Friday, 22 January 2010

Rumah Sejuta Jiwa




Alhamdulillah, akhirnya momen yang ditunggu-tunggu kami di blok unik ini tercapai juga. Duhhh. Antara senang, deg-degan, takut, tapi penasaran. Ke mana lagi kalau bukan berkunjung ke Rumah Sakit Jiwa alias RSJ!

^_________^

Ada banyak sekali orang dengan gangguan jiwa berkeliaran di mana-mana setelah masuk lewat pintu rumah sakit. Entah sedang duduk-duduk di taman, di sepanjang lorong di rumah sakit yang berhubungan langsung dengan taman/dunia luar. Dan pasti mereka yang berkeliaran di mana saja itu akan mengejar kami yang sedang lewat, atau sekedar penasaran menarik-narik tas kami ada barang apa saja di dalamnya, dan meminta kami untuk tinggal di sana bersama mereka, selamanya...... Ohhhhh tidaaaaak!!!!!!! ~>_<~

Tapi.............. alhamdulillah, itu cuma sekelebat bayangan yang menakutkan saja! ^_^i Saat sampai & masuk ke rumah sakit, kami masih belum menemukan 1 pun orang gangguan jiwa.

Wow ^_^i

Aku & teman-teman dapat bernafas lega sejenak. Sempat berpindah-pindah ruangan untuk mendapatkan sedikit kuliah pengantar dari seorang dosen kami, akhirnya sampai juga di ruangan tetap kami untuk duduk. Aku dapat bangku urutan kedua dari terakhir, untungnya jarak tempat duduk tersebut tidak terlalu jauh untuk mendengar suara dosen yang akan memberi kuliah, sampai aku berbalik badan, melihat kawan-kawanku yang duduk di belakang &

...............

......

....

..

.

..


Di bagian paling belakang sekali ada... mereka....! Duduk di kursi yang merapat ke dinding di belakangnya O_o

Ya mereka. Penghuni rumah sakit luas nan hijau ini. Yang akan menjadi naracoba = probandus di ruangan kami ini.

O.... ow......... *gluk*

Kuliah dimulai dengan hening. Kuliah pertama-tama disampaikan oleh dokter Abdullah. Tiba saatnya seorang pasien diminta untuk maju ke depan (pasien 1 lagi ke ruangan lain tempat teman-teman kami berada). Dan seorang dosen kami bernama dokter Deddy, memeragakan bagaimana caranya mewawancarai seorang pasien dengan gangguan jiwa, apa saja yang dinilai, apa saja yang ditanyakan, dsb. Probandus tersebut memperkenalkan diri, beliau bernama pak Z. Kami mencocokkan gejala dengan apa yang kami baca. Di suatu waktu Pak Z sangat menghibur bahkan membuat kami kagum. Beliau senang bernyanyi "Hey Jude", juga dengan lengkap menyebutkan atlit-atlit olahraga luar negeri (kalau saya nggak salah ^^i). Hmmmmm jangan salah, pengetahuan seorang skizofrenia (keretakan jiwa; disharmoni antara proses berpikir, afek-emosi, psikomotor, kemauan) bisa saja melebihi pengetahuan kita-kita, walaupun mereka terdapat gangguan dalam hal kognitif/pikiran, emosinya. Salut! X) Jempooooll! d(^_^)b

Sesi pertanyaan pun dimulai, dibanjiri pertanyaan orang awam seperti "bagaimana, apakah mereka dijenguk oleh keluarganya?", sampai ke yang mendetail & agak aneh tapi tetap membuat penasaran seperti "bagaimana bisa gangguan jiwa itu menular tetapi praktisi kesehatan di sini tidak tertular?" ataupun "apakah hal-hal mistis seperti kesurupan setan/jin itu benar-benar ada?"

^^i

Dan sungguh mengagumkan. Bagaimana seorang skizofrenia di pinggir-pinggir jalan, yang mandi saja nggak usah dihitung pakai jari alias (hampir?) nggak pernah mandi atau nggak bisa mengurus dirinya sendiri; yang kesehariannya sering makan sampah, rumput; itu bisa bertahan hidup? Sedangkan manusia tanpa gangguan jiwa seperti kita saja mungkin sudah diare 3 hari akibat makan makanan yang tercemar. Dan inilah jawaban bijak dari dokter Deddy:

"Itulah. Betapa Maha Adilnya Sang Pencipta. Walau secara mental mereka memang lemah, tapi mereka diberi fisik & imun yang kuat"


Subhanallah. Itulah penjagaan spesial untuk mereka yang kurang bisa menjaga diri, kurang bisa mengurus diri mereka sendiri ketika terjadi apa-apa. Dengan segala keterbatasan fungsi luhur, fungsi luhur yang membuat manusia itu punya kelebihan dibanding makhluk-makhluk Sang Pencipta lainnya, Dia mudahkan mereka bertahan hidup dengan fisik & imun yang kuat. Subhanallah~x =')

Sesi pertanyaan kali ini sangat lama dibanding yang pernah ada, dan dilalui dengan cukup tenang. Setelah itu dokter Deddy mempersilahkan kami untuk berkeliling di RSJ. Kami dapat melakukan latihan tanya jawab dengan mereka. Aku & beberapa teman bersama-sama menuju bangsal pasien-pasien wanita, di bagian dalam rumah sakit tersebut yang ternyata masih sangaaaaaaaaaaaa~t luas sekali. Taman yang ada kehijauan, berwarna-warni oleh macam-macam bunga, membuat mata sejuk melihat ke arah manapun.

Saat di bangsal wanita, kami melihat lebih banyak lagi pasien. Ada yang gaduh gelisah, ngoceh sendiri, ada juga yang tenang, duduk adem ayem. Walau kami sempat takut, berkeringat banyak, kalau-kalau diserang ataupun terjadi hal-hal yang aneh sampai jadi gosip di antara sesama kawan kita -_____-i , lama-lama kami dapat berinteraksi lebih cair dengan mereka. Ada beberapa yang diam saja saat ditanya, namun ada juga yang riang gembira menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Ia ingin ke Jakarta suatu hari nanti dengan pesawat, begitu kata salah 1 dari mereka di bangsal wanita. Hmmmmm, benar-benar pengalaman yang tak terlupakan =)

Beberapa hal yang aku dapat dari kunjungan ke RSJ kemarin. Manusia memang tak menginginkan sakit, apalagi jika itu berupa gangguan jiwa, yang seringnya menimbulkan malu pada keluarga =( Terkadang, pasien-pasien tersebut memang lebih memilih untuk tinggal di RSJ dibanding kembali ke rumah mereka. Di rumah, mereka malah dikucilkan, bahkan tak dianggap. Di RSJ, mereka diperlakukan dengan baik. Mereka diberi tugas-tugas seperti pergi ke pasar, menyiapkan piring & gelas untuk makan siang, menyapu taman. RSJ membuat mereka hidup lebih tenang, karena tak ada yang tidak menginginkan mereka seperti di luar sana.

Walaupun begitu, mereka juga manusia. Mereka ada bukan berarti tanpa maksud. Kulihat, mereka membuat kita terpacu agar sadar, betapa berharganya hidup ini. Menjadi seseorang seutuhnya, tanpa gangguan berpikir maupun emosi, lancar beraktivitas dengan sesama. Menolong mereka akan menjadi ladang amal untuk yang mengurusnya, yang mengobatinya, yang membantu mereka dengan sepenuh hati untuk kembali sembuh, atau setidaknya berada di kondisi yang lebih baik walaupun tidak total.

Banyak jalan menuju Roma. Banyak ladang untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Jika meluruskan niat & bersabar hanya untuk Sang Pencipta, insya Allah segalanya akan jadi ringan.

Bagi mereka, RSJ mungkin berarti rumah sejuta jiwa, rumah damai yang sebenarnya diinginkan mereka yang ingin hidup lapang. Mereka yang sering ditertawakan orang, diusir, juga tak dianggap.

Seketika itu juga, rasa takut perlahan terkikis. Aku senang pernah datang ke RSJ =)






230110; 01.45 WIB

ps: kepada dokter Abdullah, dokter Deddy, juga pak Z & para pasien yang telah terlibat,
terimakasih sudah banyak memberi pelajaran buat kami :)


gambar dari: http://www.daveluptoncarto

Satu-satunya...

Bidadari cantik...
Sayapmu boleh patah
Kakimu boleh lelah
Matamu boleh basah
Tapi kuharap semangatmu takkan kalah
Oleh harapan-harapan sepanjang galah

Bidadari cantik...
Tujulah Dia,
Sang Pencipta Cinta

Tujulah Dia,
Pembolak-balik hati manusia

Tujulah Dia,
Yang mendekati kita dengan berlari
saat kita berjalan mendekati-Nya

Tujulah Dia,
Satu-satunya yang abadi,
tak berawal...
tak berakhir...




~jangan bersedih :)~

Tuesday, 19 January 2010

Angin...

Angin...
Apa yang telah kau sampaikan kepada mereka
di saat waktuku telah habis
menunggu sejuknya lambaianmu
seperti biasanya?

Wednesday, 13 January 2010

Jika Hidup Hanyalah...

Jika memang hidup hanyalah....
Berpeluh keringat di siang hari
Merebahkan lelah di malam hari
Maka kupilih hidup menjadi kera
Hidup hanya bermalas-malasan

Jika memang hidup hanyalah....
Sekedar kenikmatan lidah dan perut
Maka kupilih hidup menjadi kambing
Semua terasa lezat olehku

Jika memang hidup hanyalah....
Memuaskan apa yang ada di bawah perut
Maka kupilih hidup menjadi kuda
Tak ada satu pun yang meragukan kejantanannya

Jika memang hidup hanyalah...
Berusaha menjadi penguasa
Maka kupilih hidup menjadi singa
Tak ada lawan tak ada takut

Tapi jika memang hidup sesederhana itu
Mengapa aku diciptakan sebagai manusia?




Oleh: InsanRaihan @Multiply

***

keinget pernah baca tulisan ini,
huks,
ayo ayo saling mengingatkan!

Man Jadda Wajada!

Sudah beberapa hari yang lalu saya habis menamati novel Negeri 5 Menara.
Keren!
Saya pengen coba tulis reviewnya tapi belum sempat-sempat ^^i
Semoga terealisasi secepatnya =D

Kalimat yang paling saya favoritkan:


Man jadda wajada!
Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil


Ridhoi jalan kami dalam meraih impian-impian kami ya Allah.
Aamiin =)

Ya, Aku Pernah


Akhirnya, berhasil kuungkapkan juga.


Aku pernah menjadi seorang yang omongannya nyelekit. Itu terjadi saat aku masih duduk di bangku SD. Dan hal tersebut sukses membuat seorang teman baikku sakit hati & lama-kelamaan teman-teman barengku juga ikut menjauhiku.


Sejak saat itu aku sempat merasakan masa-masa di mana aku benar-benar memperhatikan apa yang kuucap. Aku tak berani berbicara banyak, apalagi kalau apa yang aku bicarakan itu sama sekali tak aku mengerti. Sering aku (terlalu?) waswas, aku sering mengandai-andai saat aku mencoba mengungkapkan sesuatu (entah komentar, kritik, bahkan pembicaraan sehari-hari) bagaimana kalau aku menjadi orang yang menerima omonganku tersebut, apakah yang hal kukatakan cukup tidak membuat sakit atau sebaliknya. Bahkan sempat-sempatnya aku berpikir saat orang tersebut tidak memberikan feedback kepadaku, aku pikir dia marah, atau malas, dll dsb. Heuh, capek ya.

Mungkin apa yang kulakukan agak kelewatan, sampai aku (merasa) terlalu pasif dalam pergaulan. Tidak berani memulai sebelum mengetahui orang tersebut memang benar-benar mau berteman denganku. Bahkan aku berpikir, hingga saat ini aku hanya memiliki sangat sedikit teman yang sangat dekat sekali. Aku takut mengecewakan banyak orang. Aku takut memulai sebuah pertemanan, meskipun aku sangat merindukan sekali masa-masa pertemanan saat SD tersebut. Tertawa riang & lepas bersama kawan main, saling berkeluh kesah dengan sesama, menikmati masa-masa indah di sekolah dengan orang-orang yang terasa senasib sepenanggungan.


Saat melihat kedekatan antara teman-temanku, aku sering merasa iri. Mereka terlihat leluasa. Mereka dapat menjadi diri mereka yang sebenarnya saat sedang bersama-sama kawan dekat mereka. Mereka terkadang saling mengolok-olok, meledek-ledek & itu membuat pertemanan mereka semakin dekat. Padahal, kalau aku pikir, olokan itu sebenarnya bisa lho membuat orang yang diolok itu sakit hati. Tapi aku tidak menemukannya kesakithatian tersebut pada mereka-mereka. Terkadang ketakutan ini membuatku merasa seperti ada yang mengganjal dada, membuat sesak & ingin dikeluarkan. Tapi tidak tahu bagaimana caranya...


Sejak dulu aku sering melihat, beberapa dari mereka seperti terpaksa menjalankan pertemanan. Senasib sepenanggungan, padahal hal tersebut tidak mereka inginkan untuk dikerjakan. Mereka sebenarnya ingin melakukan A, suatu hal yang dianggap benar, tapi demi kebersamaan, walau hati mereka menolak, akhirnya kesemuanya melakukan B. Rasanya aku tidak bisa seperti itu...


Ketidakberanian tersebut kadang disalahartikan beberapa orang menjadi suatu pengkotak-kotakkan, memilih-milih teman & kurang mau menerima yang lain. Sungguh, bukan begitu maksudku selama ini. Aku memang senang/mendambakan sekali hal yang bernama keakraban, kedekatan, persaudaraan dengan sesama. Tapi aku merasa takut untuk berada lebih jauh dari pertemanan biasa. Semakin dekat pertemanan itu, semakin besar pula kekecawaan yang mungkin akan timbul.


Kembali ke teman masa SD tadi. Aku sudah pernah meminta maaf kepadanya, walau aku kadang merasa rasa maaf itu nggak sebanding dengan kesalahan yang aku buat ke dia, tidak sebanding dengan luka yang ia dapatkan gara-gara lidah tak terkontrol ini. Tapi aku patut bersyukur, kalau tidak ada kejadian itu, mungkin mulut yang jumlahnya cuma 1 ini akan lebih banyak bekerja & menghasilkan lebih banyak korban lagi (baik yang terlihat maupun yang terselubung) daripada telinga yang jumlahnya ada 2 ini.


Alhamdulillah.
Makasih kawanku, RDa, buat semuanya. Maafkan aku ya.

ya Allah, berikanlah diriku pertemanan yang indah. izinkan aku kembali merasakan indahnya kebersamaan itu, tanpa ada paksaan dari masing-masing orang...





~saat-saat bangkit dari keterpurukan~
ps: terimakasih sudah mau membaca sampai habis :DD

Sunday, 3 January 2010

Rainbow Troops


Mr Harfan: All of you need bravery (or courage), strong will, and never want to give up to face any kind of challenge!


Hwaaaaaaaaaaa~


It's awesome!!!


First time finding this book in Gramedia (one of the book shop in Indonesia) when I hanged out with my closed friends on December 30th 2009, makes me so surprised. It was like I could feel the very berry great spirit from the photos of Ikal & Lintang who's riding the bicycle. I do love the front cover! X'D


By the way, I haven't ever read this book. But after seeing the Indonesia-version movie (if I am not mistaken) in September 2008 ago, I just wanna give 4 thumbs up *2 thumbs from you :D* to that movie (in original name) Laskar Pelangi! It is about an incredible story of Belitong children in Indonesia, who eagerly want to go to school although the distance from their houses is too far to be stepped. Thirty kilometres far from the elementary school in a village called Gantong, can't imagine how if we ought to walk like the distance of Jakarta-Bogor. Besides, some parents of them must work very hard in lead corporation (in Indonesia language: perusahaan timah) to get some money & keep their children can study at school.


Well, I don't know exactly how the detailed story in the book version is, because I haven't ever read it yet. But, after watching the heartwarming movie & knowing that Laskar Pelangi by Andrea Hirata is translated into an English version makes me think, you must read it. Just let your imagine having nice trip for getting lot of life lessons. Really! =D

Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya dan bukan menerima sebanyak-banyaknya!
(You live to give as many as you can, not to receive as many as you can.)

-Ikranagara as Pak Harfan-


Posting Pertama di Januari 2010

Hmmmm saya sempat terlupa kalau pergantian tahun Hijriyah & Masehi ternyata berdekatan. Pertanda bumi ini makin tua. Makin banyak tugas yang berdatangan. Makin banyak pula yang keinginan yang ingin tercapaikan ketika kalender tergantikan dengan yang baru.


Beberapa harapan yang tiba-tiba terlintas di awal Januari ini:


Makin banyak baca
Kuakui banyak buku-buku mengantri namun harus terlantar belakangan ini. Semoga bisa berhasil mencuri-curi waktu untuk lanjut kalap membaca, asal jangan kalap lupa belajar :D Pengennya sih bisa lebih rapi membagi waktu antara membaca buku non kuliah & buku kuliah. Apalagi kalau nanti nilai setiap blok selalu bagus walaupun di waktu yang sama juga membaca buku non kuliah yang sudah pada mengantri *untung nggak bisa ngomel ya yang ngantri-ngantri itu ^^i*, wuahhhhh mantap abis!

Makin rajin belajar
Makin banyak godaan seiring berjalannya zaman, teknologi makin canggih, bikin diri ingin melekat terus di dunia lain bernama internet ~_~ Blog, social networking, game, forum dengan reply-annya, dkk. Tahan diri, tahan diri...

Makin sehat walafiat
Dengan menyempatkan diri olahraga minimal 2-3x/minggu supaya badan fit. Seimbangkan diet antara sayur & daging. Ditambah buah.

Lebih banyak bersyukur
Banyak mereka yang punya cobaan lebih berat daripada kita. Bersyukur lah jalan yang paling tepat, karena hanya Dia yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk masing-masing hambaNya. Jangan ditunda-tunda! Alhamdulillah...

Lebih giat menulis
Kebiasaan buruk. Menulis masih berdasarkan mood. Huks -____- Semoga makin banyak menelurkan buah tangan yang bermanfaat, bukan sekedar tulisan tanpa isi...

Rajin untuk makin mendekat kepada-Nya
Pikirkan sendiri ^^


1... 2... 3...


Semoga keinginanku di atas tercapai, setidaknya mendekati.
Aamiin ^^

Friday, 25 December 2009

Ketika...

Ketika kerjamu tak dihargai, saat itu kau sedang belajar tentang ketulusan. Ketika usahamu dinilai tak penting, saat itu kau belajar tentang keikhlasan. Ketika hatimu terluka dalam, saat itu kau sedang belajar memaafkan. Ketika kau merasa lelah dan kecewa, saat itu kau sedang belajar kesungguhan. Ketika kau merasa sepi dan sendiri, saat itu kau sedang belajar tentang ketangguhan.

Semangat ya, insyaallah bisa!



151209; 21.30 WIB
[sms dari SR]

Special Sms

Mereka menyayangimu tapi bukan kekasihmu
Mereka perhatian tapi bukan keluargamu
Mereka siap bagi rasa sakit tapi mereka tak ada hubungan darah denganmu

Mereka adalah SAHABAT...

Sahabat sejati
Marah seperti ayah
Peduli seperti ibu
Mengganggu seperti kakak
Mengesalkan seperti adik
dan terakhir,
menyayangimu lebih dari yang kamu tahu

Met hari lahir mul
Semoga apa yang mul do'akan tiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun...
dikabulkan Allah SWT
dan semoga selalu menjadi orang yang beruntung,
aamiin...




081209; 20.14 WIB
[ANSH]

ps: makasih teman, kamu baik sekali :')

Wednesday, 16 December 2009

If I am an Emoticon..... :>

Sedang bersantai sejenak, mencuci otak yang sudah butek


Kedua mata & telinga ini terpaksa 'terpapar' dengan cerita tentang orang yang (katanya) seperti begini


Sedang tahu banyak orang yang sedang kesal sampai-sampai begini


Mengalami minggu-minggu penuh kegiatan yang bikin stress Masih banyak tanda tanya yang masih bersarang Sampai-sampai nggak tahu mana lagi yang mau dibaca, gara-gara beberapa tema dijadikan 1 blok tumplek blek Mungkinkah ini maksud dari blok yang selanjutnya akan kami hadapi setelah ini, blok tentang kejiwaan -karena perasaan yang sering muncul setelah ujian berlalu adalah seperti ini -?


Do'akan kami semua guys agar tidak tercugak dengan soal yang diberikan Agar kami tidak perlu lagi mengikuti remed-remed yang seringkali malas mengikutinya


Berharap ujian minggu depan dapat aku & teman-temanku lalui dengan lancar tanpa hambatan berarti


Thx very much. Trims. Arigatou. Jazakumullah. Danke. Merci


Semoga Dia membalas dengan yang setimpal


What a Wonderful World :)

I see skies of blue and clouds of white
The bright blessed day, the dark sacred night
And I think to myself, what a wonderful world

I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and you
And I think to myself, what a wonderful world

The colours of the rainbow, so pretty in the sky
Are also on the faces of people going by
I see friends shakin' hands, sayin' "How do you do?"
They're really saying "I love you"

I hear babies cryin', I watch them grow
They'll learn much more than I'll ever know
And I think to myself, what a wonderful world
Yes, I think to myself, what a wonderful world

Michael Buble ~ [ What A Wonderful World Lyrics ]

Wednesday, 2 December 2009

Stress dan Depresi?? O_o

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)

"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. " (QS. Al An'aam, 6:125)


Keengganan orang-orang yang jauh dari agama untuk taat kepada Allah menyebabkan mereka terus-menerus menderita perasaan tidak nyaman, khawatir dan stres. Akibatnya, mereka terkena berbagai ragam penyakit kejiwaan yang mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka lebih cepat mengalami kerusakan, dan mereka mengalami penuaan yang cepat dan melemah.

Sebaliknya, karena orang-orang beriman sehat secara kejiwaan, mereka tidak terkena stres, atau berkecil hati, dan jasmani mereka senantiasa prima dan sehat. Pengaruh baik akibat ketundukan mereka kepada Allah, tawakal mereka kepada-Nya dan kepribadian kokoh mereka, kemampuan melihat kebaikan dalam segala hal, dan ridha dengan apa yang terjadi sembari berharap akan janji-Nya, tercermin dalam penampilan raga mereka. Hal ini tentu saja dialami oleh mereka yang menjalani hidupnya sesuai ajaran Al Qur'an, dan yang benar-benar memahami agama. Tentu saja mereka pun dapat menderita sakit dan pada akhirnya mengalami penuaan, namun proses alamiah ini tidak disertai dengan kerusakan pada sisi kejiwaan sebagaimana yang dialami oleh selainnya.

Stres dan depresi, yang dianggap sebagai penyakit zaman kita, tidak hanya berbahaya secara kejiwaan, tapi juga mewujud dalam berbagai kerusakan tubuh. Gangguan umum yang terkait dengan stres dan depresi adalah beberapa bentuk penyakit kejiwaan, ketergantungan pada obat terlarang, gangguan tidur, gangguan pada kulit, perut dan tekanan darah, pilek, migrain [sakit kepala berdenyut yang terjadi pada salah satu sisi kepala dan umumnya disertai mual dan gangguan penglihatan] , sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung, dan pembengkakan otak. Tentu saja stres dan depresi bukanlah satu-satunya penyebab semua ini, namun secara ilmiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan semacam itu biasanya bersifat kejiwaan.

Stres, yang menimpa begitu banyak orang, adalah suatu keadaan batin yang diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat; penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh.

Oleh karena stres yang parah, khususnya, mengubah fungsi-fungsi normal tubuh, hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin dan kortisol di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan, penyakit pernapasan, eksim dan psoriasis [ sejenis penyakit kulit yang ditandai oleh pembentukan bintik-bintik atau daerah berwarna kemerahan pada kulit, yang tertutupi oleh lapisan tanduk berwarna perak] . Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya sel-sel otak. Sejumlah gangguan akibat stres digambarkan dalam sebuah sumber sebagaimana berikut:

Terdapat kaitan penting antara stres dan tegang [penegangan], serta rasa sakit yang ditimbulkannya. Penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di kepala dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut. Jika suatu jaringan mengalami kekurangan darah hal ini akan langsung berakibat pada rasa sakit, sebab suatu jaringan yang di satu sisi mengalami penegangan mungkin sedang membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan di sisi lain telah mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-ujung saraf penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan norepinefrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung, juga dikeluarkan. Hal ini secara langsung atau tidak langsung meningkatkan dan mempercepat penegangan otot. Demikianlah, rasa sakit berakibat pada penegangan, penegangan pada kecemasan, dan kecemasan memperparah rasa sakit.

Akan tetapi, salah satu dampak paling merusak dari stres adalah serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas, tidak sabar, dengki, suka memusuhi dan mudah tersinggung memiliki peluang terkena serangan jantung jauh lebih besar daripada orang yang tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat tersebut.

Alasannya adalah bahwa rangsangan berlebihan pada sistem saraf simpatetik [yakni sistem saraf yang mengatur percepatan denyut jantung, perluasan bronkia, penghambatan otot-otot halus sistem pencernaan makanan, dsb.], yang dimulai oleh hipotalamus, juga mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan, sehingga menyebabkan penimbunan kadar insulin dalam darah. Ini adalah permasalahan yang teramat penting. Sebab, tak satu pun keadaan yang berujung pada penyakit jantung koroner memainkan peran yang sedemikian paling penting dan sedemikian berbahaya sebagaimana kelebihan insulin dalam darah.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa semakin parah tingkat stres, maka akan semakin lemahlah peran positif sel-sel darah merah di dalam darah. Menurut sebuah penelitian yang dikembangkan oleh Linda Naylor, pimpinan perusahaan alih teknologi Universitas Oxford, pengaruh negatif berbagai tingkatan stres pada sistem kekebalan tubuh kini dapat diukur.

Terdapat kaitan erat antara stres dan sistem kekebalan tubuh. Stres kejiwaan memiliki dampak penting pada sistem kekebalan dan berujung pada kerusakannya. Saat dilanda stres, otak meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, yang melemahkan sistem kekebalan. Atau dengan kata lain, terdapat hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon. Para pakar di bidang ini menyatakan:

Pengkajian terhadap stres kejiwaan atau stres raga telah mengungkap bahwa selama stres berat berlangsung terjadi penurunan pada daya kekebalan yang berkaitan dengan keseimbangan hormonal. Diketahui bahwa kemunculan dan kemampuan bertahan dari banyak penyakit termasuk kanker terkait dengan stres.

Singkatnya , stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia. Mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus-menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh. Para ahli menggolongkan dampak buruk dari stres terhadap tubuh manusia dalam sejumlah kelompok utama sebagaimana berikut:

  • Cemas dan Panik: Suatu perasaan yang menyebabkan peristiwa tidak terkendali
  • Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak
  • Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan gugup
  • Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba, pengendalian diabetik yang lemah
  • Kesulitan tidur: Mimpi buruk
  • Penyakit kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan psoriasis
  • Gangguan saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan
  • Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit sedikit tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan pundak
  • Infeksi berintensitas rendah: pilek, dsb
  • Migrain
  • Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit pada dada, tekanan darah tinggi
  • Ketidakseimbangan ginjal, menahan air
  • Gangguan pernapasan, pendek napas
  • Alergi
  • Sakit pada persendian
  • Mulut dan tenggorokan kering
  • Serangan jantung
  • Melemahnya sistem kekebalan
  • Pengecilan di bagian otak
  • Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri
  • Bingung, ketidakmampuan menganalisa secara benar, kemampuan berpikir yang rendah, daya ingat yang lemah
  • Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya berlangsung buruk
  • Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan irama tetap
  • Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan melakukannya
  • Mudah tersinggung dan sangat peka
  • Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat
  • Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan
  • Kehilangan atau peningkatan nafsu

Kenyataan bahwa mereka yang tidak mengikuti nilai-nilai ajaran agama mengalami "stres" dinyatakan oleh Allah dalam Al Qur'an :

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)


Dalam sebuah ayat lain, Allah telah menyatakan bahwa

" … hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja…" (QS. At Taubah, 9:118)


Kehidupan yang "gelap dan sempit" ini, atau stres, nama yang diberikan di masa kini, adalah akibat ketidakmampuan orang-orang tak beriman untuk menaati nilai-nilai akhlak yang diajarkan agama. Kini, para dokter menyatakan bahwa jiwa yang tenang, damai dan penuh percaya diri sangatlah penting dalam melindungi pengaruh stres. Kepribadian yang tenang dan damai hanya dimungkinkan dengan menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an . Sungguh, telah dinyatakan dalam banyak Al Qur'an bahwa Allah akan memberikan "ketenangan" dalam diri orang-orang beriman. (Al Qur'an , 2:248, 9:26, 40, 48:4, 18) Janji Tuhan kita terhadap orang-orang beriman telah dinyatakan sebagaimana berikut:

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS, An Nahl, 16: 97)





Sumber: http://nurfaj.multiply.com/journal/item/16/Stres_dan_Depresi_Akibat_Tidak_Menjalankan_Agama

Tuesday, 1 December 2009

T-T *hiks*

“jangan berbangga ketika kita dilihat sebagai orang baik, karena Allah masih menyelamatkan kita dengan menutup keburukan kita dari mereka.” [dari artikel ini]

Monday, 23 November 2009

Tentukan Pilihanmu

"Jika kau tidak melakukan pilihan atas jalan hidupmu, maka bersiaplah untuk dipilihkan oleh keadaan. Hidup bukan untuk melakukan semua hal, tapi melakukan sesuatu yang benar-benar bermakna. Cerdaslah dalam memilih & menghadapi resikonya. Kau berhak memilih pilihan apapun, namun yang pasti tidak akan pernah bisa kau memilih resikonya" (dikutip dari kata-kata ustadznya teman saya ^_^) [kawan Multiply]




~dalam masa-masa berusaha untuk memilih, sebelum hal-hal tsb menjadi basi~

Sunday, 15 November 2009

Kepada Siapa?


Pengen deh bisa nangis dengan puas di pangkuan ortu layaknya anak kecil kehilangan permen, masih polos ya. Kalau sekarang mah gengsi dengan beliau-beliau. Udah dewasa (?) koq cengeng. Yang ada, tangisan karena masalah yang kita hadapi tsb malah membuat mereka khawatir. Hmmmm padahal kan manusia itu nggak bisa nggak nangis ya. Kalau nggak bisa nangis (apalagi nggak bisa nangis karena takut akan Allah SWT), waduh, apa iya hatinya sudah membatu?? Na'udzubillah.


Komik Doraemon yang pernah kubaca menampilkan sosok ayah Nobita yang mabuk-mabukan ketika pulang ke rumah (suatu contoh buruk yang nggak boleh dicontoh ). Ada apa sih?


Olala...


Huff...


Mamanya Nobita malah jadi bahan amukan. Amarah ayah kian menjadi. Nobita & Doraemon berinisiatif mencari jalan keluarnya.


Dengan bantuan mesin waktu, akhirnya ayah Nobita dipertemukan kembali dengan ibunya a.k.a neneknya Nobita yang meninggal waktu Nobita masih balita.


Apa yang terjadi??


Sang ayah langsung menangis. Terisak-isak seperti anak kecil, terlihat seperti merengek-rengek. Ayah Nobita ternyata curhat kepada ibunya (konon katanya orang yang sedang mabuk itu menjadi jujur ). Ternyata sampeyan mabuk karena disindir & diperolok-olok sama bosnya.





Selang beberapa waktu, ayah Nobita akhirnya kembali tenang, dan tertidur pulas di pangkuan ibunda tercinta, yang nyatanya di masa kini sudah tak ada lagi.


Huff... Menyedihkan sekaligus mengharukan ya. Ayah Nobita tidak punya sosok yang dapat menghilangkan keluh kesahnya, yang dapat meringankan segala beban hidupnya, yang melegakan sesak di dada ketika masalah-masalah orang dewasa semakin bertumpuk, makin complicated.


Biasanya orang-orang curhat dengan mereka yang lebih berpengalaman. Yang sudah lebih banyak 'makan garam'. Dan biasanya ciri tsb ditemukan pada orang-orang yang usianya lebih tua.


Apakah semakin dewasa atau tua umur seseorang lantas tak ada lagi tempat curhat, tempat berkeluh kesah, untuk mereka ya ?


Ya Allah. Tak apa aku sendiri, asalkan masih bersama Engkau...




~151109; 02.40 WIB~

Tuesday, 3 November 2009

Sungguh Aku Tak Mengerti

2nd weeks...


30th months...


4.5th years...





Sebenarnya apa tujuan dari waktu selama itu
Kalau akhirnya harus berpisah di tengah jalan,
pergi ke arah yg berbeda,
saling bertolak punggung,


Apa untuk bersenang-senang?
penghias hati?
mengisi waktu luang?
hobi?
penumbuh semangat belajar & bekerja?


Mengapa bukannya saling 'merangkul',
menyusun puzzle-puzzle rencana,
menuju terminal pemberhentian
yg terjamin
yg layak diperjuangkan?


Jika telah berpisah,
jika telah saling memalingkan muka,
Apa yakin benar ada yg mampu?
Apa memang ada yg bisa
menggantikan 'pakaian' yg sebelumnya?


Sungguh aku tak mengerti...




031109

Monday, 2 November 2009

Hati-hati Dengan Sombong

"Kadang kita selalu memakai logika pikir dalam menjalankan perintahNya. Tapi kali ini aku mencoba untuk menundukkan hati,kok Tuhan diajak berdebat? Sombong sekali karena merasa terdidik lantas merasa pantas untuk berdebat? Kujalani hal itu dengan tulus dan tunduk malu kepadaNya" [AL]


Astaghfirullah. Hamba mohon ampun ya Allah... Astaghfirullah. Baru aja lihat kalimat ini di sebuah note. Astaghfirullah... Astaghfirullah...


Yuk sama-sama mengingatkan. Kita patut hati-hati karna akal kita yg dirasa sudah hebat nyatanya tak sampai seujung 'kuku' dari ilmu Allah SWT. Hanya Dia-lah yg pantas memakai jubah sombong itu.


Semoga kita terjaga dari hal yg kecil tapi menjerumuskan ke neraka itu ya. Aamiin


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ”Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar biji dzarah dari kesombongan.” Seorang berkata:”Ya Rasulullah, seseorang senang terhadap sandalnya yang bagus dan pakaiannya yang bagus?” Beliau bersabda : ”Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR Muslim dari shahabat Abdullah bin Mas’ud)


Sesungguhnya syaithan apabila tidak sanggup untuk memalingkan dirimu dari menuntut ilmu niscaya akan datang dari pintu yang lain dan berusaha untuk membisik-bisikkan kepadamu: “Kamu adalah orang alim, kamu orang zuhud, kamu orang shalih, kamu orang yang rajin membaca atau kamu penuntut ilmu. Lihat kepada teman-temanmu, apa artinya mereka dihadapanmu, mereka tidak menyamaimu walaupun seujung kuku tangan atau seujung kuku kakimu”. [Sumber: note seorang ukhti]


"Telah ada sebelum kamu para ulama bagaikan gunung-gunung yang kokoh sedangkan kamu tidak lebih bagaikan kerikil. Telah ada sebelum kamu orang-orang zuhud, ahli ibadah, orang-orang sholih dan orang alim sedangkan kamu tak ubahnya hanya sehelai rambut yang ada di punggung salah seorang dari mereka. Terlebih jika kamu membaca perjalanan shahabat, orang-orang shalih dan perjalanan hidup para Nabi dan ketika kamu membaca kisah para malaikat, maka kamu akan mendapati bahwa ibadah yang kamu lakukan itu belum seberapa dibandingkan mereka. Kalau kamu membaca perjalanan hidup para ulama kamu menjumpai bahwa ilmumu tidak seberapa dibanding mereka." [note seorang ukhti]


Ampunilah kami ya Allah, kami sungguh tak pantas memakai 'jubah' itu

Friday, 30 October 2009

FIGHT, MY BEST BUDDIES! :)

Kawan,
tanpa hadirmu,
kering mataku,
kosong jiwaku,
habis suplai energiku

Kawan,
tak ada canda tawamu yang biasa
tak ada yang menggelitik hati ketika semangat layu
tak terjangkau pundak yang sepertinya selalu tak ingin lelah ketika tangis ini memecah
Mengapa harus ada pertemuan
jika harus berpisah?
Mengapa harus ada senyuman lebar
jika harus ditutup dengan air mata?

Kawan,
di mana pun kamu,
aku tak apa,
denganNya aku akan baik-baik saja

Biarlah dunia ini sepi
Ringankan langkah kakimu
Asalkan asa itu terus menyala
FIGHT, MY BEST BUDDIES! :)




~di saat benar-benar sepi~

Tuesday, 27 October 2009

Kepada Mereka-yang-'Berwarna'-Cemerlang

Ya. Takjub. Setelah sekian tahun tak bertemu muka, kali ini saya kembali melihatnya, walau secara tak langsung. Berseri. Bayi dalam timangannya nampak sehat. Remaja (?) seumur kami jarang memang yang sudah berkeluarga. Namun ternyata ia berani mengambil 1 langkah lebih maju dari kami.

***

Ia cantik. Dan semakin cantik setelah berhijab. Inner beauty-nya seakan menguat & semakin menguat, walau hanya kesederhanaan yang tertangkap di mata setiap kawannya. Sosok wanita itu kembali hadir. Lama saya tak mendengar kabar darinya. Namun seperti dulu, ia tetap optimis. Dari kalimat-kalimat di statusnya terpancar semangat juang yang tinggi, keoptimisannya tak pernah kering bak air terjun di pegunungan. Ia selalu dinanti kehadirannya. Ketika ia 'menghilang', ia selalu dicari. Bagai penyejuk jiwa, itu yang tersirat di benak saya, juga di benak yang lainnya.

***

Mereka larut dalam diskusi panjang. Tak henti-henti. Semakin membaca, mereka semakin bingung. Namun itu bukan halangan. Semakin lama, semakin sayang bagi mereka untuk menghentikan diskusi tersebut. Demi sebuah 'cemara emas'.

***

Kawan-kawan,
hari ini kalian begitu cemerlang,
teruslah bersinar
jangan biarkan 'warna' itu pudar :)

Sunday, 25 October 2009

Berpikir Positif vs Negatif

Saya dapat mengambil kesimpulan (menurut saya ) mengapa kita harus berpikir positif:

  1. Jika kita berpikiran buruk terhadap seseorang, kita bukanlah dia yg mengetahui segala isi hati, mengetahui segala aktivitasnya. Jadi janganlah sok tahu.
  2. Jika kita berpikiran buruk, takkan ada bantuan, pertolongan yg akan datang ke kita. Karna setiap pertolongan itu datang ke kita, bawaannya pasti mikir yg buruk-buruk terus.
  3. Berpikir positif akan meringankan beban diri kita sendiri & orang lain. Ibaratnya, ga penting lah nyimpen-nyimpen tomat di tas punggung kita sampai ia menjadi busuk (analogi dari prasangka buruk ). Mending dibuang aja ke tempat sampah, syukur-syukur dijadikan pupuk kompos (eh bisa kan? ). Karena, jika kita berpikir negatif, maka timbul lah 'atmosfir dingin' bahkan pemutusan hubungan silaturahim yg sebenarnya tak diperlukan, bahkan tak seharusnya terjadi.

Sayangnya zaman sekarang, banyak yg menyalahgunakan hati nurani seseorang yg naif itu untuk diperdaya. Orang-orang yg berpikir positif itu akhirnya banyak dimanfaatkan demi kesenangan pribadi/orang-orang tertentu.


Dan akibat di sisi lain, banyak orang terlanjur berpikir buruk kepada banyak hal yg ia hadapi, termasuk kepada orang-orang yg sebenarnya berniat tulus.


Yah namanya niat kan tidak ada yg tahu kecuali orang itu sendiri & Allah SWT.


Jadi?
Mau pilih berpikir positif atau berprasangka buruk?
Apa ada beberapa momen di mana harus memakai 'kacamata hitam', & juga memakai 'kacamata putih'?

Monday, 19 October 2009

Tentang Cinta

Cinta emosional kawan,
membuat kita nyaman berada dalam lingkaran syaithan
mencecap banyak haq
tanpa berani mengambil kewajiban yang (harusnya) menjadi bayaran atasnya
maka ia hanya kan jadi bayang-bayang tanpa iman,
yang menunggu datangnya kekecewaan


Namun cinta rasional,
Ia peka. Ia gelisah. Ia tak nyaman dengan segala ketergantungan.
Ia takut pada Rabbnya.
Maka ia bergerak, berderap, melaju
melesat melebihi tenaga yang ia miliki
karna yang ia tahu hanya satu,
Di jalan cinta para pejuang,
kita belajar untuk bertanggungjawab atas setiap perasaan kita..




Sumber: note seorang ukhti

Sunday, 11 October 2009

Ia Berada di Genggaman-Nya

Just found it from a novel, The Girls of Riyadh. Lil bit interested about it ('~')

Cinta adalah urusan hati. Manusia tidak punya kuasa di hadapannya. Hati berada di genggaman kedua tangan Tuhan yang dibolak-balik sesuai kehendak-Nya. Andai cinta bukan mutiara berharga, tidak akan mungkin para Nabi diutus sesuai zamannya. Rasulullah SAW telah menegaskan kenyataan ini: ketika api asmara mulai membara, tak ada yang bisa memadamkan kecuali nikah. Beliau bersabda, “Dua orang yang saling mencintai hendaknya segera menikah” (Ibnu Majah: 1847)

Hmmm.... *thinking*

Tuesday, 6 October 2009

Kepada Mereka-yang-Menerima-Banyak-Do'a

Ketika undangan mendarat di tangan
Ketika lantunan do'a berkumandang
Ketika akad disahkan

Jangan lupa do'akan mereka
yg tengah berjuang demi setengah Dien itu
yg sedang labil hatinya
yg sibuk dengan hal-hal dunia
yg lelah menunggu digerogoti usia
yg terlanjur mencicip manisnya 'berbuka'
yg menikmati & mensyukuri manisnya berpuasa
bahkan yg lelah dengan cobaan yg seakan tak ada akhir

Barakallah...




~mulatooo
semoga bahagia. dunia. akhirat :)
051009

Sunday, 4 October 2009

300909

Sore di hari Sabtu.

Ia tak lagi mengenang dirinya & sahabat-sahabatnya di kursi kebanggaan.
Ia tak lagi merebah di samping radio kesayangannya.
Ia tak lagi membayangkan sesosok wanita tua sedang meniup sumbu kompor di dapur.

Kali ini adalah bunyi asli, langsung dari sang peniup, entah dari mana asal suara itu. Bukan bunyi radio seperti yg biasa ia dengar. Bunyi saluang mengalun bersama angin yg berhembus perlahan, menyedihkan, bersamaan dengan terpampangnya hamparan batu bata yg rata dengan tanah, potongan-potongan tubuh di mana-mana, bahkan mungkin saja ada yg terkubur di bawah tanah yg ia dipijak.

Di hadapannya adalah tempat ia bertumbuh & bermain dulu, kini telah 'bersih' layaknya gurun yg tak berpenghuni, akibat goncangan dahsyat kiamat sughra. Cakrawala pun dapat tertangkap matanya. Pemandangan yg ia harapkan nihil. Tak ada amak, tak ada apak, tak ada konco, tak ada gedung SD di beberapa meter sekat rumah ia dulu itu.

Sabtu ini ia kembali tegap, matanya menyusuri setiap sudut kampung halaman yg telah sekian tahun tidak ia tapak. Pesan 140 karakter di ponsel pintarnya Rabu lalu membuatnya menekan banyak tombol penting. Namun apa daya, tak ada yg menjawab dari seberang sana.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat [2:214]

Matanya basah.
Sungguh, ia takkan lupakan hal ini.

Saluang kembali mengalun, namun makin lama makin samar, seakan putus asa menanti hal yg takkan pernah datang.

(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa [53:32]


Bundo, denai rindu dangan bundo. Manga gampo ni buek bundo pai sacapek ini?




~mulatooo
in memoriam to West Sumatra's earthquake & the victims
300909