku. Kalian selesaikan saja kesibukan kalian seperti yang lalu-lalu."

Dua bulan yang lalu, sebelum ayah jatuh sakit, tidak pernah sekalipun ayah mengeluh dan berkata seperti itu. Bila sang anak ditanyakan kapan pulang dan sang anak berkata sibuk dengan pekerjaannya, sang ayah hanya menjawab dengan jawaban yang sama.

"Pulanglah kapan engkau tidak sibuk."

Lalu, beliau melakukan aktivitas seperti biasa lagi. Bekerja, shalat berjamaah, pergi ke pasar, bersepeda. Sendiri. Benar-benar sendiri. Mungkin beliau kesepian, puluhan tahun lamanya. Namun, beliau tidak mau mengakuinya di depan anak-anaknya.

Mungkin beliau butuh hiburan dan canda tawa yang akrab selayak dulu, namun sang anak mulai tumbuh dewasa dan sibuk dengan keluarganya.

Mungkin beliau ingin menggenggam tangan seorang bocah kecil yang dipangkunya dulu, 50-60 tahun lalu sembari dibawa kepasar untuk sekadar dibelikan kerupuk dan kembali pulang dengan senyum lebar karena hadiah kerupuk tersebut. Namun, bocah itu sekarang telah menjelma menjadi seorang pengusaha, guru, karyawan perusahaan; yang seolah tidak pernah merasa senang bila diajak oleh beliau ke pasar selayak dulu. Bocah-bocah yang sering berkata, "Saya sibuk...saya sibuk. Anak saya begini, istri saya begini, pekerjaan saya begini." Lalu berharap sang ayah berkata, "Baiklah, ayah mengerti."

Kemarin siang, saya sempat meneteskan air mata ketika mendengar penuturan dari sang anak. Karena mungkin saya seperti sang anak tersebut; merasa sudah memberi perhatian lebih, sudah menjadi anak yang berbakti, membanggakan orangtua, namun siapa yang menyangka semua rasa itu ternyata tidak sesuai dengan prasangka orangtua kita yang paling jujur.

Maka sudah seharusnya, kita, ya kita ini, yang sudah menikah, berkeluarga, memiliki anak, mampu melihat ayah dan ibu kita bukan sebagai sosok yang hanya butuh dibantu dengan sejumlah uang. Karena bila itu yang kita pikirkan, apa beda ayah dan ibu kita dengan karyawan perusahaan?
 
Bukan juga sebagai sosok yang hanya butuh diberikan baju baru dan dikunjungi setahun dua kali, karena bila itu yang kita pikirkan, apa bedanya ayah dan ibu kita dengan panitia shalat Idul Fitri dan Idul 'Adha yang kita temui setahun dua kali?

Wahai yang arif, yang budiman, yang penyayang dan begitu lembut hatinya dengan cinta kepada anak-anak dan keluarga, lihat dan pandangilah ibu dan ayahmu di hari tua. Pandangi mereka dengan pandangan kanak-kanak kita. Buang jabatan dan gelar serta pekerjaan kita. Orangtua tidak mencintai kita karena itu semua. Tatapilah mereka kembali dengan tatapan seorang anak yang dulu selalu bertanya dipagi hari, "Ke mana ayah, Bu? Ke mana ibu, Ayah?"

Lalu menangis kencang setiap kali ditinggalkan oleh kedua orangtuanya.

Wahai yang menangis kencang ketika kecil karena takut ditinggalkan ayah dan ibu, apakah engkau tidak melihat dan peduli dengan tangisan kencang di hati ayah dan ibu kita karena diri telah meninggalkan beliau bertahun-tahun dan hanya berkunjung setahun dua kali?

Sadarlah wahai jiwa-jiwa yang terlupa akan kasih sayang orangtua kita. Karena boleh jadi, ayah dan ibu kita, benar-benar telah menahan kerinduan puluhan tahun kepada sosok jiwa kanak-kanak kita; yang selalu berharap berjumpa dengan beliau tanpa jeda, tanpa alasan sibuk kerja, tanpa alasan tiada waktu karena mengejar prestasi.

Bersiaplah dari sekarang, agar kelak, ketika sang ayah dan ibu berkata jujur tentang kita dalam igauannya, beliau mengakui, kita memang layak menjadi jiwa yang diharapkan kedatangannya kapan pun juga.
[Rahmat Idris]

Smoga mnjadi bahan renungan dan pembelajaran.

Monday, 13 October 2014

I Wonder If.....

Having these 2 months very surprising. Nano nano. Banyak kejadian ga disangka-sangka. Pelajaran berharga yang terlihat sepele namun justru di situ lah awal dari kesuksesan-kesuksesan berikutnya. Sederhana itu bahagia. Apa pun yang kau miliki sekarang, syukuri lah, belum tentu yang kita punya itu dimiliki orang lain juga. Sebaliknya, yang orang punya tapi kita nggak. Segalanya ada alasan yang Allah SWT sembunyikan. Dan perlahan tapi pasti kedua mataku Ia tunjukkan alasan-alasan tersebut.


Ah, kurang apa lagi sih yang mau kau keluh, keluh,

dan keluhkan
   lagiNisa...

Banyak nikmat yang kau nikmati tapi ga kau sadari. Alhamdulillah :)


Tuesday, 5 August 2014

Debat Kusir? Hati-hati!

I think... | No, imho... | No, frankly saying... ... ... ..
 
Setelah mengamati kejadian di mana-mana, saya cuma mau bilang "astaghfirullah". Aya aya waeeee lah *geleng-geleng kepala*


Subhanallah. Heran, banyak orang menjelek-jelekkan orang lain, si A jelek-jelekin si B, kayak si A itu lebih bagus aja daripada si B. Kalo gentle, si A lawan lah si B dengan sikap ksatria, dalam kompetisi yang sama, bisa menang bener ga si A ngelawan si B? Terbukti ngga si A itu emang lebih oke kualitasnya daripada si B? Walau si A menang pun, cara menjelek-jelekkan itu sendiri udah ga terpuji, buat orang ga respek. Dan, kalo ngata-ngatain itu cuma semakin memperjelas bahwa si A itu lemah, semakin memperjelas pake BANGET kalo si A itu TIDAK MAMPU. Lha wong beraninya ngatain doank, bukannya bersaing secara sehat. Ckckck...


Saya mengambil intisari dari link ini :


***
 

“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia.” (HR. Abu Dawud, Dinyatakan Hasan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Seseorang tidak akan merasakan hakikat iman sampai ia mampu meninggalkan perdebatan yang berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran, dan meninggalkan berbohong meskipun hanya bercanda padahal ia tahu seandainya ia mau ia pasti menang dalam perdebatan itu” (Kanzul Ummal juz 3 hal 1165)

Imam Ibnu Wahab berkata : “Aku mendengar Imam Malik bin Anas mengatakan: Perdebatan dalam ilmu akan mengeraskan hati dan menyebabkan kedengkian” (Jaami’ al Uluum wak Hikam 11/16)

Di antara tanda sebuah diskusi telah berubah menjadi debat kusir
1.Nada suara mulai meninggi
2.Tulisan mulai menggunakan istilah yang emosional
3.Mulai muncul kata-kata ejekan atau sebutan yang merendahkan
4.Mengulang-ulang argumentasi
5.Mengingkari aksioma
6.Menolak logika
7.Mulai melibatkan perasaan dan emosi yang berlebihan

* aksioma = pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa harus melalui pembuktian

***

Kalo ada pepatah lama yang bilang "diam itu emas", keadaan seperti ini lah yang pas untuk pepatah tersebut. Diam/menghindar saat diskusi berubah menjadi debat kusir yang tidak berguna, yang banyak mudharatnya. Sebenarnya kalo diri kita berada di pihak yang perannya sebagai pengamat kejadian tersebut & MENGETAHUI dengan jelas siapa yang benar siapa yang salah (secara Islam, secara logika lah minimal), ada rasa gemes, geram, ga rela kalo kebenaran diinjak-injak. Lalu, apa solusinya setelah diam/menghindari debat kusir tersebut? Ada yang tau? Oke, tiap kepala orang isinya berbeda-beda, ga ada yang bener-bener sama persis. Tapi kalo diskusi itu udah jatuh jadi debat kusir, ya udah lah,ga sehat lagi itu diskusinya, melenceng dari tujuan yang seharusnya.

Tulisan ini semata-mata untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Yang benar datang dari Allah SWT, yang salah datang dari penulis. Sekian, semoga Allah SWT melindungi kita semua. Aamiin.

Friday, 25 July 2014

Make It Simple

"Legoooowo = let ittt gooo, wo"?
"Ikhlas lah, udah mengalami kekalahan koq masih ngoyo"

dst, dst...

Haha. Santai men. Sebagai sosok yang ksatria, menang ataupun kalah pasti diterima dengan legowow koq, lapang dada, asalkan itu FAIR. Sekarang keadaan saat ini ada kecurigaan dari pihak numero uno bahwa terdapat kecurangan yang dibiarkan. Yah biarkan saja si uno jalankan proses secara benar, secara hukum. Si duo & tim pendukung ga usah gentar, ga usah takut tha? Toh caranya benar kan. Justru jika memang si duo ada di pihak yang benar, ga ada masalah si uno mau ngapain aja. Ga perlu gentar. Ga perlu berkata-kata tidak santun. Ga perlu ngomong si ini fitnah si itu fitnah. Biarkan hukum tegakkan keadilannya. Kalo dirimu memang benar ga perlu takut.

Make it simple.

Saturday, 19 July 2014

Doa Untuk Teman

Masyaa Allah, keren banget! Baru dapet info hasil baca-baca postingan di temlen. Ada kawan (yang sebenarnya tidak dekat, namun Allah SWT telah temukan kami via jejaring sosial bernama blog) yang mau menjadi relawan medis ke....... Gaza!

Saya ga tahu terbuat dari apa pikirannya, yang pasti itu adalah keputusan yang sulit banget, terutama buat meyakinkan keluarganya, orang terdekatnya, mungkin juga terhadap dirinya sendiri. Tapi, kalo diri dia sendiri sudah mantab, ikhlas untuk mencari ridho Allah SWT, ga ada yang ga mungkin. Saya bingung mau ngomong apa. Excited! Kagum. Takjub. Keren. Apa lagi ya?

Saya pikir, hal ini bukan untuk mengkeren-kerenkan dirinya. Bukan tentang berlomba siapa yang paling bagus tugas menggambarnya waktu sekolah dulu, bukan sekedar dapat nilai tertinggi ujian lari maraton di mata pelajaran olahraga, bukan juara umum lomba sepakbola seantero fakultas, bukan dapat gelar doktor di universitas luar negeri yang kualitasnya peringkat 10 besar sedunia. Ini sebuah keputusan yang jauh dari hal duniawi, hal yang jauh lebih dalam dan bermakna dari itu. Pergi ke daerah konflik, ledakan di sana sini, darah dan tubuh terkapar tidak bernyawa menjadi santapan mata sehari-hari. Keluar dari comfort zone. Say goodbye kepada nasi sayur asam, udang asam manis, pizza, fetucini yang enak dan mengenyangkan, tidur nyenyak di kasur empuk, cuci mata di mall lihat blouse keluaran terbaru, tertawa nonton acara favorit di ruang tivi bersama ayah, ibu, adik, kakak.....

Tentu dengan tekad bulat, kakimu tegap melangkah, menolong saudara seiman yang terzalimi di belahan dunia lain sana agar mampu kembali melawan para la'natullah. Jalan tersebut juga mendekatkan seorang makhluk Allah SWT dengan tujuan akhir yang paling indah, yang paling diimpikan. Mati syahid.

Teman. Semoga niat dirimu tetap lurus, tidak berbelok akibat pujian manusia semata, tidak melenceng ke pikiran diri begitu hebat dibandingkan mereka yang belum bisa menyumbang apa-apa selain doa. Semoga. Aamiin... Saya bangga denganmu, walau kita ga ada keterikatan hati yang kuat layaknya sahabat, walau kita cuma teman yang sangat biasa saja.

Thursday, 17 July 2014

Sedikit Tentang CHSI

"Suami macam apa yang lebih percaya kata orang lain daripada kata istrinya yang jelas-jelas baik dan lurus?"

Itu twit hasil saya nonton #chsi di tivi. Gemes saya dengan mas Bram, suami yang tidak tegas terhadap mantan selingkuhannya, masih aja diladenin. Lalu istri kelewat sabar, ga main tangan dengan wanita penggoda yang wajahnya empuk banget buat di..... ah syudahlah.
 
 Saya yang kurang sabar ini mungkin ga mengerti level sabar tingkat tinggi seperti bunda Hana. Dan memang bener sih, kalo main tangan bakal membuat level kita sama rendahnya dengan wanita penggoda tersebut. Tapi ya setidaknya ada yang bisa dia perbuat demi keutuhan rumah tangganya. Benar kata mba Asma Nadia sang penulis, Hana terlalu naif.

Kenapa saya masih menonton sinetron yang saya sendiri katakan sudah mulai agak berlebihan konfliknya? Karena penulis #chsi sendiri mengatakan bahwa Hana dan Karin memang ada di dunia nyata. Saya ingin tahu gimana Hana bisa survive dalam badai kapal pesiarnya bersama nakhoda, sang suami.

Saran saya buat orang yang kebetulan punya kisah yang mirip dengan mereka, sebagai pembaca dan penonton yang masih kurang ilmunya tapi ingin mencoba objektif :

Suami harus lebih tegas menghadapi mantan selingkuhan, apapun caranya. Suami harus memikirkan hati istri yang sudah terlanjur terluka dalam, bukan tergores lagi, untungnya tidak membusuk dan bernanah (kiasan dari menyimpan dendam sehingga hati menjadi gelap).

Di sini lah saya benar-benar menangkap peran pentingnya menikah dengan memilih agama di atas yang lainnya (harta, paras, suku). Dengan sendirinya, agama akan melindungi pasangan suami istri dari rasa waswas, cemas tak berujung, tidur yang tidak tenang, karena masing-masing dari mereka tahu bagaimana berinteraksi dengan lawan jenis yang tidak melanggar aturan Allah, mereka tahu cara menjaga diri dari perbuatan keji. Dan haloo, suami tipe-tipe mas Bram, Anda beruntung dapat istri sholehah seperti bunda Hana. Tolong lebih buka telinga terhadap istrinya. Jangan mudah percaya dengan kata-kata orang lain apalagi mantan selingkuhan Anda. Ingat, kalian pasutri, harus percaya satu sama lain.

Walaupun pasangan yang sudah menikah berdasarkan agama (seperti Hana dan Bram yang orang lain katakan pasangan sempurna, sama-sama baik dan sholeh), pun ga luput dari cobaan. Di situ lah mereka diuji, seperti ayat berikut:

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji lagi?" QS 29:2

Ayat di atas minimal menguatkan kita agar ingat bahwa Allah SWT sayang kita, derajat kita ingin dinaikkan dengan ujian. Pada akhirnya, masalah ga ada yang di luar batas kesanggupan hambaNya. Pasti ada jalan keluar walau semua terlihat buntu...

 Lalu bunda Hana, sebagai istri yang sholehah, sebaiknya ikut apa kata suami, berbakti  lah kepada suami. Kalau minta dihargai pendapat terus, hati-hati engkau durhaka terhadap suami. Tentu istri yang sholehah tau mana perintah yang sesuai syariat, mana yang melanggar syariat. Yang sesuai syariat tak pantas diabaikan. Bunda Hana semoga level kesabaranmu ga turun level ya.


 Sulit mengaplikasikannya, apalagi saya yang belum diberi kesempatan jadi istri orang. Semoga Allah SWT memberi kemudahan bagi hambaNya yang berniat dan mau bersungguh-sungguh meraih ridhoNya. Aamiin.


"Apapun kekurangan pasangan, tak pantas dibayar dengan sebuah perselingkuhan" Asma Nadia


Wednesday, 16 July 2014

Faded Away

Sedih saat mengetahui beberapa mimpi yang benar-benar saya impikan, kandas. Ga bisa putar balik waktu. Allah ga suka sama makhlukNya yang berandai-andai, itu tanda kufur nikmat. Ga boleh begitu ya. Saya tau saya ga bisa & ga boleh jalan di tempat. Tapi diri ini ga punya semangat lagi. Apa yang bisa membuat saya bisa bergerak ya?

Ya Allah, ke mana perginya semangat saya? Semakin lama semakin menghilang. Semakin luntur. Semakin pudar....